KPK Ultimatum Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin agar kooperatif menjalani proses hukum kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Peringatan itu disampaikan KPK lantaran Azis tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik pada Jumat (23/9). Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, lembaganya telah menerima surat permintaan penundaan jadwal pemeriksaan karena Azis mengaku sedang menjalani isolasi mandiri setelah berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan positif COVID-19.

Baca Juga:

Klaim Isoman, Azis Syamsudddin Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan KPK

"Kami berharap kondisi Saudara AZ (Azis Syamsuddin) baik sehingga memungkinkan untuk bisa memenuhi panggilan KPK. Kami mengingatkan yang bersangkutan kooperatif agar proses hukum penanganan perkara ini tidak berlarut-larut," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (23/9).

Hingga kini, KPK masih menunggu itikad baik Azis Syamsuddin untuk hadir. Ali mengatakan, keterangan Azis dibutuhkan untuk mendalami perkara ini.

"KPK masih terus fokus mengumpulkan bukti dan keterangan dari para pihak yang kami yakini dapat membuat konstruksi perkara ini semakin terang," ujar Ali.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Diketahui, nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Azis dan mantan Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Aliza Gunado diduga menyuap Robin Pattuju sebesar Rp 3 miliar dan USD 36 ribu yang totalnya sekitar Rp 3,613 miliar.

Pemberian suap dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado kepada Robin Pattuju dalam rangka mengurus kasus di Lampung Tengah. Terlebih nama Aliza Gunado pernah disebut dalam persidangan kasus suap mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Saat persidangan itu, saksi mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman menyebut nama Aliza Gunado.

Taufik mendapat perintah dari Mustafa untuk mengurus Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017. Lantas Taufik bertemu dengan Aliza Gunado yang saat itu mengaku sebagai orang dekat Azis Syamsuddin.

Baca Juga:

KPK Periksa Azis Syamsuddin Besok

Saat itu, Aliza Gunado mengaku bisa membantu menaikkan DAK Lampung Tengah dari Rp 23 miliar menjadi Rp 100 miliar. Saat itu, DAK Lampung Tengah 2017 turun Rp 30 miliar dengan fee Rp 2,5 miliar untuk Azis Syamsuddin yang diberikan melalui Aliza Gunado.

Berdasarkan ini, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memutuskan menyuap Robin Pattuju yang merupakan penyidik KPK agar tidak melanjutkan kasusnya. (Pon)

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka Kasus Suap Penanganan Perkara di Lampung Tengah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kejagung Dukung Program Mobil Listrik yang Diusung Jokowi
Indonesia
Kejagung Dukung Program Mobil Listrik yang Diusung Jokowi

Kejaksaan Agung mendukung program Presiden Joko Widodo mengenai penggunaan kendaraan listrik menjadi kendaraan dinas instansi pemerintah pusat dan daerah dengan diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022.

Revisi UU PPP Pintu Masuk Perbaikan UU Cipta Kerja
Indonesia
Revisi UU PPP Pintu Masuk Perbaikan UU Cipta Kerja

Dua ayat dari Pasal 64 UU PPP juga akan direvisi untuk memasukkan metode omnibus law

Anies Undang Jokowi ke Grand Launching JIS
Indonesia
Anies Undang Jokowi ke Grand Launching JIS

Anies berharap, kepada pihak yang mendapat undangan bisa hadir untuk menikmati hiburan yang diberikan Pemda DKI dalam peluncuran JIS.

PKS Tolak Kenaikan PPN
Indonesia
PKS Tolak Kenaikan PPN

Ini seolah membuka kotak pandora

Penghapusan Aturan Karantina Berpotensi Timbulkan Persoalan Baru di Bandara
Indonesia
Penghapusan Aturan Karantina Berpotensi Timbulkan Persoalan Baru di Bandara

Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) kini tak lagi wajib melakukan karantina usai tiba ke Indonesia.

Novel Bersedia Balik ke Polri, Pergi Kompol Pulang Jadi ASN
Indonesia
Novel Bersedia Balik ke Polri, Pergi Kompol Pulang Jadi ASN

Novel Baswedan resmi menerima tawaran menjadi Aparatur Sipil Negara di Polri.

WHO Sebut Kemungkinan Kecil Cacar Monyet Jadi Pandemi
Dunia
WHO Sebut Kemungkinan Kecil Cacar Monyet Jadi Pandemi

Lebih dari 300 kasus suspek dan terkonfirmasi cacar monyet dilaporkan pada Mei. Sebagian besar kasus berada di Eropa.

Upaya APJII Tingkatkan Kualitas DNS di Indonesia
Indonesia
Upaya APJII Tingkatkan Kualitas DNS di Indonesia

Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) terus berupaya meningkatkan kualitas internet di Indonesia. Selepas menggandeng Gubernur Bengkulu, kini APJII menjalin kerja sama dengan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) guna penguatan infrastruktur DNS.id.

Pembangunan Formula E Ditargetkan Selesai Awal Mei
Indonesia
Pembangunan Formula E Ditargetkan Selesai Awal Mei

Berdasarkan keterangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), ditargetkan seluruh pembuatan sirkuit dan sarana lainnya akan selesai pada awal bulan Mei mendatang.

[HOAKS atau FAKTA]: Hirup Bubuk Jahe Kering Hilangkan Virus Omicron
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hirup Bubuk Jahe Kering Hilangkan Virus Omicron

Virus COVID-19 akan masuk ke dalam sel dan melakukan replikasi, kemudian memasuki sel baru dan membuat replika lagi, begitu seterusnya.