KPK: Uang Rp10 Juta yang Diterima Menag Jadi Barbuk Kasus Suap Jual Beli Jabatan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif tegaskan uang di ruang kerja Menag Lukman jadi barang bukti. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyatakan uang Rp10 juta yang dilaporkan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin sedang diproses di Deputi bidang Penindakan lembaga antirasuah.

Diketahui Lukman menerima uang Rp 10 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim Haris Hasanudin. Uang tersebut akan menjadi salah satu barang bukti dari tiga orang tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"Ya (jadi barang bukti tiga tersangka). oleh karena itu rekomendasi dari Pimpinan dan dari Direktur Gratifikasi diserahkan pengurusan uang itu ke Kedeputian Penindakan," kata Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).

Laode memastikan bahwa laporan pengembalian uang dari Lukman tidak akan diproses oleh bagian gratifikasi. Laporan uang tersebut justru diproses oleh Deputi penindakan KPK.

Menag Lukman Saifuddin diduga terima gratifikasi dalam jual beli jabatan
Menag Lukman Hakim Saifuddin diduga terima gratifikasi dari Kanwil Kemenag Jatim via eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi (MP/Fadhli)

Pasalnya, penerimaan uang Rp10 juta Lukman baru dilaporkan ke KPK setelah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Haris Hasanuddin. Oleh karenanya, bagian gratifikasi KPK menolak untuk memproses laporan tersebut.

"Itu dilaporkan sebagai gratifikasi tapi setelah kejadian OTT. Oleh karena itu kami tidak proses sebagai pelaporan gratifikasi," jelas Laode.

Laode enggan berspekulasi lebih jauh apakah Lukman Hakim akan ditindak karena uang Rp10 juta tersebut masuk kedalam pidana gratifikasi. Dia hanya memastikan bahwa uang Rp10 juta Menag tidak diproses karena dilaporkan setelah adanya OTT.

"Saya tidak mau menyebut itu. Tetapi, kami tidak proses sebagai pelaporan gratifikasi yang wajar karena dilaporkan setelah terjadinya operasi tangkap tangan," pungkasnya.

Sebelumnya Lukman mengakui telah menerima uang sebesar Rp10 Juta dari Haris. Namun, pria yang pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI ini mengaku telah mengembalikan uang tersebut ke KPK.

"Jadi yang terkait dengan uang Rp 10 juta itu, saya sudah sampaikan kepada penyidik KPK bahwa sudah lebih dari sebulan yang lalu. Uang itu sudah saya laporkan kepada KPK," kata Lukman seusai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Politisi Partai Kabah ini disebut menerima Rp10 juta dari Haris sebagai tanda terimakasih atas posisinya sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam sidang praperadilan Romi di Pengadipan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5) lalu.

"Jadi saya tunjukan tanda bukti pelaporan yang saya lakukan bahwa uang (Rp 10 juta) itu saya serahkan kepada KPK karena saya merasa saya tidak berhak untuk menerima uang itu," papar Lukman Hakim Saifuddin.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo