KPU Bersiap Hadapi Serangan Siber dan Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Foto: Merahputih.com/Dicke Prasetia

MerahPutih.com- Persiapan Pemilu 2024 terus dimatangkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari menyatakan, pertemuan tersebut guna membahas membahas pencegahan serangan siber jelang Pemilu 2024.

Baca Juga:

35 Partai Politik yang Terdaftar di Sipol KPU

Dia menduga, kekerasan verbal dalam dunia maya marak terjadi di masa-masa pemilu. Karena itu, KPU berkoordinasi dengan Kominfo untuk melakukan pencegahan.

"Kita hindari penggunaan kekerasan apakah itu kekerasan fisik, apa itu kekerasan verbal, yang paling penting penggunaan fitnah hoaks segala macam bagian dari kekerasan verbal," kata Hasyim kepada wartawan, Rabu (6/7).

Hasyim mengungkapkan, pencegahan tersebut dilakukan agar tidak ada disinformasi di masyarakat nantinya. Sebab, disinformasi nantinya akan mengakibatkan kebingungan di masyarakat.

"Mengapa perlu dicegah dan ditangani, karena ini membuat disinformasi yang kemudian masyarakat menjadi bingung," tuturnya.

Selain dengan Kominfo, KPU juga akan berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya. Koordinasi itu penting dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks yang berkaitan dengan pemilu.

"Sebelumnya sudah ada KPU, Bawaslu, Kominfo, Dewan Pers, Komisi Penyiaran itu juga sering duduk bersama merumuskan itu," katanya.

Hasyim mengatakan, KPU berharap pemerintah memberikan dukungan kepemiluan berkaitan infrastruktur jaringan maupun teknologi informasi. Sebab, penyelenggaraan pemilu ke depan, termasuk Pemilu maupun Pilkada 2024 akan berbasiskan teknologi informasi.

Baca Juga:

28 Partai Telah Miliki Akun Sipol KPU

KPU, kata Hasyim, menyadari tidak bisa bekerja sendirian dalam pelaksanaan Pemilu berbasis teknologi informasi (TI) tersebut.

"Diantara mitra kerja KPU untuk hal yang satu ini yaitu layanan kepemiluan berbasis teknologi informasi adalah Kementerian komunikasi dan Informatika," ujar Hasyim.

Hasyim mencontohkan, salah satu sistem berbasis TI saat ini adalah Sistem Daftar Pemilih (Sidalih) yang memudahkan pemilih bisa mengecek apakah sudah terdaftar atau belum dengan mengetik nama dan NIK serta mengecek alokasi TPS.

Menurut Hasyim, diperlukan penguatan jaringan serta infrastruktur dari Kementerian Kominfo. Terlebih, lanjut Hasyim, adanya ancaman serangan siber yang bisa menyerang kapan pun, sehingga dibutuhkan penguatan.

"Supaya kemudian kalau KPU menggunakan sistem informasi rekapitulasi, nanti pada penghitungan suara di TPS itu pengiriman hasil dan dalamnya biar supaya ada percepatan dan kemudian aspek transparansi akuntabilitasnya," ujar Hasyim.

Menkominfo, Johnny Plate memastikan, dukungan untuk akses dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi kepemiluan baik dari sisi hulu maupun hilir. Johnny juga mengatakan, Kementerian Kominfo akan membantu menjaga dan merawat aplikasi-aplikasi di KPU.

"Dan pemanfaatannya untuk bersama-sama menjaga terhadap serangan-serangan siber," kata Johnny yang juga Sekjen Partai Nasdem ini. (Knu)

Baca Juga:

21 Partai Politik yang Terdaftar di Sipol KPU

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Sebut Narasi yang Dilontarkan Giring Tidak Menyehatkan
Indonesia
PKS Sebut Narasi yang Dilontarkan Giring Tidak Menyehatkan

Mardani mengatakan, setiap orang punya hak berpendapat. Namun, menurutnya narasi negatif yang dilontarkan Giring tidak menyehatkan.

DPD Minta Pemda Penghasil Sawit Bangun Pabrik CPO dan Minyak Goreng
Indonesia
DPD Minta Pemda Penghasil Sawit Bangun Pabrik CPO dan Minyak Goreng

"Kita ingin daerah mampu menjadi katalisator ekonomi nasional khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Karena daerah merupakan basis pembagunan pertanian yang sejak awal telah dilengkapi dengan berbagai infrastuktur pendukung utama," ujar Sultan dalam keterangannya, rMinggu (6/3).

Gandeng Taman Safari, Gibran Berambisi Jadikan Solo Zoo Modern
Indonesia
Gandeng Taman Safari, Gibran Berambisi Jadikan Solo Zoo Modern

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mengandeng investor manajemen Taman Safari untuk melakukan revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo.

Tuntutan Hukuman Mati Kasus Asabri Bisa Bikin Khawatir Investor Pasar Modal
Indonesia
Tuntutan Hukuman Mati Kasus Asabri Bisa Bikin Khawatir Investor Pasar Modal

Harus ada reformasi regulasi terkait pengawasan serta perlindungan hukum bagi emiten oleh OJK dan BEI, khususnya pada industri asuransi dan pasar modal.

Terduga Teroris NII Punya Tujuan Menggulingkan Pemerintah
Indonesia
Terduga Teroris NII Punya Tujuan Menggulingkan Pemerintah

Densus 88 membuka peran belasan terduga teroris kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang baru ditangkap. Kabagbanops Densus 88 Anti-teror Polri, Kombes Aswin Siregar mengungkapkan, keterlibatan 16 tersangka yaitu berkeinginan untuk mengubah ideologi Syariat Islam secara kaffah.

Di Depan DPR, Luhut Jelaskan Alasan Kenapa Punya Banyak Jabatan
Indonesia
Di Depan DPR, Luhut Jelaskan Alasan Kenapa Punya Banyak Jabatan

Luhut meminta kepada seluruh anggota DPR agar lebih bijak dalam melontarkan kritik.

[HOAKS atau FAKTA] Surat Bung Hatta kepada Abdurrahman Baswedan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Surat Bung Hatta kepada Abdurrahman Baswedan

Berdasarkan penelusuran, putri bungsu Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta menyatakan surat tersebut palsu dan isinya tidak sesuai dengan kepribadian Hatta.

Temui Petinggi Mabes Polri, Mantan Pegawai KPK Apresiasi Tawaran Kapolri
Indonesia
Temui Petinggi Mabes Polri, Mantan Pegawai KPK Apresiasi Tawaran Kapolri

Dari sembilan orang tadi mengapresiasi apa yang menjadi harapan bapak Kapolri

Nyaris 18 Ribu Wisatawan Berlibur ke Gunung Kidul Saat Akhir Pekan
Indonesia
Nyaris 18 Ribu Wisatawan Berlibur ke Gunung Kidul Saat Akhir Pekan

Wisatawan juga diminta memperhatikan penerapan ganjil genap

Ratusan Nakes Kota Yogyakarta Positif COVID-19 Walau Sudah Divaksin Booster
Indonesia
Ratusan Nakes Kota Yogyakarta Positif COVID-19 Walau Sudah Divaksin Booster

Para tenaga kesehatan memang menjadi kelompok rentan terpapar karena mereka bekerja di garda paling depan