Krisis Pandemi COVID-19, Harga Sampo di Korea Utara Mencapai Jutaan harga sampo melonjak di Korea Utara (Sumber: Indian Express)

DI saat Korea Selatan sedang berjaya lewat K-Pop dan K-Drama, negara saudaranya, Korea Utara justru dilanda krisis hebat. Penyebab utamanya karena aktivitas ekspor Korea Utara dan sesama negara komunis lainnya, Tiongkok mandek.

Akibatnya, fluktuasi pun tidak terhindarkan. Harga barang-barang pokok melambung tinggi tidak terkontrol. Kebutuhan harian masyarakat Korea Utara seperti sampo pun mendadak jadi kebutuhan langka nan mewah. Bayangkan saja, untuk sebotol sampo dibanderol dengan harga USD 200 (Rp 2,8 juta).

Baca juga:

Korea Utara Hukum Mati Warga yang Gemar Drakor

Beberapa waktu lalu, pemimpin negara tersebut, Kim Jong-un mengatakan negaranya sukses mengatasi dampak pandemi COVID-19 baik dari sisi medis maupun ekonomi. Dirinya juga menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan oleh Korea Utara untuk mengatasi krisis pangan akibat dari pandemi COVID-19 yang terjadi setahun belakangan.

Krisis terparah Korea Utara. (Sumber: Business Insider)

Menurut pakar ekonomi, Peter Ward dilansir Reuters, kenaikan harga barang-barang di Korea Utara dapat disebabkan karena situasi perdagangan luar negeri yang tidak menentu. Hal tersebut semakin diperburuk dengan kebijakan Tiongkok yang melakukan pembatasan perdagangan karena pandemi COVID-19.

"Setidaknya untuk satu bulan ke depan hal ini masih berlanjut," jelas Ward. Ward mengungkapkan jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan beberapa waktu ke depan masyarakat Korea Utara juga bisa mengalami kelaparan.

Baca juga:

Sadisnya Rumah Sakit di Korea Utara, Pasien Diamputasi Tanpa Anestesi

Kim Jong-un mengatakan tentang kesuksesan ekonomi negaranya. (Sumber: Business Today)

"Jika kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan Korea Utara akan mengalami krisis kelaparan. Bahkan lebih parah dari negara termiskin di dunia," ujarnya penuh kekhawatiran.

Kondisi tersebut kian diperparah dengan turunnya mata uang negara tersebut di dunia. Nilai won Korea Utara terhadap dolar menjadi 15-20 persen. Kelonjakan tersebut bermula saat beberapa masyarakat menukar dolar. "Gejolak harga bahan pokok dan nilai mata uang akan membuat perdagangan dengan Tiongkok akan menjadi lebih sulit," tutur Ward. (avia)

Baca juga:

Drama 'Crash Landing on You' Pengaruhi Pemerintahan Korea Utara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Suzuki Marine Luncurkan Mesin Terbaru DF115B di IIMS 2022
Fun
Suzuki Marine Luncurkan Mesin Terbaru DF115B di IIMS 2022

Mesin Suzuki DF115B hadir dengan desain terbaru.

Porsche Taycan 2022 Bisa Parkir Sendiri
Fun
Porsche Taycan 2022 Bisa Parkir Sendiri

Porsche taycan tampil lebih nyaman di tahun depan.

Berperan di 'Little Mom', Natasha Wilona Ngaku Kesulitan
ShowBiz
Kesan Jefri Nichol dan Tiara Andini Main di Film 'My Sassy Girl'
Hiburan & Gaya Hidup
Kesan Jefri Nichol dan Tiara Andini Main di Film 'My Sassy Girl'

My Sassy Girl sedang tayang di bioskop Tanah Air.

4 Tips untuk Tidur Malam yang Lebih Nyenyak
Hiburan & Gaya Hidup
4 Tips untuk Tidur Malam yang Lebih Nyenyak

Jika tidur nyenyak, kamu akan bangun dalam keadaan segar sehingga tubuh dan otak bisa bekerja lebih baik.

Pahami Cara Mendampingi Penderita Kanker Saat Terjadi Keterlambatan Medis
Fun
Pahami Cara Mendampingi Penderita Kanker Saat Terjadi Keterlambatan Medis

Ini akan menjadi lebih jelas dan lebih mengenal cara merawat orang dengan kanker lebih baik.

Mengenal Mi Shirataki dan Manfaat untuk Tubuh
Fun
Mengenal Mi Shirataki dan Manfaat untuk Tubuh

Mi shirataki terbuat dari akar tanaman konjac atau konnyaku yang umum tumbuh di Jepang, China, dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Feby Putri Luncurkan Single Tanpa Pamrih
ShowBiz
Feby Putri Luncurkan Single Tanpa Pamrih

Tanpa Pamrih siap menghibur pendengar.

Margot Robbie Kembali Sebagai Harley Quinn di 'Joker 2'?
Fun
Margot Robbie Kembali Sebagai Harley Quinn di 'Joker 2'?

'Joker 2' sedang dalam proses penggarapan.

Tanda Bahaya Mata Kedutan
Hiburan & Gaya Hidup
Tanda Bahaya Mata Kedutan

Kejang mata bisa amat menggagnggu dan menjengkelkan.