HUT Jakarta
Kronik Betawi, Dinamika Masyarakat Betawi saat Bersinggungan dengan Modernisme Potret Betawi dalam Kronik Betawi (Foto: Ratih Kumala)

JAKARTA merupakan kota metropolitan yang terlihat begitu menjanjikan. Banyak pendatang hijrah ke Jakarta untuk sekedar memperbaiki nasib. Hanya berselang beberapa tahun menetap di ibukota negara ini, mereka kemudian memproklamirkan dirinya sebagai orang Jakarta. Padahal mereka hanya bermodalkan KTP Jakarta.

Meski demikian, ada begitu banyak sejarah tentang kota ini yang terkubur dan tidak diketahui oleh para pendatang ber KTP Jakarta tersebut. Mereka tidak tahu bahwa Menteng yang dikenal daerah elit tersebut sesungguhnya adalah nama buah.

Selain itu, orang-orang Jakarta tidak tahu bahwa zaman dahulu di daerah Kebon Jeruk memang terdapat hamparan pohon jeruk yang cukup luas. Pun mereka tidak tahu kebenaran dari orang Betawi yang dikenal doyan kawin.

Baca juga:

Blok M, dari Kota Satelit Ibu Kota ke Creative Hub Keren Masa Kini

Mereka tidak cukup beruntung untuk menyaksikan potret Jakarta versi original. Sebaliknya, mereka cukup puas melihat gedung-gedung tinggi di Jakarta.

Lantas, benarkah sebuah peradaban modern menggilas peradaban original? Apakah kehidupan modern memang jauh lebih baik dibandingkan budaya lokal sehingga patut menyingkirkan budaya asli?

Kronik Betawi, Dinamika Masyarakat Betawi saat Bersinggungan dengan Modernisme
Potret Jakarta (dulu Batavia) tahun 1927. (Foto: blokbetawi)

Dalam novel Kronik Betawi, sang penulis, Ratih Kumala menyoroti transformasi Jakarta dari dulu hingga kini. Melihat apa saja yang sudah tergusur atau terabaikan di ibukota. Selain itu, kita juga bisa melihat perjalanan Betawi dan anak Betawi yang harus berjuang berhadapan dengan modernisasi.

Kronik Betawi mengangkat dinamika tiga bersaudara asli Betawi beserta permasalahan yang mereka hadapi. Ketiga kakak beradik tersebut yakni Haji Jaelani, Haji Jarkasi, serta adik mereka Juleha. Persoalan yang dihadapi ketiganya mewakili seluruh lapisan masyarakat Betawi.

Baca juga:

Makna di Balik Prosesi Pernikahan Betawi

Misalnya, Haji Jaelani, pengusaha sapi perah yang harus menelan pil pahit tatkala tanah warisan orang tuanya kena gusur. Dirinya berharap ayahnya mau mengajarkan mantera Jiung yang digunakan saat menghadapi tentara Jepang. Ia berharap dengan menguasai ilmu ayahnya, ia tidak perlu menghadapi penggusuran.

Sementara saudaranya Haji Jarkasi juga harus menghadapi problematika yang tidak kalah menyedihkan. Sebagai seorang seniman Betawi, ia tidak mendapatkan upah setimpal dari apa yang ia upayakan. Situasi semakin memburuk ketika kian hari kian sedikit orang yang memiliki minat pada kesenian Betawi. Sepi order dan dia juga harus ikhlas menerima bayaran seadanya.

Terakhir ada adik mereka Juleha yang terjebak dalam pernikahan poligami. "Emang orang Betawi itu tukang kawin ye? Aye kaga setuju kalo ini dibilang tradisi," ujarnya.

Kita juga bisa nelihat bagaimana potret masyarakat Betawi yang sudah terpapar modernisme memiliki dua sikap berbeda. Togar yang lebih suka musik Rock and Roll daripada Gambang Kromong dan Edah yanh masih menyukai budayanya sendiri. Edah yang merupakan anak Jarkasi itu juga digambarkan pandai menari. (avia)

Baca juga:

2021 Menandakan Dua Tahun HUT DKI Jakarta Tanpa Kehadiran Jakarta Fair

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TikTok Hadirkan Diskusi Soal Perkembangan Film di Indonesia
ShowBiz
TikTok Hadirkan Diskusi Soal Perkembangan Film di Indonesia

TikTok jadi bagian dari Sundance Film Festival: Asia.

Lahan Pertanian di Belanda Penuh dengan Ribuan LED, Ada Apa?
Fun
Lahan Pertanian di Belanda Penuh dengan Ribuan LED, Ada Apa?

Lahan pertanian di kota Lelystad, Belanda dipenuhi dengan ribuan LED berwarna saat malam hari.

3 Earbuds Wireless dengan Fitur Noise-Cancelling Terbaik
Fun
3 Earbuds Wireless dengan Fitur Noise-Cancelling Terbaik

Tingkatkan pengalaman mendengarkan lagu kamu dengan tiga earbuds ini

'Vincenzo' makin Seru, 5 Hal ini Bikin Penonton Tercengang
ShowBiz
'Vincenzo' makin Seru, 5 Hal ini Bikin Penonton Tercengang

Dari yang lucu sampai membuat ternganga.

Puasa Latih Anak Jadi Displin dan Hidup Sehat
Fun
Puasa Latih Anak Jadi Displin dan Hidup Sehat

Puasa memiliki banyak manfaat untuk anak yang tengah belajar ibadah di bulan Ramadan

Apple Gelar Acara 20 April, Rilis Apa?
Fun
Apple Gelar Acara 20 April, Rilis Apa?

Acara itu bertajuk Spring Loaded.

Survei: Di Indonesia Mayoritas Masyarakat Merasa Kesepian
Fun
Survei: Di Indonesia Mayoritas Masyarakat Merasa Kesepian

Menurut sebuah survei di Indonesia, mayoritas Masyarakat Merasa Kesepian

Buktikan Eksistensi, Ungu Rilis Lagu 'Setelah Kau Pergi'
ShowBiz
Buktikan Eksistensi, Ungu Rilis Lagu 'Setelah Kau Pergi'

Setelah sekian lama 'vakum' di industri musik tanah air, Ungu akhirnya merilis single terbarunya yang berjudul Setelah Kau Pergi.

45 Tahun Sudah Satelit Indonesia A1 Mengorbit
Fun
45 Tahun Sudah Satelit Indonesia A1 Mengorbit

Pemerintah ingin memperkuat sistem komunikasi Indonesia.

'Give Me Back My Broken Heart', Lagu Baru Marcell Lintas Negara
ShowBiz
'Give Me Back My Broken Heart', Lagu Baru Marcell Lintas Negara

Kolaborasi Marcell dengan musisi Urugay menghasilkan karya ciamik.