Kritisi Rencana Impor Beras, PDIP Singgung Pidato Bung Karno Sebelum Bacakan Teks Proklamasi Stok beras. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Wacana kebijakan Impor beras dari Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi terus menjadi polemik. PDI Perjuangan (PDIP) sebagai Partai pengusung utama pemerintah menegaskan kebijakan itu patut dikritisi.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan sejumlah alasan mengapa partainya mengkritisi kebijakan itu. Pertama, menurut Hasto para pendiri bangsa khususnya Bung Karno telah menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus bisa berdiri di kaki sendiri (berdikari), termasuk dalam hal pangan.

Baca Juga:

Ganjar Pertanyakan Rencana Impor Beras saat Masuki Masa Panen

"Sebelum membacakan teks Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno menyampaikan pidato singkat yang intinya untuk berani meletakkan nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri," kata Hasto dalam Webinar Repdem bertajuk 'Impor Beras dan Garam: Adu Nasib Petani vs Pemburu Rente, Kamis (25/3)

"Hanya dengan berani meletakkan nasib di tangan sendiri, kita akan berdiri dengan kuatnya. Ini adalah suatu pernyataan politik di mana kita punya suatu mental berdikari dan itulah yang menjadi alasan mengapa Indonesia ini berdiri," tambah Hasto.

Lalu dari aspek legitimasi menurut Hasto kebijakan impor juga bertentangan sebab upaya untuk menyejahterakan petani masuk di dalam Pancasila di dalam cita-cita kemanusiaan.

"Cita-cita kemanusiaan itu membebaskan manusia itu dari berbagai belenggu penjajah, termasuk mereka para pemburu rente yang ingin mengambil jalan pintas dengan melakukan impor, sesuatu yang sehausnya kita mampu memproduksi," urai Hasto.

Ilustrasi. (ANTARA FOTO)

Hasto berpandangan, tujuan pembentukan negara adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, termasuk kesejahteraan petani bukan kesejahteraan petani asing.

"Itu sangat jelas. Juga untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pemimpin harus memahami tujuan dari bernegara. Yaitu berpihak pada petani. Kedaulatan petani dalam berproduksi harus dilindungi dan produksinya dinikmati oleh rakyat, tidak sedikit-sedikit terancam oleh kebijakan sepihak untuk melakukan impor," papar Hasto.

Lebih jauh, karena itulah Hasto menekankan konstitusi sudah jelas bahwa impor berbanding terbalik dari perintah menyejahterakan rakyat, padahal bumi alam dan segala isinya harus diolah sebaik-baiknya.

"Bagaimana untuk hal pangan seharusnya kita mampu berproduksi sendiri, 75 tahun merdeka masak kita harus bergantung terus menerus pada impor," tegas Hasto.

Baca Juga:

Stok Berkurang, Indonesia Berpotensi Impor Beras 2,25 Juta Ton Seperti di 2018

Hasto juga memahami meski PDIP kritis soal impor beras, banyak yang menyebut PDIP partai Pemerintah rasa oposisi. Yang disampaikan PDIP dalam konteks berdemokrasi yang sehat.

"Padahal yang dilakukan Partai adalah kritik atas kebijakan atas dasar cara pandang yang sesuai platform Partai," pungkas Hasto. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebun Binatang Tertua di Jepang Sambut Kelahiran Bayi Gajah Pertama
Dunia
Kebun Binatang Tertua di Jepang Sambut Kelahiran Bayi Gajah Pertama

Kebun Binatang Ueno mengumumkan kelahiran bayi gajah pertamanya sejak tempat itu berdiri 138 tahun yang lalu.

TMII Dikuasai Pemerintah, Ketua DPD Berharap Dikelola Lebih Profesional dan Modern
Indonesia
TMII Dikuasai Pemerintah, Ketua DPD Berharap Dikelola Lebih Profesional dan Modern

"Diharapkan ke depan pemerintah mampu membuat angin perubahan pengelolaan TMII lebih profesional dan modern, menjadi sarana rekreasi edukatif dan menghibur," harapnya.

896.530 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
896.530 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19

Pemerintah kembali melaporkan jumlah kasus positif virus COVID-19, Selasa (2/2).

Anak Buah Luhut Persilakan Maskapai Penerbangan Naikkan Tarif
Indonesia
Anak Buah Luhut Persilakan Maskapai Penerbangan Naikkan Tarif

Aturan soal tarif batas atas tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2020

Berpeluang Lawan Anies di Pilkada DKI, Gibran: Fokus di Solo Dulu
Indonesia
Berpeluang Lawan Anies di Pilkada DKI, Gibran: Fokus di Solo Dulu

Ia menegaskan pihaknya akan fokus Menjadi Wali Kota Solo terlebih dulu dan tidak akan meninggalkan Solo.

Pameran Industri Material dan Interior IndoBuildTech Expo 2020 Digelar Virtual
Indonesia
Pameran Industri Material dan Interior IndoBuildTech Expo 2020 Digelar Virtual

Karena mengusung konsep virtual, IndoBuildTech Digital Fair diharapkan bisa menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Ini Fokus Penanganan Banjir Jakarta Kata Wagub
Indonesia
Ini Fokus Penanganan Banjir Jakarta Kata Wagub

Pemprov DKI Jakarta tengah mengupayakan program pelebaran sungai dengan tujuan memperluas volume tampungan air.

DPD Minta Kejaksaan Tahan Rumahkan 4 IRT Kasus Pengerusakan di Lombok
Indonesia
DPD Minta Kejaksaan Tahan Rumahkan 4 IRT Kasus Pengerusakan di Lombok

"Negara harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama bagi rakyat kecil yang justru sedang menuntut keadilan di hadapan korporasi. Sudah cukup dengan kasus Nenek Asyani," kata Sultan.

Kawasan Padat Penduduk Mangga Dua Selatan Nyaris Nihil Kasus COVID-19
Indonesia
Kawasan Padat Penduduk Mangga Dua Selatan Nyaris Nihil Kasus COVID-19

Penyebaran COVID-19 kawasan Jakarta Pusat dinilai lebih terkendali. Penurunan pun terjadi di kawasan yang sebelumnya zona merah seperti RW 04, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar.

Kemenag Komentari Penggunaan Kotak Amal untuk Danai Teroris
Indonesia
Kemenag Komentari Penggunaan Kotak Amal untuk Danai Teroris

Kepolisian mengungkapkan adanya modus penggunaan kotak amal yang ditaruh di minimarket untuk mendanai kegiatan teroris di Indonesia.