Kronologi Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra Versi Kejagung Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/9) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Merahputih.com - Kejaksaan Agung membeberkan kronologi foto viral saat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Anang Supriatna menjamu 2 tersangka kasus dugaan suap terkait penghapusan nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Polri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono menjelaskan foto itu terjadi dilaksanakannya pelimpahan berkas tahap kedua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara tindak pidana korupsi gratifikasi penghapusan red notice yang melibatkan tersangka NB, PU, dan TS, Jumat (16/10).

Baca Juga:

Masa Tahanan Diperpanjang, Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Makin Lama Dipenjara

"Karena sampai dengan pukul 12.00 WIB serah terima tersebut belum selesai dan terjeda dengan salat Jumat dan waktu makan siang," ujar Hari Setiyono kepada awak media, di Jakarta, Selasa (20/10).

"Maka sesuai dengan prosedur yang berlaku di Kejaksaan kepada para tersangka yang diserah terimakan diberikan jatah makan siang mengingat sudah waktunya makan siang," sambung dia.

Apalagi, terhadap tersangka dilakukan penahanan rutan. Sehingga bisa dipastikan tidak akan mendapat jatah makan siang di rutan karena posisi tersangka sedang ada di luar rutan.

Pihaknya memastikan tetap memproses kejadian ini. Khususnya, apabila ada prosedur yang dilanggar oleh jajarannya.

"Kami melakukan klarifikasi oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk mengecek apakah terdapat pelanggar prosedur oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan jajarannya," beber dia.

"Terhadap penanganan atau perlakukan Tersangka pada saat serah terima tahap kedua (II) tersebut," pungkasnya.

tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan
Foto tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Untuk diketahui, adanya jamuan makan siang yang dilakukan terhadap ketiga tersangka red notice Djoko Tjandra pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Petrus Bala Pattyona II.

Dalam unggahannya itu, pria yang mengaku sebagai pengacara itu mengunggah momen foto-foto saat Kajari Jakarta Selatan menjamu ketiga tersangka saat proses pelimpahan berkas perkara tahap II.

"Sejak saya menjadi pengacara tahun 1987, baru sekali ini di penyerahan berkas perkara tahap dua istilahnya P21, yaitu penyerahan berkas perkara berikut barang bukti tersangkanya dijamu makan siang oleh kepala kejaksaan," kata Petrus sebagaimana dikutip dari akun Facebooknya.

"Jumat 16/10 tepat jam 10 para penyidik Dittipikor Bareskrim bersama tiga tersangka (Brigjen Pol. Prasetijo Utomo, Irjen Pol. Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi) dalam kaitan penghapusan red notice Joko S. Chandra tiba di Kejaksaan Negeri Jaksel," tambahnya.

Baca Juga:

Anita Kolopaking Jadi Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo

Dalam unggahan itu, Petrus mengungkapkan Kajari Jakarta Selatan juga sempat meminta maaf kepada ketiga tersangka red notice saat hendak diminta memakai rompi tahanan.

"Seusai makan siang Kajari menghampiri kami dan menyerahkan baju tahanan Kejaksaan ke kedua TSK, sambil menjelaskan, mohon maaf ya jenderal, ini protap dan aturan baku sebagai tahanan kejaksaan. Kedua Tsk langsung menerima, membuka baju dinas untuk mengenakan baju tahanan, karena pak Kajari bilang dipakai sebentar karena di loby banyak wartawan yang meliput dan ini demi kebaikan bersama," tandasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
HIPMI Diharap Jadi Inisiator Pembuka Lapangan Kerja Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
HIPMI Diharap Jadi Inisiator Pembuka Lapangan Kerja Warga Terdampak COVID-19

HIPMI mengungkapkan jenis usaha yang masih dapat dikembangkan masyarakat

69.612 Pasien COVID-19 Sembuh dari RSD Wisma Atlet
Indonesia
69.612 Pasien COVID-19 Sembuh dari RSD Wisma Atlet

Sebanyak 69.612 pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, dinyatakan telah sembuh.

Update COVID-19 Selasa (16/2): Kasus Positif Bertambah 10.029
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (16/2): Kasus Positif Bertambah 10.029

Kasus meninggal bertambah 229 menjadi total 33.596

Ini Penyesuaian MRT Jakarta Selama PPKM Mikro
Indonesia
Ini Penyesuaian MRT Jakarta Selama PPKM Mikro

PT MRT Jakarta menyesuaikan waktu keberangkatan kereta melalui perubahan jarak antarkereta (headway) menjadi 10 menit tetap untuk seluruh jam operasional.

Ratusan Anggota FPI Diduga Tersandung Pelanggaran Hukum, Salah Satunya Terorisme
Indonesia
Jokowi Bisa Umumkan Reshuffle Kabinet Pagi Atau Siang Hari
Indonesia
Jokowi Bisa Umumkan Reshuffle Kabinet Pagi Atau Siang Hari

Langkah reshuffle memang semakin mendesak

KPK Usut Kasus Pemerasan yang Diduga Dilakukan Oknum Penyidik dari Kepolisian
Indonesia
KPK Usut Kasus Pemerasan yang Diduga Dilakukan Oknum Penyidik dari Kepolisian

Oknum penyidik yang berasal dari Kepolisian itu diduga meminta uang Rp1,5 miliar ke Bupati Tanjungbalai H.M Syahrial dengan iming-iming akan menghentikan kasusnya.

Pedagang Positif COVID-19, Pemprov DKI Diminta Lebih Humanis
Indonesia
Pedagang Positif COVID-19, Pemprov DKI Diminta Lebih Humanis

Dia berharap Pemprov DKI Jakarta kampanye secara masif bahwa pasar tradisional aman, pasar sehat

Polisi Kukuh Tangkap Rizieq meski Ingin Hadiri Pemeriksaan
Indonesia
Polisi Kukuh Tangkap Rizieq meski Ingin Hadiri Pemeriksaan

Pihak kepolisian menegaskan tidak mengeluarkan surat panggilan pemeriksaan tersangka dan akan langsung menangkap Rizieq.

Tidak Ada Lagi Zona Hijau di Sulawesi Selatan
Indonesia
Tidak Ada Lagi Zona Hijau di Sulawesi Selatan

Penyebaran kasus COVID-19 di Sulawesi Selatan sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Kini, tidak ada lagi zona hijau di Sulsel sejak per 20 Desember 2020.