KPK Ultimatum Wagub Lampung Jangan Mangkir Lagi Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim alias Nunik sebagai saksi (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau yang akrab disapa Nunik untuk memenuhi panggilan pemeriksaan pada Selasa (26/11) hari ini.

Peringatan ini disampaikan lembaga antirasuah lantaran Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (20/11) lalu.

Baca Juga:

KPK Cecar Mahar Politik Pencalonan Mustafa di Pilgub Lampung

"Kami ingatkan agar saksi memenuhi panggilan penyidik sebagai kewajiban hukum, dan memberikan keterangan secara benar," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (26/11).

Nunik dijadwalkan diperiksa dalam kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dia bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Arta John Alfred.

"Selasa 26 November 2019 akan dijadwalkan ulang pemeriksaan untuk Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim sebagai saksi untuk HA (Hong Arta) dalam kasus suap terkait proyek di Kempupera. Jadwal pemeriksaan sebelumnya Rabu, 20 November 2019," ujar Febri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah katakan Wagub Lampung mangkir dari panggilan KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group, Hong Artha John Alfred, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementeriaan PUPR.

Hong Artha ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2019, silam. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka setahun silam, KPK belum melakukan penahanan terhadap Hong Artha.

Salah satu penyelenggara yang diduga menerima suap dari Hong Artha yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Amran diduga menerima uang sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar dari Hong Artha.

Hong Artha merupakan tersangka ke-12 setelah sebelumnya KPK menetapkan 11 orang lainnya. 11 orang yang dijerat KPK tersebut sudah divonis bersalah dan dijebloskan ke penjara. (Pon)

Baca Juga

Anggota DPR Fraksi Hanura Terseret Kasus Suap Bupati Lampung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wacana Hidupkan GBHN, MPR Terus Cari Masukan ke Masyarakat
Indonesia
Wacana Hidupkan GBHN, MPR Terus Cari Masukan ke Masyarakat

MPR sendiri terus melakukan sosialisasi

Erick Perintahkan Perusahaan BUMN Sinergikan Data UMKM
Indonesia
Erick Perintahkan Perusahaan BUMN Sinergikan Data UMKM

Himbara ini berperan penting dalam penyaluran berbagai bantuan yang terdapat pada program PEN mulai dari untuk UMKM, subsidi gaji pekerja hingga bantuan upah untuk tenaga pendidik non-PNS.

Bio Farma Siapkan Tahapan Vaksinasi COVID-19 Mandiri
Indonesia
Bio Farma Siapkan Tahapan Vaksinasi COVID-19 Mandiri

Pada tahapan pertama, pasien melakukan registrasi dan pre order. Proses awal itu merupakan tahap penyaringan awal untuk menentukan apakah pasien tersebut memenuhi kriteria.

Eks Tunangan Denny Sumargo Gagal Temui Sang Ayah di Rutan KPK
Indonesia
Eks Tunangan Denny Sumargo Gagal Temui Sang Ayah di Rutan KPK

"Enggak bisa masuk, udah penuh. Bawa kopi, biar dia bisa tidur, (sama) permen," kata Dita

Satgas COVID-19: Belum Ada Lembaga Atau Orang Berkonspirasi Lewat Pandemi
Indonesia
Satgas COVID-19: Belum Ada Lembaga Atau Orang Berkonspirasi Lewat Pandemi

Pandemi Influenza di tahun 1918 muncul di rentang-rentang waktu tertentu di berbagai belahan dunia

Didukung Demokrat dan PKS, Putri Ma'ruf Amin Langsung Tancap Gas
Indonesia
Didukung Demokrat dan PKS, Putri Ma'ruf Amin Langsung Tancap Gas

Ia mengatakan, kepercayaan yang diberikan partai Demokrat dengan mengusungnya dan Ruhammaben akan langsung diimplementasikan dengan kerja-kerja politik.

Shelter OTG di Yogyakarta Diprioritaskan untuk Warga Miskin dan Gelandangan
Indonesia
Shelter OTG di Yogyakarta Diprioritaskan untuk Warga Miskin dan Gelandangan

Shelter ini diprioritaskan menampung warga Miskin, gelandangan dan anak-anak pasien OTG COVID-19.

Alasan Walkot Rahmat Effendi Tolak Presiden Jokowi Datang ke Bekasi
Indonesia
Alasan Walkot Rahmat Effendi Tolak Presiden Jokowi Datang ke Bekasi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi secara halus menolak kedatangan Presiden Jokowi ke daerahnya

Klaim Temukan Petunjuk Kuat, Polri Janji Tangkap Penyerang Novel Secepatnya
Indonesia
Klaim Temukan Petunjuk Kuat, Polri Janji Tangkap Penyerang Novel Secepatnya

“Insya Allah tidak akan sampai berbulan-bulan. Doakan, Insya Allah dalam waktu dekat,” tegas Iqbal.

 Pernah Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, Achmad Purnomo Jalani Isolasi Mandiri
Indonesia
Pernah Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, Achmad Purnomo Jalani Isolasi Mandiri

"Saya duduk satu meja dengan almarhum Paryanto (positif Covid-19) itu. Disamping saya ada Haryadi (pengusaha percetakan) yang ikut diundang.