KPU Bantah Terburu-Buru Dalam Menetapkan Perolehan Suara Pilpres 2019 Komisioner KPU, Viryan Azis. (Antara Foto/Syaiful Hakim)

MerahPutih.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencananya akan menetapkan perolehan suara Pilpres 2019 pada Sabtu (25/5). Namun menurut komisioner KPU Viryan Azis, pihaknya tidak akan terburu-buru dalam menetapkan perolehan suara.

Hal ini dikatakan Viryan menanggapi pernyataan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang menilai kalau penetapan hasil pemilu pada Selasa dini hari pukul 01.46 WIB cenderung dipaksakan.

“Itu bukanlah sesuatu yang sifatnya terburu-buru atau sesuatu yang dipaksakan. Namun itu proses yang berjalan secara alamiah dan kegiatan tersebut dilakukan secara berjenjang,” kata Viryan di Jakarta, Selasa (21/5).

Dia mencontohkan, sejak di TPS, kemudian kecamatan, hingga kabupaten/kota kemudian provinsi, rekapitulasi memang tak ada jeda.

Rapat Pleno KPU terkait Pemilu 2019
Rapat pleno rekapitulasi Pemilu 2019 tingkat nasional oleh KPU (Foto: antaranews)

Di Kalimantan Barat, Banten, atau Jawa Tengah misalnya, rata-rata rekapitulasi selesai kurang lebih pada waktu dini hari.

“Maknanya, hal tersebut dalam konteks rekap dan penetapan hasil pemilu, itu hal yang wajar karena sudah berjalan dari bawah mekanisme itu. Kemudian, kenapa langsung ditetapkan? bunyi PKPI tahapan program dan jadwal, itu bunyinya, rekap dan penetapan hasil penghitungan suara. Jadi dia satu kesatuan. Jadi ini untuk menjawab ya, mungkin banyak yang kaget ya,” ucap dia.

Sementara jadwal awal yakni tanggal 22 Mei adalah batas akhir pengumuman hasil rekapitulasi. Jika ternyata hasilnya bisa selesai lebih dini maka tak jadi masalah dan justru dinilai lebih baik.

"Kalau nanti selesainya pas tanggal 22 Mei tengah malam, itu nanti bsa dilihatnya lain lagi. Prinsipnya, KPU sudah selesaikan pekerjaan ini dan itu bukan sesuatu yang terburu buru,” ucap dia.

Viryan Azis sebagaimana dilansir Antara memaparkan proses rekapitulasi yang disaksikan oleh seluruh kandidat. Meski alot misalnya, Papua sebagai provinsi terakhir yang diplenokan tetap diberikan kesempatan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang jadi keberatan kontestan.

“Semua enggak ada yang mau cepat selesai. Kita sama-sama menyaksikan rapat pleno, misalnya rapat terakhir papua itu semua diberi kesempatan dan konsisten tidak ada ingin cepat-cepat selesai. Itu biasa saja mengalir. Karena sudah selesai apa lagi yang mau ditunggu?,” tandas Viryan Azis.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH