Kronologi Suap Yang Jerat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah KPK paparkan kronologi penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abddulah. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, usai diperiksa intensif sebagai tersangka kasus dugaaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menahan dua tersangka lainnya, yakni Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

"Ketiganya ditahan untuk 20 hari pertama atau setidaknya hingga 18 Maret 2021," Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2) dinihari.

Baca Juga:

Jadi Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp5,4 Miliar

Nurdin Abdullah ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1, sedangkan Agung Sucipto ditahan di Rutan Gedung Merah Putih.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sekitar Rp2 miliar yang tersimpan di dalam koper dari rumah dinas Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat (ER).

Hal tersebut diketahui dalam kronologi tangkap tangan dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021.

KPK merinci, sekitar pukul 23.00 WITA (Jumat 26/2), AS diamankan saat dalam perjalanan menuju ke Bulukumba. Sedangkan sekitar pukul 00.00 WITA, ER beserta uang dalam koper sejumlah sekitar Rp2 miliar turut diamankan di rumah dinasnya.

Firli menjelaskan pada kegiatan tangkap tangan tersebut, tim KPK telah menangkap enam orang pada Jumat (26/2) sekitar pukul 23.00 WITA di tiga tempat berbeda di Sulawesi Selatan, yaitu Rumah Dinas Edy di kawasan Hertasening, Jalan Poros Bulukumba, dan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,

Mereka yang ditangkap, yaitu Agung Sucipto (AS), Nuryadi (NY) selaku sopir Agung, Samsul Bahri (SB) selaku ajudan Nurdin, Edy Rahmat (ER), Irfan (IF) selaku sopir/keluarga Edy Rahmat, dan Nurdin Abdullah (NA).

Pengungkapan ini berdasarkan, tim KPK yang menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diberikan oleh Agung kepada Nurdin melalui perantaraan Edy sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan Nurdin

"Pukul 20.24 WITA, AS bersama IF menuju ke salah satu rumah makan di Makassar dan setiba di rumah makan tersebut telah ada ER yang telah menunggu. Dengan beriringan mobil, IF mengemudikan mobil milik ER sedangkan AS dan ER bersama dalam satu mobil milik AS menuju ke Jalan Hasanuddin Makassar," kata Firli.

Dalam perjalanan tersebut, Agung menyerahkan proposal terkait beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021 kepada Edy.

Sekitar pukul 21.00 WITA, Irfan kemudian mengambil koper yang diduga berisi uang dari dalam mobil milik Agung dipindahkan ke bagasi mobil milik Edy di Jalan Hasanuddin.

Gubernur Nurdin Abdullah tersangka. (Foto: Antara)
Gubernur Nurdin Abdullah tersangka. (Foto: Antara)

Agung yang merupakan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) telah lama kenal baik dengan Nurdin dan berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan TA 2021.

KPK menegaskan, Agung telah mengerjakan beberapa proyek lain di Sulsel di antaranya peningkatan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan nilai Rp28,9 miliar, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte- Bontolempangan (DAK) TA 2020 dengan nilai Rp15,7 miliar.

Selanjutnya, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan (APBD Provinsi) dengan nilai Rp19 miliar, pembangunan jalan, pedisterian, dan penerangan Jalan Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp20,8 miliar serta rehabilitasi Jalan Parkiran 1 dan pembangunan Jalan Parkiran 2 Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp7,1 miliar. (Pon)

Baca Juga:

Sebelum Ditangkap, Gubernur Sulsel Hubungi Ketua DPD PDIP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Politikus Demokrat Minta Evaluasi PPKM Harus Dilakukan Secara Adil dan Proporsional
Indonesia
Politikus Demokrat Minta Evaluasi PPKM Harus Dilakukan Secara Adil dan Proporsional

"Pemerintah harus evaluasi pelaksanaan PPKM di daerah sehingga dapat berjalan lebih efektif, sehingga penurunan lebih cepat lagi," kata Syarief Hasan.

Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif
Indonesia
Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif

Dengan positivity rate 15,5 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 2.314 jiwa.

Gus Yaqut Janji Lindungi Semua Agama di Indonesia
Indonesia
Gus Yaqut Janji Lindungi Semua Agama di Indonesia

"Kami berkomitmen bahwa perlindungan terhadap umat beragama di Indonesia tidak akan memilih-milih,” kata Yaqut

Panglima TNI Rombak Ratusan Jabatan Strategis
Indonesia
Panglima TNI Rombak Ratusan Jabatan Strategis

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memutasi 136 perwira tinggi.

Dewas KPK Periksa Azis Syamsuddin
Indonesia
Dewas KPK Periksa Azis Syamsuddin

"Iya benar tadi pagi," kata Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris

Viral Video Diduga Jaksa Kasus Rizieq Terima Suap, Begini Klarifikasi kejagung
Indonesia
Viral Video Diduga Jaksa Kasus Rizieq Terima Suap, Begini Klarifikasi kejagung

Pihaknya pun meminta tak lagi menyebar rekaman video dengan narasi hoaks tersebut

Di Hadapan Anggota DPRD DKI, Anies Janji Tuntaskan Program Prioritasnya Tahun Ini
Indonesia
Di Hadapan Anggota DPRD DKI, Anies Janji Tuntaskan Program Prioritasnya Tahun Ini

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, jika pada tahun ini merupakan fase penuntasan program-program prioritas.

Polisi Duga Ada Bahan Berbahaya di Bekas Markas FPI
Indonesia
Polisi Duga Ada Bahan Berbahaya di Bekas Markas FPI

"Kami dapatkan informasi ditemukan bahan-bahan yang cukup berbahaya," kata Hengki di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (27/4).

PP Royalti Bikin LMK Punya Kekuatan Tagih dan Salurkan Hak Insan Musik
Indonesia
PP Royalti Bikin LMK Punya Kekuatan Tagih dan Salurkan Hak Insan Musik

LMKN berwenang menarik, menghimpun dan mendistribusikan royalti serta mengelola kepentingan hak ekonomi pencipta dan pemilik hak terkait di bidang lagu dan/atau musik.

Dukung Pariwisata Bali, Diagnos Lab luncurkan PCR Sameday
Lainnya
Dukung Pariwisata Bali, Diagnos Lab luncurkan PCR Sameday

Kehadiran Laboratorium PCR ini untuk mengembalikan kecepatan uji swab PCR di Bali