KRMP Ajukan Audensi dengan Anies Terkait Penggusuran, Ancam Demo jika Tak Digubris Pengacara Publik LBH Jakarta Jihan Fauziah Hamdi (tengah). (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Koalisi Rakyat Menolak Penggusuran (KRMP) mendatangi Balai Kota DKI untuk mengirimkan surat permintaan audiensi ke Gubernur Anies Baswedan, untuk mencabut Peraturan Gubernur Nomor 207 tahun 2016 tentang Penertiban Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin Yang Berhak.

Pengacara Publik LBH Jakarta Jihan Fauziah Hamdi mengungkapkan, pada 6 April 2022, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Anies, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kepala Biro Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Pada pertemuan itu, dihasilkan kesimpulan bahwa Pemprov akan membahas Pergub DKI 207/2016 bersama dengan Biro Hukum Pemprov DKI dan KRMP, serta melakukan moratorium pelaksanaan upaya penggusuran paksa sampai dengan ada keputusan terkait pergub itu diputuskan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Simpatisan Anies Colong Star Kampanye

"Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan maupun tindakan faktual yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta atas pencabutan Pergub DKI 207/2016," tegas Jihan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (4/8).

Jihan menerangkan, hari ini KRMP menjadwalkan audensi kepada Gubernur Anies Baswedan pada Kamis 11 Agustus 2022. Bila undangan audiensi itu tak digubris pihaknya mengancam akan menggelar aksi demo.

"Kalau tidak ada respons setelah kami follow up, kami bisa jadi merencanakan aksi untuk menuntut adanya pencabutan pergub ini," ucapnya.

Jihan menegaskan, aksi unjuk rasa tersebut nantinya akan dilakukan bersama korban penggusuran oleh Pemerintah DKI dan elemen mahasiswa.

"Itu kami libatkan, makanya kalau misalnya dari koalisi rakyat ini yang tergabung ada sekitar 57 kampung dan terbagi dengan mahasiswa juga itu pasti kami libatkan untuk hadir sebagai bentuk apa? Ya tentu sebagai bentuk representasi yang menjadi korban adalah warga langsung gitu," ungkapnya.

Baca Juga:

Anies Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat, PSI Ungkit 15 Kelurahan Tak Punya Puskesmas

Lebih lanjut alasan KRMP mendesak Pemprov DKI mencabut Pergub DKI 207/2016 karena mayoritas penggusuran dilakukan tanpa musyawarah dengan penggunaan aparat tidak berwenang seperti TNI.

Lalu, adanya sengketa/konflik lahan dengan pihak korporasi dan pemerintah yang memiliki akses luas terhadap hukum, berhadapan dengan masyarakat miskin kota yang termarjinalkan.

"Pergub DKI 207/2016 menjadi bentuk penggunaan kekuasaan dalam penyelesaian konflik alih-alih menempuh prosedur hukum dan hak asasi manusia," paparnya.

Selain melanggar UU TNI, Pergub DKI 207/2016 telah melanggar ketentuan pada Kovenan Ekosob karena tidak memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan terhadap hak atas perumahan dengan membenarkan tindakan penggusuran paksa.

"Pergub DKI 207/2016 juga telah melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik, sebab tidak adanya kepastian hukum dalam proses pembuktian kepemilikan dalam hal terjadi sengketa tanah, terlanggarnya asas kemanfaatan karena melegitimasi penggusuran paksa dan membuka ruang bagi penggunaan kekerasan oleh aparat maupun pihak ketiga yang tidak memiliki kepentingan dan kewenangan," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Anies Diminta Stop Buat Kebijakan Ngawur

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: KTP dan NPWP Dibuat Ganda Untuk Persiapan Pemilu 2024
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KTP dan NPWP Dibuat Ganda Untuk Persiapan Pemilu 2024

Beredar sebuah unggahan foto di Facebook oleh akun bernama Ahamid yang memperlihatkan 3 buah KTP dan NPWP yang memiliki data yang berbeda namun memiliki foto yang identik.

KPK Lanjutkan Pemeriksaan 2 Politikus Partai Demokrat
Indonesia
KPK Lanjutkan Pemeriksaan 2 Politikus Partai Demokrat

Dalam pemeriksaan pada Senin (11/4) lalu, Andi Arief dicecar tim penyidik KPK mengenai komunikasinya dengan Abdul Gafur.

Rizieq Bakal Sebulan Sekali Buat Laporan dan Tak Boleh ke Luar Kota
Indonesia
Rizieq Bakal Sebulan Sekali Buat Laporan dan Tak Boleh ke Luar Kota

Mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengungkapkan status hukumnya saat ini adalah tahanan kota.

YLBHI Sebut Polisi Lakukan Sweeping ke Rumah Warga Wadas
Indonesia
YLBHI Sebut Polisi Lakukan Sweeping ke Rumah Warga Wadas

Update dan informasi yang didapat di lapangan menurut YLBHI hanya berdasarkan klaim sepihak dari kepolisian dan gubernur.

Tekan Angka Pengangguran, Pemerintah Dorong Usaha Rakyat Kelola SDA Dioptimalkan
Indonesia
Tekan Angka Pengangguran, Pemerintah Dorong Usaha Rakyat Kelola SDA Dioptimalkan

"Kita memiliki banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan agar perekonomian dasar masyarakat dapat terus bergerak. Dengan konsep usaha rakyat bersama melalui koperasi," kata LaNyalla dalam keterangannya, Minggu (26/12).

Aksi Kekerasan Oknum Polisi di Tangerang, Konsep Presisi Kapolri Dipertanyakan
Indonesia
Aksi Kekerasan Oknum Polisi di Tangerang, Konsep Presisi Kapolri Dipertanyakan

Hal ini menunjukkan minimnya implementasi konsep Presisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lapangan, terutama oleh anggota-anggota.

 Varian Omicron Terus Merebak, Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Ujian
Indonesia
Varian Omicron Terus Merebak, Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Ujian

Beberapa kebijakan diambil terkhusus dalam hal pengetatan perbatasan dan kedatangan dari luar negeri.

Minyak Goreng Langka, Politikus PKS Tuding Bagian Hulu Tidak Dibenahi
Indonesia
Minyak Goreng Langka, Politikus PKS Tuding Bagian Hulu Tidak Dibenahi

Pemerintah sebagai sebuah tim yang utuh berkoordinasi secara intens dan komprehensif dari hulu hingga hilir.

DPR Tagih Peran OJK Tindak Trading Binary Option
Indonesia
DPR Tagih Peran OJK Tindak Trading Binary Option

Komisi XI DPR mendesak agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat mempertegas andilnya untuk menindak praktik trading binary option yang sudah meresahkan masyarakat.

11 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Disingkirkan Shin Tae-yong
Indonesia
11 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Disingkirkan Shin Tae-yong

Tiga di antaranya merupakan pemain andalan yang berkiprah di luar negeri