KRI Tenggiri Angkat 4 Kantong Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air Tim SAR gabungan di KRI Tenggiri-865 mengangkat 6 kantong yang berisi potongan tubuh manusia dan serpihan pesawat (Ist)

Merahputih.com - Tim SAR gabungan di KRI Tenggiri-865 mengangkat 6 kantong yang berisi potongan tubuh manusia dan serpihan pesawat dalam operasi hari keempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu.

"Saat ini 4 kantung body part korban, satu kantung berisi perlengkapan pribadi korban, satu kantung berisikan serpihan pesawat," kata Komandam KRI Tenggiri-865 Mayor Laut Tony Hermawan di Jakarta, Selasa (12/1).

Baca Juga:

Cara Tim Inafis Berhasil Identifikasi Jenazah Sriwijaya Air Okky Bisma

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pun mengapresiasi kinerja KRI Tenggiri yang masih semangat mencari para korban atau puing-puing pesawat Sriwijaya itu. Hingga hari keempat terus menemukan sejumlah item di dalam laut.

"Kami berikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada KRI tenggiri," tutur Rasman.

Serpihan pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Antara).
Serpihan pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Antara).

Semua organ tubuh manusia akan dikirimkan ke Rumah Sakit (RS) Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polri. Untuk material yang ditemukan bakal diberikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga:

Dua Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal NTT Diduga Gunakan KTP Orang Lain

"Untuk berikan kesempatan untuk mendalami lebih lanjut," jelasnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Transaksi Belanja Online Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat
Indonesia
Transaksi Belanja Online Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat

Produk yang paling banyak diminati masyarakat selama pandemi COVID-19 yaitu pakaian rumah untuk perempuan.

[HOAKS atau FAKTA]: Bagi yang Berkeliaran saat PSBB di Bandung Akan Dipukul Rotan oleh Aparat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bagi yang Berkeliaran saat PSBB di Bandung Akan Dipukul Rotan oleh Aparat

Dalam video yang telah ditambahkan narasi oleh akun Dedi Supriadi itu menyebutkan bagi warga yang masih melanggar akan diancam dipukul dengan rotan oleh aparat.

Update COVID-19 Rabu (10/6): 34.316 Positif, 12.219 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (10/6): 34.316 Positif, 12.219 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.241 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Gedung KY Disemprot Disinfektan Usai Satu Pejabatnya Positif COVID-19
Indonesia
Gedung KY Disemprot Disinfektan Usai Satu Pejabatnya Positif COVID-19

Kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan dengan menerjunkan 10 personel

Tekan Penyebaran COVID-19, Polisi Bikin Gerakan 'Jakarta Bermasker'
Indonesia
Tekan Penyebaran COVID-19, Polisi Bikin Gerakan 'Jakarta Bermasker'

Ini untuk mengingatkan pentingnya protokol kesehatan

Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan
Indonesia
Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan

Wiku menjelaskan sekolah yang sudah diizinkan tatap muka adalah sekolah dari zonasi hijau tanpa kasus, dan zona kuning melalui prakondisi dan menentukan waktu yang tepat.

Pimpinan KPK hingga Dewas Bakal Dapat Mobil Dinas
Indonesia
Pimpinan KPK hingga Dewas Bakal Dapat Mobil Dinas

KPK mendapat persetujuan DPR terkait anggaran pengadaan mobil dinas untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural.

[HOAKS atau FAKTA]: Kentutnya Mematikan, Pria Uganda ini "Diburu" Perusahaan Pestisida
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kentutnya Mematikan, Pria Uganda ini "Diburu" Perusahaan Pestisida

Artikel berisikan mengenai kisah pria asal Uganda bernama Joe Rwamirama.

Netizen '3 Polisi Tak Bisa Disuap' Digarap Polisi, GUSDURian: Membungkam Kebebasan Berpikir
Indonesia
Netizen '3 Polisi Tak Bisa Disuap' Digarap Polisi, GUSDURian: Membungkam Kebebasan Berpikir

Kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat adalah hak konstitusional yang wajib dilindungi oleh aparat

Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi di Istiqlal, Kapolsek: Kami Kaget
Indonesia
Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi di Istiqlal, Kapolsek: Kami Kaget

Penghentian sementara ini juga berdasarkan koordinasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan selaku penyelenggara