Kreatif dan Megah, Yuk, Lihat Ogoh-Ogoh Karya Teruna Bali Ogoh-ogoh karya ST Satria Budi Yowana, Banjar Kelan, Desa Kelan, Tuban. (foto: Instagram @st.satriabudiyowana)

JELANG Hari Raya Nyepi, warga Pulau Bali bersiap menyambut pergantian tahun Saka. Salah satu persiapan yang dilakukan ialah membuat ogoh-ogoh.


1. Dibuat untuk Diarak Keliling Desa

ogoh-ogoh, bali
Detail ogoh-ogoh karya Sekaha Teruna Banjar Pengenderan, Kedonganan. (foto: Instagram @st.sukakarya)


Ogoh-ogoh adalah seni patung yang menampilkan perwujudan Bhuta Kala. Karena merupakan perwujudan Bhuta Kala, ogoh-ogoh umumnya dibuat seram. Wujudnya bisa berupa raksasa, binatang, hingga naga.

Nama ogoh-ogoh sendiri berasal dari kata bahasa Bali ogah-ogah yang berarti digoyang-goyangkan. Ya, ogoh-ogoh memang diarak keliling kota di hari Pangrupukan, yakni sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Di hari itu, warga Bali melakukan penyucian diri dan alam semesta untuk menyambut Nyepi.

Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa, diiringi tetabuhan gamelan balegannjur dan pawai obor yang meriah. Prosesi arak-arakan ogoh-ogoh mejadi perlambangan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang mahadahsyat.

2. Dikreasikan para Teruna

ogoh-ogoh bali
Para teruna Bali mengerjakan ogoh-ogoh. (foto: Instagram @@plumeria_crew)


Pawai ogoh-ogoh saat Pangrupukan jadi pertunjukan sekaligus adu kreasi seni antarbanjar. Para teruna (pemuda) tiap banjar akan bergotong royong membuat ogoh-ogoh.

Beberapa bulan sebelum Nyepi, mereka akan bersama-sama menganyam bambu untuk membuat kerangka ogoh-ogoh. Setelah itu, kerangka akan ditempeli bubur kertas. Bubur itu dibuat dari kertas dicampur tepung kanji.

Setelah bubur kertas kering dan kokoh, pembuatan ogoh-ogoh dilanjutkan dengan pengecatan dan penambahan aksesori. Terakhir, ogoh-ogoh akan dipasangi tapel (topeng).

Selain mengambil wujud raksasa dan makh hingga karakter kartun. Selain itu, kreativitas para teruna Bali makin berkembang dengan menambahkan musik ataupun lampu. Yang terbaru, beberapa ogoh-ogoh dibuat bisa bergerak. Keren banget.


3. Pawai Akbar kala Ogoh-Ogoh Diarak


Berbagai rupa, warna, dan kreasi ogoh-ogoh akan diarak keliling desa. Pawai akan dimulai saat senja di hari Pangrupukan. Kota akan ramai dan riuh dengan baleganjur dan pawai obor yang mengiringi ogoh-ogoh.

Perempatan kota jadi tempat tumpah ruah semua atraksi ogoh-ogoh. Warga pun enggak mau ketinggalan ikut berdesakan menonoton. Di Kota Denpasar, pawai ogoh-ogoh biasanya digelar di perempatan kawasan Sanur, perempatan pusat Kota Denpasar, dan perempatan Ngurah Rai di Batubulan.

Namun, kabupaten lain di Bali juga punya lo acara pawai ogoh-ogoh tersendiri. Semuanya seru.


4. Ogoh-Ogoh Keren Siap Diarak Tahun Ini

ogoh-ogoh bali

Ogoh-ogoh Ketundung Anggada karya ST Wira Dharma Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. (foto: Instagram @ogohogohkotadenpasar)

Nah, buat kamu yang penasaran dengan pawai ogoh-ogoh di Bali, siapkan perjalanan kamu mulai sekarang. Pastikan kamu tiba di Pulau Dewata sehari sebelum Hari Nyepi. Ingat juga untuk menentukan titik untuk tempat nonton ogoh-ogoh.

Biar kamu makin penasaran, berikut beberapa kreasi ogoh-ogoh yang siap diarak tahun ini.

ogoh-ogoh bali
Sang Hyang Sarasija Maya Hireng karya ST Tresna Bhuana Banjar Kengetan, Singakerta, Ubud. (foto: Instagram @art_taksu)

ogoh-ogoh bali
Murtining Dratikrama di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar Selatan. (foto: Instagram @ogohogohkotadenpasar)

ogoh-ogoh bali
Arjuna Sahasra Bahu, ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Banjar Adat Pengayehan Cemagi, Mengwi, Badung.(foto: Instagram @infomengwi)

ogoh-ogoh bali
Kautus Waksirsa karya ST Yowana Dharma Wiguna, Banjar Tenten, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. (foto: Instagram @ogohogohdenpasar)

ogoh-ogoh bali
Kerangksuk Bhuta karya ST Jeladi Suta, Banjar Segara, Kuta.(Foto: Instagram @satria_samabali)

ogoh-ogoh bali
Raja Kesari dari Banjar Sawah, Pedungan, Denpasar Selatan. (foto: Instagram @ogohogohdenpasar)

ogoh-ogoh bali

Ogoh-ogoh karya ST Dharma Sentana Banjar Pasekan, Munggu, Kabupaten Badung. (foto: Instagram @infomengwi)

ogoh-ogoh bali
Nandi Swara Maha Kala di Banjar Mekar Jaya, Pemogan, Denpasar Selatan. (foto: Instagram pemuda_harapanbanjar)

ogoh-ogoh bali
Rudra Murti karya ST Cadu Guna Karya Banjar Sekar Kangin, Sidakarya, Denpasar. (foto: Instagram @krishna.danendra)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH