KPK Yakin Bisa Buktikan Suap ke Eks Komisioner KPU Meski tanpa Periksa Harun Masiku Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Foto: Antaranews)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini dapat membuktikan suap proses PAW anggota DPR di persidangan tersangka Saeful Bahri. Meskipun hingga kini, KPK belum juga menangkap dan memeriksa caleg PDIP Harun Masiku yang menjadi buronan atas kasus tersebut.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron meyakini, bukti-bukti yang dikumpulkan selama proses penyidikan telah cukup kuat membuktikan adanya suap yang diberikan Harun Masiku kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Baca Juga:

Pukat UGM: KPK Malu Dipimpin Jenderal Bintang Tiga tapi Tak Bisa Tangkap Harun Masiku

Menurut Ghufron, sepanjang bukti-bukti yang dikumpulkan telah kuat, pihaknya akan melimpahkan berkas perkara ke tahap penuntutan.

"Seandainya kemudian mau seminggu kami limpahkan juga kalau pandangan kami sudah cukup bukti kami ajukan," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Diketahui, KPK telah melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka Saeful Bahri yang merupakan mantan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat masih di DPR ke tahap penuntutan atau tahap II.

Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Dengan pelimpahan ini, Jaksa KPK memiliki waktu maksimal 14 hari kerja menyusun surat dakwaan terhadap Saiful untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta dan disidangkan.

Berkas perkara Saeful itu dilimpahkan tanpa memeriksa Harun yang lolos dari OTT KPK pada 8 Januari 2020 lalu. Padahal, Harun merupakan orang yang berkepentingan atas suap yang diberikan dengan perantara Saeful kepada Wahyu Setiawan.

Ghufron memastikan, pihaknya akan tetap memburu Harun Masiku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, tanpa menangkap dan memeriksa Harun, Ghufron meyakini Jaksa KPK dapat membuktikan tindak pidana yang dilakukan Saeful, yakni menjadi perantara suap Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan.

"Apakah harus dibawa atau pun ditangkap dulu pemberinya dalam hal ini terduga HM (Harun Masiku), itu kalau tertangkap kami bawa iya, kalau tidak karena kami sudah jelas perantaranya kan mengatakan uang itu dalam konteks diberikan dalam rangka untuk menetapkan agar si saudara HM sebagai anggota DPR pengganti PAW," pungkasnya.

Baca Juga:

Rencana KPK Adili Harun Masiku Secara In Absentia Diduga Untuk Tutupi Keterlibatan Pihak Lain

Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR. Harun diduga telah menyuap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Selain Harun dan Wahyu KPK juga menetapkan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan eks staf Hasto Kristiyanto saat masih di DPR Saeful Bahri sebagai tersangka.

Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, Harun Masiku masih buron. Meski telah dibantu oleh aparat kepolisian di seluruh Indonesia, KPK hingga kini belum juga mampu membekuk Harun. (Pon)

Baca Juga:

KPK Pertimbangkan Adili Harun Masiku Secara In Absentia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPRD DKI Sarankan Dirut PD Sarana Jaya Dinonaktifkan
Indonesia
DPRD DKI Sarankan Dirut PD Sarana Jaya Dinonaktifkan

Menurut dia, Yoory belum perlu diganti. Kecuali, jika dia ditetapkan sebagai tersangka.

Alasan Warga yang Pernah Positif COVID-19 Tak Divaksin
Indonesia
Alasan Warga yang Pernah Positif COVID-19 Tak Divaksin

Walaupun antibodi tersebut bisa turun, tetapi pemberian vaksin diprioritaskan yang belum terkena

3 Langkah 'Panglima' Jokowi
Indonesia
3 Langkah 'Panglima' Jokowi

Adapun, pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet 18 Juni 2020 menjadi sorotan

DKI: Rapid Test 97.828, Positif Corona 3.745 Orang
Indonesia
DKI: Rapid Test 97.828, Positif Corona 3.745 Orang

Persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.

Kemendagri Diminta Kumpulkan Para Petahana yang Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Kemendagri Diminta Kumpulkan Para Petahana yang Langgar Protokol Kesehatan

Langkah itu agar Pilkada 2020 dapat berjalan dengan lancar

Polisi Tangkap Sopir Pengacara Rizieq Shihab karena Bawa Sajam ke Lokasi Sidang
Indonesia
Polisi Tangkap Sopir Pengacara Rizieq Shihab karena Bawa Sajam ke Lokasi Sidang

Polisi menangkap seorang pria inisial AS (53), yang merupakan sopir salah satu pengacara Rizieq Shihab (HRS). Ia ditangkap karena diduga membawa senjata tajam.

Erick Perintahkan Semua BUMN Wajib Miliki Sertifikasi Anti Penyuapan
Indonesia
Erick Perintahkan Semua BUMN Wajib Miliki Sertifikasi Anti Penyuapan

Kinerja direksi akan dinilai dan dievaluasi berdasarkan kontrak manajemen berbasis indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI).

Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Dinilai Sudah Di-setting
Indonesia
Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Dinilai Sudah Di-setting

Konflik di tubuh Partai Demokrat yang melahirkan dualisme kepengurusan sudah diprediksi sejak awal.

Hanya Delapan Paskibraka dalam Upacara HUT RI Tahun Ini
Indonesia
Hanya Delapan Paskibraka dalam Upacara HUT RI Tahun Ini

Kedelapan Paskibraka itu akan bertugas pada upacara pengibaran dan juga penurunan Bendera Merah Putih di Istana Kepresidenan

KPK Sita Tas dan Sepatu Mewah Terkait Suap dan Gratifikasi Nurhadi
Indonesia
KPK Sita Tas dan Sepatu Mewah Terkait Suap dan Gratifikasi Nurhadi

KPK juga telah menyita tiga kendaraan hingga uang tunai