KRL Jakarta-Bogor Anjlok, Lagi-lagi Gerindra Salahkan Jokowi Presiden Jokowi saat naik KRL. (Ist)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono kembali menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini soal kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3). “Belum seminggu KRL Jakarta-Bogor ditumpangi Joko Widodo, KRL-nya langsung anjlok dan banyak makan korban luka-luka," kata Arief lewat pesan singkat, Minggu (10/3) malam

KRL KA 1722 rute Jatinegara-Bogor diketahui keluar dari lintasan dan menabrak tiang listrik. Proses evakuasi gerbong yang anjlok masih berlangsung hingga Minggu malam. Jokowi sebelumnya menaiki transportasi massal itu pada 6 Maret lalu.

"Untung saja enggak ada Pak Joko Widodo ya. Mungkin saja saat KRL ditumpangi oleh Joko Widodo hanya untuk tebar pesona dan pasti KRL-nya sudah di-check dengan benar atau sudah disterilkan, sehingga risiko anjloknya tidak akan terjadi," ungkap Arief.

Arief kemudian menyarankan mantan wali kota Solo dua periode itu untuk naik KRL Jakarta-Bogor pada hari kerja. Menurutnya, selain menghemat APBN, alat transportasi itu mungkin akan lebih terjamin keamanannya. “Ini kan sepertinya ingin cari suara dan simpati ya. Aduh kasihan juga para penumpang KRL jadi sarana politisasi Kangmas Joko Widodo," sindir Arief.

KRL Anjlok
KRL Jakarta-Bogor anjlok di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. (Humas KAI)

Meskipun demikian, Arief merasa prihatin dengan terjadinya kecelakaan KRL tersebut, terutama terhadap para penumpang yang mengalami luka dan shock akibat peristiwa tersebut.

Menurut Arief, ke depan perlu ada pemebenahan yang lebih baik untuk pelayanan moda transportasi tersebut agar mengurangi risiko kecelakan. "Yang pasti tolong Kang Mas (Jokowi) jangan kampanye di KRL lagi. Nanti bisa anjlok lagi loh," tukas Arief.

Pengurus serikat pekerja BUMN itu juga mengapresiasi sikap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang telah meminta maaf atas insiden kecelakaan KRL tersebut. "Perlu Kita apresiasi setinggi-tingginya. Ini contoh pejabat negara yang punya tanggung jawab dan perlu dicontoh," pungkasnya.

Sebelumnya, Arief Poyuono juga menyalahkan Presiden Jokowi terkait penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief karena kasus narkoba. Arief Poyuono menilai Andi Arief hanya menjadi korban kegagalan rezim Joko Widodo. Pasalnya, kata dia, peredaran narkoba di era Jokowi semakin massif.

"Andi Arief Cuma jadi korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia," kata Arief kepada wartawan, Senin (3/3). (Pon)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH