berita-singlepost-banner-1
Krisis COVID-19, Bagi-Bagi 29,3 Juta BLT Sanggup Jaga Daya Beli Rakyat? Petugas medis melintasi ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/ Hendra Nurdiyansyah
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

Merahputih.com - Pemerintah saat ini terus fokus meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat penyebaran virus korona (COVID- 19). Pemerintah tengah fokus untuk menjaga daya beli dari kelompok masyarakat miskin dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 29,3 juta warga Indonesia.

Jumlah total nominal dana kini masih dalam proses perhitungan Pemerintah. Data yang sudah valid adalah sebanyak 15,2 juta orang yang merupakan peserta penerima Bantuan Pangan Non Tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kemudian untuk 14,1 juta orang lainnya masih perlu divalidasi lebih lanjut.

“Sambil digulirkan (ke) 15,2 juta (orang), kita kompilasi terus,” kata Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Kamis (26/3).

Baca Juga:

Presiden Hingga Anggota DPR Diminta Potong Gaji untuk Bantu Rakyat yang Terpapar COVID-19

Susiwijono menambahkan nantinya pemerintah juga memberikan BLT untuk komunitas terdampak seperti pekerja sektor informal contohnya warung, toko-toko kecil, pedagang pasar.

Adapun untuk data lengkapnya pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi, dan pihak terkait lainnya.

“Demikian juga pekerja harian di pusat perbelanjaan, kami kerjasama dengan asosiasi, kita akan data pekerja informal harian untuk mendapatkan BLT dalam rangka meningkatkan daya beli,” kata Susiwijono.

Impor bawang putih dari Tiongkok menyebabkan harga komoditas tersebut sulit dikendalikan
Penjual bawang putih di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/2).(MP/Ismail)

Menurut dia, kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli kepada komunitas terdampak selama wabah korona di Indonesia. Dia menambahkan sektor informal yang paling terdampak adalah pemilik warung, toko kecil, hingga pedagang pasar.

Pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta asosiasi pasar untuk mendata siapa saja yang berhak mendapat BLT.

"Kedua, yang paling terdampak adalah pelaku usaha transportasi online Gojek Grab. Kami minta data dari Gojek Grab dan juga sebenarnya beberapa terkait dengan transportasi online lain dan pekerja informal harian lain," jelas dia.

Pengojek daring mengikuti penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan COVID-19 di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (22/03/2020). (ANTARA Jatim/ Hanif Nashrullah)
Pengojek daring mengikuti penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan COVID-19 di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (22/03/2020). (ANTARA Jatim/ Hanif Nashrullah)

Pemerintah juga tengah menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan keberlangsungan sektor usaha demi meminimalkan potensi terjadinya (Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam jumlah masif.

Untuk menjaga kelangsungan usaha, pemerintah sedang menjajaki penerbitan surat utang baru jenis recovery bond. Ada dua persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelaku di sektor usaha untuk dapat memiliki akses ke kredit khusus tersebut.

Baca Juga

Jokowi Diingatkan Alokasikan Anggaran COVID-19 untuk Ojol dan Pekerja Serabutan

Syarat pertama adalah sektor usaha tersebut tidak melakukan langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerjanya. Kalaupun PHK, harus mempertahankan 90 persen karyawannya dengan gaji yang tidak boleh berkurang dari sebelumnya. "Baru kita kasih kredit khusus dari recovery bond tadi,” ujar Susiwijono.

Susiwijono mengakui perlu ada suatu langkah penyesuaian regulasi dahulu untuk melaksanakan wacana tersebut. Hal ini mengingat berdasarkan regulasi yang ada, BI hanya diperkenankan untuk membeli surat utang dari secondary market.

“Makanya pemerintah memerlukan Perppu. Kami menargetkan hari Jumat besok teman-teman di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyelesaikan Perppu untuk dasar di dalam penerbitan penerbitan recovery bond ini,” tutur Susiwijono. (Knu)

Baca Juga

DPR Usul Negara Gaji Sopir Ojol Dkk Sebulan Rp500.000, Duitnya dari Sini!


berita-singlepost-mobile-banner-3

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6