KPU Nyatakan Tak Siap Jika Pilkada 2020 Pakai 'e-Voting' Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/1). Foto: MP/Ponco

Merahputih.com - KPU menyatakan tidak siap kalau menerapkan pemungutan suara secara elektronik atau e-voting dalam penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah 2020.

"Untuk pemilihan yang sekarang kami belum mempersiapkan kalau dipaksakan harus disiapkan, untuk saat ini tidak siap, jadi saya nggak mau berandai-andai," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi daring, di Jakarta, Kamis (11/6).

Baca Juga

KPK Garap Ketua KPU Terkait Suap PAW Caleg PDIP Harun Masiku

Menurut dia menyiapkan sebuah sistem baru tidak bisa dipaksakan secara cepat, banyak yang harus dilakukan untuk untuk merealisasikannya. Dia mengatakan sistem berbasis dalam elektronik bisa diterapkan pada pilkada kali ini adalah rekapitulasi hasil pemungutan suara elektronik.

Rekapitulasi tersebut juga tidak langsung diterapkan diseluruh daerah pemilihan, melainkan beberapa daerah yang dinyatakan sudah siap, tujuan penerapan rekapitulasi elektronik itu sesungguhnya adalah untuk Pemilihan umum 2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Kemudian, untuk merealisasikan rekapitulasi elektronik KPU harus melakukan banyak tahapan dari persiapan, pengujian, perbaikan dan penyempurnaan lainnya sejak awal 2020 ini, tidak bisa langsung atau disediakan secara singkat.

"Kami sudah melakukan beberapa kali simulasi, bahkan rencananya simulasi dilanjutkan pada April, namun karena COVID-19 simulasi menjadi tertunda," ujarnya.

Demikian juga untuk pemungutan suara elektronik, metode ini tentunya juga harus melewati banyak tahapan penting agar benar-benar bisa diterapkan.

Baca Juga

Praktisi Hukum: Harun Masiku Korban Salah Urus dan Janji Manis PDIP

Sementara itu, sebagaimana dikutip Antara, pada diskusi virtual yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan pemungutan suara elektronik sebenarnya memungkinkan sekali untuk diterapkan.

Hal itu menurut dia mengingat sekarang Indonesia juga sudah bergerak pada ranah virtual, banyak hal yang sudah dilakukan oleh masyarakat sudah lewat model dalam jaringan (daring). Selain itu, kerangka hukum penerapan juga bisa didukung oleh aturan perundang-undangan lainnya seperti mengatur soal elektronik.

"Bisa sekali (diterapkan), yang terpenting adalah soal kepercayaan (terhadap sistem daring pemilihan)," ujarnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Daerah Minim Lakukan Pelacakan Kontak COVID-19
Indonesia
Daerah Minim Lakukan Pelacakan Kontak COVID-19

Jika hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, itu belum cukup. Karena itu, komando dari masing-masing kepala daerah menjadi penting mengingat Indonesia memiliki wilayah yang sedemikian besar.

Kedubes Amerika Peringatkan Warganya Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia
Indonesia
Kedubes Amerika Peringatkan Warganya Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia

Kedubes Amerika Serikat juga meminta warganya untuk memantau perkembangan terkini

Pemerintah Berangkatkan 42 Orang Tim Evakuasi WNI di Wuhan
Indonesia
Pemerintah Berangkatkan 42 Orang Tim Evakuasi WNI di Wuhan

Tim evakuasi sendiri terdiri dari unsur TNI, Kemenlu, dan Kemenkes

ST Kapolri Keluar, Seluruh Polda Diminta Tidak Ragu Tindak Demo Buruh
Indonesia
ST Kapolri Keluar, Seluruh Polda Diminta Tidak Ragu Tindak Demo Buruh

Telegram itu juga secara jelas memberi arahan agar personel kepolisian dapat melakukan tindakan pencegahan unjuk rasa

Pasien Meninggal Virus Corona di Tiongkok Kini 2.236 Orang
Dunia
Pasien Meninggal Virus Corona di Tiongkok Kini 2.236 Orang

Angka tersebut setelah kenaikan sebanyak 118 orang dari hari sebelumnya.

Dilaporkan ke Bawaslu, Bajo Sebut Ada Pihak yang Tidak Senang
Indonesia
Dilaporkan ke Bawaslu, Bajo Sebut Ada Pihak yang Tidak Senang

"Kami sudah mendengar kabar tersebut. Kami siap jika Gakkumdu dan Bawaslu mengundang Bajo untuk diklarifiksi," ujar Yuwono

Operasional Citilink Pindah Ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Indonesia
Operasional Citilink Pindah Ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Citilink telah menggelar simulasi pengoperasian penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan melibatkan seluruh kru yang akan bertugas

KAI Cirebon Kembali Operasikan Dua KA Tujuan Jakarta
Indonesia
KAI Cirebon Kembali Operasikan Dua KA Tujuan Jakarta

Sebelumnya, KA Ranggajati relasi Cirebon - Jember sudah lebih dulu dioperasikan pada 12 Juni kemarin.

Fitra Desak BPK Audit Anggaran APBD DKI 2020 yang Dibahas di Puncak
Indonesia
Fitra Desak BPK Audit Anggaran APBD DKI 2020 yang Dibahas di Puncak

"Agar warga DKI atau masyarakat sipil dapat memantau sebagai bentuk kontrol," papar Misbah

RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Rawat 564 Pasien, 394 Positif COVID-19
Indonesia