KPPPA Dorong Proses Hukum Kasus Dugaan Pemerkosaan 4 Siswi Papua Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

MerahPutih.com - Kasus dugaan pemerkosaan empat siswi di Papua mendapatkan perhatian serius dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar mendorong pihak kepolisian menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak untuk menjerat terduga pelaku insiden biadab tersebut. Hal itu penting karena perkembangan kasus mengarah pada penyelesaian secara kekeluargaan.

Baca Juga

Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Belum Temui Titik Terang

"Tidak boleh ada toleransi sedikitpun pada pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Pihak kepolisian kami harapkan dapat mendalami kembali kasus ini demi kepentingan terbaik bagi anak," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/9).

Kata dia, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, di mana pelaku dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Nahar juga menegaskan bahwa Kemen PPPA terus berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Papua untuk memantau perkembangan keempat korban.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar
Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar

UPTD PPA Provinsi Papua juga akan melakukan asesmen terhadap korban bekerja sama dengan Yayasan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Papua (YP2MP).

Selanjutnya UPTD PPA dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) juga akan melakukan pendampingan ke sekolah korban agar para korban dapat kembali sekolah tanpa merasa tertekan dan malu atas kejadian yang menimpanya.

"Kami akan terus memantau dan memastikan pendampingan diberikan secara tuntas hingga kasus ini selesai. Kerja sama dari semua pihak juga sangat diperlukan, termasuk media massa dalam memberitakan kasus ini. Jangan sampai pemberitaan yang berkembang malah semakin mengganggu kondisi psikologis korban," tegas Nahar.

Kasus ini berawal dari laporan salah satu kakak korban kepada LBH Papua dan LBH APIK bahwa telah terjadi kekerasan seksual terhadap empat siswi. Empat siswi itu awalnya diajak seseorang berjalan-jalan ke Jakarta tanpa diketahui keluarga para siswi.

Para korban diduga diculik, dianiaya, dipaksa minum alkohol sampai tidak sadarkan diri, kemudian mengalami kekerasan seksual dari oknum tersebut. Mereka disebut dilarang memberitahukan perbuatan bejat itu kepada siapa pun termasuk keluarga. (*)

Baca Juga

Kasus Belum Selesai, Aduan Pencemaran Nama Baik Pada Korban Pelecehan di KPI Ditolak Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
41 Napi Tewas Dalam Kebakaran, Jokowi Harus Evaluasi Yasonna
Indonesia
41 Napi Tewas Dalam Kebakaran, Jokowi Harus Evaluasi Yasonna

Banyak masalah kompleks terkait kondisi lapas di Indonesia saat ini. Mulai dari isu kelebihan kapasitas, peredaran narkoba hingga tak manusiawinya perlakuan terhadap warga binaan.

Lukas Enembe Puji Konsistensi Jokowi Soal Penylenggaraan PON Papua XX
Indonesia
Lukas Enembe Puji Konsistensi Jokowi Soal Penylenggaraan PON Papua XX

Sebab, event empat tahunan ini akan menjadi harga diri seluruh Papua

Ratusan Anggota FPI Diduga Tersandung Pelanggaran Hukum, Salah Satunya Terorisme
Indonesia
Polisi Putar Balik Ribuan Kendaraan saat Idul Adha
Indonesia
Polisi Putar Balik Ribuan Kendaraan saat Idul Adha

Berbagai kendaraan itu diputar balik, karena tak memenuhi persyaratan perjalanan. Selain kendaraan pribadi, ada juga kendaraan umum yang ditindak oleh petugas di lapangan.

Temui Bos Freeport, Kapolri Singgung Kesejahteraan Rakyat Papua
Indonesia
Temui Bos Freeport, Kapolri Singgung Kesejahteraan Rakyat Papua

Bersama PT Preeport, Kapolri berharap ada kerjasama program yang dipadukan dengan program kepolisian seperti Binmas Noken

Kunjungi Vaksinasi Massal di Bali, Kapolri Harapkan Herd Immunity Mulai Terbentuk
Indonesia
Kunjungi Vaksinasi Massal di Bali, Kapolri Harapkan Herd Immunity Mulai Terbentuk

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Bali.

Kekerasan Gender Lewat Daring Naik Tajam Selama Pandemi
Indonesia
Kekerasan Gender Lewat Daring Naik Tajam Selama Pandemi

Penanganan kekerasan seksual memerlukan perhatian serius. Tidak mudah bagi perempuan korban kekerasan seksual untuk melaporkan kekerasan.

Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu
Indonesia
Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu

Yakni mulai Rp 285 ribu untuk tes PCR dan tes cepat antigen Rp 35 ribu di sejumlah fasilitas kesehatan mitra yang ditunjuk di sejumlah daerah.

Perbaiki Rumah Rusak, BNPB Perintahkan Gubernur Kalsel Bikin Satgas
Indonesia
Perbaiki Rumah Rusak, BNPB Perintahkan Gubernur Kalsel Bikin Satgas

Dalam penanganan darurat banjir di Kalimantan Selatan, BNPB telah menyalurkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp3,5 miliar.

Menteri dari PDIP Tersangka Suap Bansos COVID Serahkan Diri ke KPK
Indonesia
Menteri dari PDIP Tersangka Suap Bansos COVID Serahkan Diri ke KPK

Juliari Batubara tercatat sebagaimantan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP