KPU Tegaskan Syarat Mengusung Capres 2024 Berdasarkan Hasil Pemilu 2019 Ilustrasi Perhitungan suara Pilkada. (Foto:KPU)

Merahputih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan syarat mengusung calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2019.

Penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilihan presiden digelar secara serentak pada 2024. Sehingga, hasil Pemilu 2019 yang dijadikan sebagai landasan untuk menghitung perolehan suara atau kursi.

Baca Juga:

Komisioner KPU Minta Masa Jabatan Ditambah Sampai Pemilu 2024

Partai atau koalisi partai yang berhasil memperoleh minimal 25 persen suara atau 20 persen kursi di DPR, yang dapat mengusung calon presiden dan wakil presiden. Kebijakan itu berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dan peraturan teknis lainnya.

"Ketentuannya memang sudah seperti itu," ujar Ketua KPU, Ilham Saputra dikutip Antara, Kamis (14/10).

Simulasi TPS. (Foto: Bawaslu)

Sementara terkait hari pemungutan suara pada Pemilu Serentak 2024, belum ditetapkan. "Ada beberapa usulan, masih dibahas," ujarnya.

Baca Juga:

Kata KPU Soal NIK Jokowi Muncul ke Publik

Terkait pilkada serentak, Ilham menegaskan bahwa pilkada tidak diselenggarakan bersamaan dengan pemilu serentak. Terbuka kemungkinan pilkada dilaksanakan setelah pemilu serentak sehingga hasil pemilu legislatif di tingkat provinsi, kabupaten dan kota menentukan apakah partai dan koalisi partai memenuhi persyaratan untuk mengusung calon kepala daerah.

"Syaratnya, berdasarkan UU Pilkada, 20 persen perolehan kursi atau suara di lembaga legislatif di daerah," jelasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pandangan Pemerhati Budaya UNS Solo Terkait Fenomena Artis Adopsi Boneka Arwah
Indonesia
Pandangan Pemerhati Budaya UNS Solo Terkait Fenomena Artis Adopsi Boneka Arwah

Mengadopsi boneka arwah atau spirit doll sebagai anak yang dilakukan sejumlah artis jadi sorotan publik.

Kapolri Bakal Umumkan Tersangka ke-3 Tewasnya Brigadir J
Indonesia
Kapolri Bakal Umumkan Tersangka ke-3 Tewasnya Brigadir J

Bharada E telah mengubah kesaksiannya dan mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sempat Hilang Kontak, TNI AU Evakuasi Pesawat T50i Golden Eagle yang Diduga Jatuh
Indonesia
Sempat Hilang Kontak, TNI AU Evakuasi Pesawat T50i Golden Eagle yang Diduga Jatuh

TNI Angkatan Udara segera melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi diduga jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle di Blora, Jawa Tengah.

Rasa Aman Pembalap MotoGP di Sirkuit Mandalika Yang Lolos Homologasi Grade A
Indonesia
Rasa Aman Pembalap MotoGP di Sirkuit Mandalika Yang Lolos Homologasi Grade A

Saat sesi tes pramusim pada 11-13 Februari, para pebalap mengeluhkan kondisi lintasan yang kotor, berdebu dan aspal yang terkelupas.

Menteri Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sampai Aset BLBI Diserobot
Indonesia
Menteri Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sampai Aset BLBI Diserobot

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan untuk memanfaatkan dengan baik aset sitaan utang obligor dan debitur eks BLBI.

KPK Duga Romahurmuziy Bersepakat Soal Pengurusan DAK dan DID 2018
Indonesia
KPK Duga Romahurmuziy Bersepakat Soal Pengurusan DAK dan DID 2018

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Romahurmuziy, Selasa (22/3). Romi, sapaan akrabnya, diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) 2018.

Kejagung Periksa Dirut Lion Air Terkait Kasus Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Garuda
Indonesia
Kejagung Periksa Dirut Lion Air Terkait Kasus Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Garuda

Pemeriksaan saksi terus bergulir sejak Kejaksaan Agung menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan umum

Satu Kasus Omicron Lolos, Luhut Ingatkan Dispensasi Diberikan Dengan Alasan Kuat
Indonesia
Satu Kasus Omicron Lolos, Luhut Ingatkan Dispensasi Diberikan Dengan Alasan Kuat

Pemerintah sudah mengantisipasi peningkatan kebutuhan fasilitas karantina akibat peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia yang pulang ke Tanah Air pada masa libur akhir tahun.

Es Doger Dapat Modal Rp 71 Miliar Disoal, Gibran: Tidak Ada Habisnya
Indonesia
Es Doger Dapat Modal Rp 71 Miliar Disoal, Gibran: Tidak Ada Habisnya

Nilai investasi Es Doger sebesar USD 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar.