KPU Diminta Hentikan Proses Pendaftaran Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan Direktur LIMa Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, proses pendaftaran pasangan calon kepala daerah (Cakada) di Pilkada 2020 perlu dilakukan evaluasi.

Ray memprediksi, di lapangan terjadi beberapa praktek tidak sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Antaralain, kerumunan massa yang tanpa jarak dan tidak memakai masker.

Baca Juga

Bawaslu Minta Perhatikan Beberapa Titik Kerawanan Pilkada Serentak 2020

"Lalu, dilakukan dengan berbagai pawai yang akibatnya mendatangkan dan mengumpulkan massa berujung terabaikannya protokol COVID- 19," kata Ray kepada MerahPutih.com di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut Ray, lantaran pendaftaran paslon masih akan berlangsung hingga Minggu (6/9) maka evaluasi sebisa mungkin masih bisa dilakukan oleh KPUD Bawaslu Daerah dan Gugus Tugas Penanganan COVID- 19.

"Khususnya terkait dengan pengumpulan massa, sejak dari kediaman masing-masing paslon, arak-arakan di jalan dan metode menyampaikan berkas pendaftaran ke KPUD masing-masing," jelas Ray.

Pasangan bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji diarak ratusan pendukung saat mendaftar di kantor KPU Surabaya Jalan Adityawarman, Kota Surabaya, Jatim, Jumat (4/8/2020). (FOTO ANTARA/Abdul Hakim)
Pasangan bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji diarak ratusan pendukung saat mendaftar di kantor KPU Surabaya Jalan Adityawarman, Kota Surabaya, Jatim, Jumat (4/8/2020). (FOTO ANTARA/Abdul Hakim)

Ia menenkankan, semua pihak harus punya komitmen bahwa pilkada ini bukan jalan memperbanyak klaster COVID 19, sebaliknya bagian dari upaya memulihkan kesehatan masyarakat dan perbaikan ekonomi.

"KPU, Bawaslu dan Gugus Tugas tidak perlu ragu-ragu untuk menghentikan pendaftaran jika memang protokol COVID- 19 diabaikan. Pilkada ini penting, tapi menjaga kesehatan masyarakat tak kalah pentingnya," tutup Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.

Pendaftaran pasangan calon (paslon) Pilkada Serentak 2020 ke KPU hari ini telah dibuka. Pendaftaran paslon Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi virus Corona, untuk itu dilarang konvoi.

Tahapan Pilkada Serentak 2020 diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 tahun 2020. Tentang perubahan ketiga atas PKPU Nomor 13 tahun 2019 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020.

Pendaftaran paslon Pilkada Serentak 2020 dibuka mulai tanggal 4 hingga 6 September 2020. Jadwal pendaftaran juga dibarengi dengan tahapan verifikasi syarat pencalonan.

Mendagri Tito Karnavian meminta kepada calon kepala daerah yang akan mendaftarkan diri tidak melakukan arak-arakan atau mengumpulkan massa seperti berkonvoi.

"Tegaskan tidak ada arak-arakan, konvoi-konvoi dalam pendaftaran yang tidak mengindahkan protokol kesehatan," kata Mendagri Tirto Karnavian.

Tito mengingatkan, pendaftaran pasangan calon akan dilakukan dengan peserta terbatas. Mantan Kapolri ini mengimbau agar tidak ada pengumpulan massa.

"Jadi pendaftaran paslon dilakukan secara sangat terbatas dan kemudian bisa diamplifikasi dengan media massa atau virtual. Jadi tanpa seperti dulu yang rombongan, ramai-ramai," ucapnya.

Baca Juga

Cakada Bermasalah Ditunda Proses Hukumnya Demi Jaga Netralitas Polri

Berikut jadwal tahapan penyelenggara Pilkada Serentak 2020:

1. Pengumuman pendaftaran pasangan calon: 28 Agustus- 3 September 2020.2. Pendaftaran pasangan calon: 4- 6 September 2020.3. Verifikasi syarat pencalonan: 4-6 September 2020.4. Pengumuman dokumen Pasangan Calon dan dokumen Calon di laman KPU: 4-8 September 2020.5. Pemeriksaan kesehatan: 4-11 September 2020.6. Penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan: 11-12 September 2020.7. Pemberitahuan hasil verifikasi: 13-14 September 2020.8. Penyerahan dokumen perbaikan syarat calon: 14-16 September 2020.9. Verifikasi dokumen perbaikan: 16-22 September 2020.10. Penetapan pasangan calon: 23 September 2020.11. Pengundian dan pengumuman nomor urut: 24 September 2020.12. Masa Kampanye: 26 September- 5 Desember 2020.13. Masa tenang: 6- 8 Desember 2020.14. Pemungutan dan penghitungan suara di TPS: 9 Desember 2020.15. Pengumuman hasil penghitungan suara: 9-15 Desember 2020.16. Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur: 16-20 Desember 2020. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks Atau Fakta]: Seorang Ayah Aniaya Anak Karena Pakai Hijab
Indonesia
[Hoaks Atau Fakta]: Seorang Ayah Aniaya Anak Karena Pakai Hijab

BUKAN di Lampung dan tidak terkait dengan hijab. Kejadian di foto itu adalah seorang pria bernama Wei yang memukul anaknya.

PKS Tegaskan Dany Anwar Meninggal Dunia Bukan karena COVID-19
Indonesia
PKS Tegaskan Dany Anwar Meninggal Dunia Bukan karena COVID-19

"Beliau belum positif masih menunggu info RS, sekarang lagi diupayakan di Karet Bivak, Jakpus, dan tidak dibawa pulang ke rumah," tegasnya.

Terbukti Lakukan Politik Uang, Paslon di Pilkada Bisa Didiskualifikasi
Indonesia
Terbukti Lakukan Politik Uang, Paslon di Pilkada Bisa Didiskualifikasi

"Paslon yang terbukti melakukan politik uang secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) bisa terkena sanksi diskualifikasi," katanya

Kebijakan Impor Beras Berdampak Buruk Pada Produktivitas Pangan Indonesia
Indonesia
Kebijakan Impor Beras Berdampak Buruk Pada Produktivitas Pangan Indonesia

Pemerintah harus terus fokus meningkatkan produksi beras

Larangan Mudik Hari Pertama, Pengguna KRL Alami Penurunan
Indonesia
Larangan Mudik Hari Pertama, Pengguna KRL Alami Penurunan

KAI Commuter juga tetap memberlakukan protokol kesehatan

FORTIBER Sosialisasikan Perayaan Imlek 2021 Secara Virtual
Indonesia
FORTIBER Sosialisasikan Perayaan Imlek 2021 Secara Virtual

Semua pihak saat ini harus berperan aktif menjaga diri

Ditanya Soal Pelaku Bom Molotov Anggota FPI, Ini Respons Hasto
Indonesia
Ditanya Soal Pelaku Bom Molotov Anggota FPI, Ini Respons Hasto

Dari 7 pelaku, 2 di antaranya merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

GP Ansor Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bangkit dari Keterputukan Akibat COVID-19
Indonesia
Anies Sebut Selama 6 Bulan Saefullah Melawan COVID-19
Indonesia
Anies Sebut Selama 6 Bulan Saefullah Melawan COVID-19

Tanpa pernah menduga dan tanpa pernah membayangkan putra Jakarta itu terpapar corona dan meninggal dunia.

Wagub DKI Tak Masalah Kantornya Digeruduk Pegawai Ambulans
Indonesia
Wagub DKI Tak Masalah Kantornya Digeruduk Pegawai Ambulans

Penyampaian aspirasi dan melaksanakan demonstrasi telah dijamin dan dilindungi konstitusi dan UU