KPK: Total Uang Ratusan Ribu Amplop 'Serangan Fajar' Bowo Sidik Rp8,45 Miliar Bowo Sidik Pangarso di Gedung KPK (Foto: antaranews.com)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penghitungan uang dalam 84 kardus dan 2 box kontainer berisi ratusan ribu amplop milik Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Total uang dalam amplop itu sebanyak Rp8,45 miliar.

"Dari total 85 kardus dan 2 kontainer plastik tersebut kami amankan uang total Rp8,45 miliar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis ( 23/5) malam.

Menurut Febri ratusan ribu amplop itu berisi uang pecahan Rp20.000 dan Rp50.000. Namun, sebagian besar amplop berisi uang dalam pecahan Rp20.000.

Febri mengatakan untuk menghitung total uang dalam ratusan ribu amplop tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Perhitungan ini dilakukan mulai dari tanggal 29 Maret sampai dengan kemarin 10 Mei. Karena kami harus secara hati-hati tentu saja dan memastikan semua uang dalam satu persatu amplop tersebut dihitung," ungkap dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

Febri tak menjelaskan detail sumber uang Rp8,45 miliar tersebut. Dia hanya memastikan uang itu merupakan aliran suap yang diterima Bowo.

"Uang itu saat ini disita sebagai bagian dari berkas perkara," pungkasnya.

Sejauh ini, KPK menetapkan telah tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketiganya yakni anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH