KPU Undang Negara Lain untuk Lihat Proses Pemungutan Suara di Tanah Air

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 12 Februari 2024
KPU Undang Negara Lain untuk Lihat Proses Pemungutan Suara di Tanah Air
Siswa memasukkan surat suara saat mengikuti rangkaian simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (23/2/2023). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa/aa

MerahPutih.com - Tahapan Pemilu 2024 dipastikan terbuka untuk semua pihak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Indonesia Election Visit Program (IEVP) yang akan berlangsung pada 12-15 Februari 2024.

Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengatakan, program tersebut untuk memberikan kesempatan kepada berbagai pihak seperti perwakilan negara sahabat, NGO, dan pihak lainnya dalam mengikuti perkembangan pemilu di Indonesia.

Baca Juga:

KPU Klaim Distribusi Logistik Pemilu ke Seluruh Indonesia Capai 99 Persen

"KPU mengundang negara sahabat (election management body) untuk menyaksikan pemungutan suara di Indonesia," kata Hasyim kepada wartawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Hasyim mengatakan, kegiatan akan diisi seminar internasional, kunjungan beberapa tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di tiga provinsi di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

"Pembukaan besok pagi ada seminar internasional dan kunjungan ke beberapa tempat dan di KPU juga, pada hari H diorganisir secara tim untuk melihat penghitungan surat suara di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, tiga provinsi itu," ujarnya.

Baca Juga:

Beras Premium Langka, Warga DKI Diimbau Tak Panic Buying

Indonesia, menurut Hasyim, merupakan salah satu negara penyelenggara pemilu terbesar di dunia setelah India dan Amerika Serikat. Indonesia juga menjadi negara yang mempraktikkan sistem politik elektoral.

“Kita yang mempraktikkan demokrasi elektoral dan penting mengabarkan kepada warga global Indonesia mempraktikkan politik elektoral," tuturnya.

Hasyim menjelaskan, di antara negara anggota G-20, ada sembilan negara yang menyelenggarakan pemilihan umum.

Hal tersebut akan mewarnai proses demokrasi global dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi secara global.

"G-20 ada 9 negara yang menyelenggarakan pemilu, terakhir Amerika Serikat pada November 2024 dan ini akan mewarnai demokrasi global dan memberikan kontribusi perkembangan ekonomi global," tutup Hasyim. (knu)

Baca Juga:

Bansos Beras Dilanjutkan Setelah Pencoblosan

#Pemilu 2024
Bagikan
Bagikan