KPU Investigasi Pembakaran Kotak dan Surat Suara di Puncak Jaya Papua pembakaran kotak dan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Puncak Jaya, Papua. Foto: Net

MerahPutih.com - Beredar video berdurasi kurang lebih 5 menit memperlihatkan aksi beberapa orang yang melakukan pembakaran kotak dan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di sebuah lapangan luas.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan investigas siapa pelaku pembakaran kotak suara dan suara Pemilu 2019. Atas aksi melanggar itu, Ilham mengaku ada beberapa kotak dan surat suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) raib terbakar.

Ilham Saputra
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra

"Sekarang sedang diinvestigasi siapa pelaku pembakaran. Berapa TPS kotak dan surat suara yang dibakar," kata Ilham di Jakarta, Rabu (24/5).

Kata Ilham, pengakuan dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua Theodorus Kossay peristiwa itu terjadi pada Selasa 23 April kemarin di Distrik Tiganambut, Puncak Jaya Papua. Namun menurut dia, Pemilu di lokasi tersebut berjalan dengan lancar. Kotak suara sudah disimpan di kantor Distrik.

"Saya Sudah konfirmasi ke Ketua KPU Papua. Kejadian terjadi kemarin tanggal 23 April 2019 di Distrik Tiginambut," tuturnya.

Seperti ketahui, dalam video yang beredar terlihat tumpukan kotak suara dan surat suara yang tengag dibakar dan diduga sebagai logistik Pemilu 2019.

Terlihat seorang ibu dan anak yang sedang membuang sejumlah surat suara ke arah tumpukan tersebut. Ada juga suara dari orang yang merekam video tersebut. Orang itu menyampaikan bahwa aksi pembakaran dilakukan lantaran kecewa surat suara Pilpres 2019 dicoblos oleh Bupati.

"Selamat siang. Inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di Distrik Tingginambut. Masyarakat melakukan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial," ujar pria di video.

"Di Kabupaten Puncak Jaya, tidak ada Pilpres. Di desa-desa, di distrik-distrik semuanya surat suara diikat jadi satu oleh seorang bupati," jelasnya.

"Tidak ada Pilpres hanya ada pemilihan legislatif. Pilpresnya di ikat jadi satu dikasihkan bapak Jokowi," tambah dia. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH