Kritik Reuni 212, Ade Armando: Umat Sebaiknya Berhenti Lakukan Hal Mubazir Ilustrasi: aksi damai 212 jilid II, massa aksi perlahan meninggalkan gerbang DPR/MPR RI menuju ke arah Slipi dan Semanggi. Merahputih.com / Derry Ridwansah

Merahputih.com - Pengamat komunikasi politik Ade Armando mengkritik rencana reuni 212 pada 2 Desember mendatang. Selain tak relevan, aksi tersebut hanya menghabiskan energi dam negara. Seharusnya umat tak berlebihan dalam mengadakan suatu kegiatan.

"Umat sebaiknya berhenti melakukan hal-hal mubazir," kata Ade dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Senin (25/11).

Baca Juga:

Habib Rizieq Dukung Proses Hukum Penyebaran Meme 'Joker' Anies

Bahkan, Ade menyebut kegiatan itu hanya menghabiskan uang tapi tujuannya yang tak jelas. "Buat apa bikin reuni 212? Mahal, melelahkan, membuat suasana tegang, memecah belah bangsa," jelas Dosen Ilmu Komunikasi UI ini.

Ade berharap umat lebih fokus pada kegiatan yang berguna bagi bangsa. "Konsentrasikan lah perhatian pada hal yang akan meningkatkan kualitas kesejahteraan bangsa ini," imbuh Ade.

Aksi 212. (Foto: Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Senada, pengamat politik Wempy Hadir juga menilai reuni aksi 212 sangat tidak masuk akal sehat dan tidak tidak relevan.

"Apa yang mau dibacapai dari aksi tersebut? Sangat absurd. Tujuan mereka melakukan bisa dilacak dari point tuntutan mereka nantinya. Kalau tuntutannya masih seperti semula, maka buat apa pemerintah memperdulikan tuntutan mereka," jelas Wempy.

Ia menyebut, tidak ada alasan untuk mendengarkan suara mereka. Justru, ia curiga kegiatan reuni 212 dapat mengganggu iklim investasi yang bisa berdampak terhadap minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia.

Baca Juga:

PA 212 Ancam Kerahkan Gelombang Aksi Besar-besaran Seperti Era Ahok

"Jika negara tidak aman, maka investor akan berhitung untuk melakukan investasi. Sebaiknya pihak keamanan mengambil langkah tegas demi kepentingan negara," tutup Wempy. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH