KPU Izinkan Paslon yang Jadi Tersangka Ikut Kampanye Bupati Ngada, Marianus Sae. (Foto: Facebook Marianus Sae)

MerahPutih.com - Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pasangan calon kepala daerah yang menjadi tersangka KPK boleh mengikuti kampanye Pilkada 2018 yang bakal di mulai dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, tidak masalah jika Paslon yang telah ditetapkan tersangka ikut kampanye asalkan tidak menabrak aturan yang berlaku.

"Mekanisme sama seperti yang diatur. Soal hadir atau tidak hadir atau diatur dengan cara yang lain silakan saja sepanjang tidak melanggar ketentuan hukum," kata Arief Budiman di Kantornya, Rabu (14/2).

Arief menjelaskan, mekanisme kampanye Paslon tersangka diserahkan kepada tim sukses pasangan tersebut selama tidak melanggar aturan. Tidak ada imbauan tertentu.

"Pokoknya pasangan calon itu kalau pas dapat kampanye silakan kampanye kalau dia ditahan yang kampanye yang lain. Tidak ada pelimpahan bagaimana caranya," ujar dia.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 pada pasal 78 menjelaskan bahwa penggantian calon kepala daerah tidak dapat dilakukan oleh parpol atau gabungan parpol atau calon perorangan jika menyangkut tiga hal, yakni tidak lolos tes kesehatan, berhalangan tetap karena meninggal dunia atau secara fisik tidak mampu mengerjakan sesuatu secara permanen yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan dijatuhi pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Tercatat, tiga calon kepala daerah yang ikut Pilkada Serentak 2018 yang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, mereka adalah Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (Pilbup Jombang), Marianus Sae (Cagub NTT) dan kemungkinan menyusul Imas Aryumningsih (Pilbup Subang). (Fdi).



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH