KPK Ungkap Sosok yang Bantu Nurhadi Selama Jadi Buronan Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)

Merahputih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dibantu oleh saudaranya selama pelarian.

"Mohon maaf apakah yang didugakan berpangkat dan berjabatan, tidak. Ini adalah saudara dekatnya mereka sendiri," ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/11).

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi

Atas hal tersebut, Karyoto juga menyatakan pimpinan KPK dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara (ekspose).

"Kami sudah menemukan satu orang yang nanti kemungkinan berdasarkan pengumpulan alat bukti. Dalam waktu seminggu ke depan, kami sudah ekspose di depan pimpinan, kami menyatakan orang ini sebagai orang yang membantu pelarian atau menghalang-halangi," jelas Karyoto.

Ia menyatakan terhadap pihak yang membantu pelarian Nurhadi itu dapat dikenai pasal merintangi penyidikan atau obstruction of justice yang diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ini yang nanti bisa dikategorikan sebagai melakukan pelanggaran Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Karyoto.

Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)
Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

Adapun Pasal 21 diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Pasal tersebut mengatur mengenai orang yang sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang terdakwa dalam perkara korupsi dapat dipidana paling singkat 3 tahun dan maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal/MIT Hiendra Soenjoto telah dimasukkan dalam status daftar pencarian orang (DPO) sejak 11 Februari 2020. Ketiganya merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA 2011-2016.

Hiendra telah ditangkap tim KPK di salah satu apartemen di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Kamis (29/10). sedangkan Nurhadi dan menantunya telah terlebih dahulu ditangkap tim KPK di salah satu kediaman di Jakarta Selatan, Senin (1/6).

Baca Juga

KPK Garap Eks Pejabat Pemprov DKI Terkait Kasus Korupsi Fiktif Waskita Karya

Untuk Nurhadi dan menantunya, saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Nurhadi dan menantunya didakwa menerima suap Rp45,726 miliar dari Hiendra terkait dengan pengurusan dua gugatan hukum. Selain itu, keduanya juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp37,287 miliar pada periode 2014-2017. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Travel Gelap Ditangkap, Mayoritas Selundupkan Pemudik ke Jateng dan Jabar
Indonesia
Ratusan Travel Gelap Ditangkap, Mayoritas Selundupkan Pemudik ke Jateng dan Jabar

"Ini menjadi efek bagi yang coba-coba melaksanakan mudik," kata Sambodo.

Masih Banyak Masker Tak Ber-SNI yang Dijual dengan Harga Mahal
Indonesia
Masih Banyak Masker Tak Ber-SNI yang Dijual dengan Harga Mahal

olisi turun langsung mengecek peredaran masker di pasar dipimpin Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan dan Diresnarkoba Kombes Herry Heryawam.

Denda Progresif Menanti Pelanggar PSBB
Indonesia
Denda Progresif Menanti Pelanggar PSBB

Saat ini aturan tertulis tentang sanksi denda progresif sedang disusun dan dimatangkan Biro Hukum Pemprov DKI.

Ketua PA212 Diperiksa Polisi Kasus Aksi Ilegal Dukung Pembebasan Rizieq
Indonesia
Ketua PA212 Diperiksa Polisi Kasus Aksi Ilegal Dukung Pembebasan Rizieq

Pemeriksaan sejatinya akan berlangsung pukul 10.00 WIB

 INTI Galang Dana dan Doa Bersama untuk Warga Wuhan yang Terpapar Virus Corona
Indonesia
INTI Galang Dana dan Doa Bersama untuk Warga Wuhan yang Terpapar Virus Corona

Ketua INTI Teddy Sugianto mengatakan, pihaknya panjatkan doa untuk kota Wuhan agar warga dan para korban yang terjangkit virus mematikan itu diberi kekuatan oleh Tuhan.

UGM Kembangkan Sistem Pendeteksi 3 Hari Sebelum Gempa
Indonesia
UGM Kembangkan Sistem Pendeteksi 3 Hari Sebelum Gempa

Sistem peringatan dini gempa ini telah digunakan untuk memprediksi gempa. Ada 5 stasiun pantau/EWS yang tersebar di DIY yang dalam setiap 5 detik mengirim data ke server melalui IoT.

Masa Jabatan Berakhir 17 Februari, Rudy: Saya Masih Punya Tugas Awasi Gibran
Indonesia
Masa Jabatan Berakhir 17 Februari, Rudy: Saya Masih Punya Tugas Awasi Gibran

Masa jabatan Wali Kota dan Waki Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo akan berakhir pada 17 Februari 2021 mendatang.

Jokowi Ingatkan Indonesia Peringkat Tiga Dunia Penderita Tb
Indonesia
Jokowi Ingatkan Indonesia Peringkat Tiga Dunia Penderita Tb

Tb merupakan salah satu dari 10 penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia.

SPBU Satu Harga di Daerah Terpencil Bikin Sinyal Seluler Hidup 24 Jam
Indonesia
SPBU Satu Harga di Daerah Terpencil Bikin Sinyal Seluler Hidup 24 Jam

Sampai 2020 ini, PT Pertamina (Persero) telah menuntaskan target BBM Satu Harga di 243 titik.

Update Corona di RSPI: 74 Pasien Sembuh, 23 Meninggal Dunia
Indonesia
Update Corona di RSPI: 74 Pasien Sembuh, 23 Meninggal Dunia

Dari 74 pasien yang sembuh itu, kata M. Syahril, 42 di antaranya merupakan pasien dalam pemantauan (PDP) dan 32 merupakan pasien positif COVID-19.