KPU: Pilkada 2018 Pecahkan Rekor Tertinggi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, Pilkada 2018 lebih berpotensi menimbulkan banyak konflik bila dibandingkan pilkada sebelumnya.

Sebab, pada pilkada ini paling banyak melibatkan sejumlah hal dan secara kuantitatif merupakan rekor tertinggi. Ketua KPU Arief Budiman menilai ada sejumlah hal yang melatarbelakangi prediksi tersebut.

"Jumlah pemilih yang diperebutkan mencapai 158 juta di 2018 artinya hampir 80 persen total pemilih nasional akan diperebutkan oleh peserta pemilu 2018," kata Arief saat ditemui di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).

Sehingga, Pilkada 2018 akan menjadi barometer perebutan suara di Pemilu 2019 mendatang. Selanjutnya, kata Arief, adalah jumlah uang yang berputar di 2018, menurut catatan KPU merupakan paling besar dalam sejarah pemilu di indonesia.

"Tahun 2018 total anggaran yang diajukan itu 11,9 triliun, tentu itu akan terkoreksi juga nanti sebagian dikembalikan," katanya.

Berdasarkan hitungan, anggaran Pilkada 2018 hampir mencapai dua kali lipat dari anggaran pilkada sebelumnya.

"Pilkada serentak 2015, dari 269 daerah yang melaksanakan anggarannya 6,4 triliun, itu total, tidak termasuk dikembalikan, biasanya 25 persen dikembalikan dari total 6,4 triliun. 2017 dari 171 daerah yang pilkada, anggaran hanya 4,3 triliun," katanya.

Karena itu, KPU sangat berhati-hati dalam merekrut penyelenggara pemilu. "KPU berhati-hati betul, mulai regulasi, rekrutmen penyelenggara pemilu. KPU punya risiko besar. Rekrutmen harus sesuai kualifikasi, tidak cuma kapabe,l tapi juga punya integritas," tandasnya. (Fdi)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH