Kritik Revolusi Mental, Demokrat Mantap Jadikan AHY Capres atau Cawapres Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi politiknya (Foto: MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara terang benderang mengkritik Jargon Pemerintahan Jokowi-JK "Revolusi Mental" saat menyampaikan orasi politik berjudul "Dengarkan Suara Rakyat" di hadapan kader partai berlambang bintang mercy di JCC, Senayan Jakarta, Sabtu (9/6).

Dalam orasinya, Putra Sulung Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai pemerintahan Jokowi-JK terlalu sibuk mengurusi pembangunan infrastruktur dan terkesan mengabaikan pembangunan manusianya.

Padahal, pembangunan manusia Indonesia, katanya, menjadi fokus awal Jokowi melalui revolusi mentalnya. "Sebenarnya pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia, namun pada perjalanannya kurang mendapat perhatian," ujar AHY.

AHY bersama Kader Partai Demokrat
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) berfoto bersama sejumlah kader partai Demokrat usai menyampaikan orasi politik di Jakarta Convention Center, Jakarta (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Pertanyaannya, kemana Revolusi Mental yang menjadi tag linenya pemerintahan Jokowi-JK. "Apa kabar Revolusi Mental," tanya Cagub DKI Jakarta itu.

Dikatakannya, Revolusi Mental Jokowi seperti tenggelam seiring kuatnya arus pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah.

"Hiruk pikuk pembanguan infrastruktur membuat Revolusi Mental kurang diperhatikan," lanjut AHY.

Demokrat Ingin Capres Atau Cawapres

Kritik tajam AHY terhadap Revolusi Mental Jokowi seolah menutup jalur komunikasi politik Jokowi dan Demokrat yang sejak awal menginginkan AHY berdampingan dengan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Menyikapai hal itu, Pengamat Politik Bhineka Institute Ridwan Darmawan menilai, orasi politik AHY sebagai langkah tegas Demokrat yang ngotot ingin mencalonkan AHY sebagai Capres atau Cawapres.

SBY bersama Ibu Ani menyimak pidato AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) bersama Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Panjaitan (kedua kiri) hadir dalam orasi politik AHY di Jakarta Convention Center, Jakarta (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

"Sebelumnya niat Demokrat untuk mengusung AHY sebagai Capres atau Cawapres sudah sangat jelas. Apalagi AHY sudah dikukuhkan sebagai Next Leader oleh Demokrat," kata Ridwan saat dimintai keterangan, Sabtu (9/6).

Apakah Demokrat berhasil mengusung AHY sebagai Capres atau Cawapres di Pilpres mendatang, Ridwan menilai itu sesuatu yang memungkinkan.

"Tergantung komunikasi politik Demokrat, dinamika politik kan tidak datar-datar saja, dilihat dari sejumlah survei cukup bagus, tapi belum tentu juga," terangnya.

Sebelumnya, sejumlah opsi peta pertarungan pilpres 2019 mengemuka, Demokrat disebut bakal membuat poros ketiga atau bergabung dengan koalisi yang sudah ada.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Beri Kuliah Umum di Norwegia, Menteri Susi Paparkan Tiga Pilar Perikanan Indonesia

Kredit : fadhli


Eddy Flo