KPK Tetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tersangka KPK Tetapkan Walkot Bekasi Rahmat Effendi Tersangka (MP/Ponco_

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemkot Bekasi, Jawa Barat.

Selain Walkot Bekasi dua periode yang karib disapa Pepen itu, lembaga antirasuah juga menjerat delapan orang lainnya sebagai tersangka.

"KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1).

Baca Juga:

Ditangkap KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Punya Harta Rp 6,3 Miliar

Adapun delapan tersangka lainnya yakni, Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Pepen.

Dalam perkara ini, Pepen diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemkot Bekasi, di antaranya dengan menggunakan sebutan untuk “Sumbangan Masjid”.

Baca Juga:

KPK Amankan Sejumlah Uang dalam OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Firli menjelaskan, pihak-pihak tersebut menyerahkan sejumlah uang melalui orang-orang kepercayaannya yaitu JL yang menerima uang sejumlah Rp 4 Miliar dari LBM.

"WY yang menerima uang sejumlah Rp 3 Miliar dari MS dan mengatasnamakan sumbangan ke salah satu Masjid yang berada dibawah yayasan milik keluarga Pepen sejumlah Rp 100 juta dari SY," ujar Firli.

Pepen juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai pada Pemkot Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya di Pemkot Bekasi.

Baca Juga:

Kata Golkar Kota Bekasi Soal Penangkapan Rahmat Effendi oleh KPK

"Uang tersebut diduga dipergunakan untuk operasional Tersangka RE yang dikelola oleh MY yang pada saat dilakukan tangkap tangan, tersisa uang sejumlah Rp 600 juta rupiah," ujarnya.

Tak hanya itu, Pepen juga diduga menerima sejumlah uang Rp 30 juta dari AA melalui MB terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Ini
Indonesia
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di DKI Jakarta cerah berawan pada Kamis (2/9).

Diduga Tercemar, Dinas Lingkungan Hidup DKI Ambil Sampel Air Laut
Indonesia
Diduga Tercemar, Dinas Lingkungan Hidup DKI Ambil Sampel Air Laut

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melakukan pengambilan sampel air laut di sejumlah titik pesisir Ibu Kota menindaklanjuti kabar teluk Jakarta yang diduga tercemar Paracetamol.

Renang Raih Emas dan Perunggu, Sepaktakraw Juga Bawa Medali
Indonesia
Renang Raih Emas dan Perunggu, Sepaktakraw Juga Bawa Medali

Selain Flairene Candrea, Masniari Wolf juga turun di nomor tersebut.

Kapolri Minta Semua Perusahaan Berikan Cuti Lebih Awal untuk Pegawainya
Indonesia
Kapolri Minta Semua Perusahaan Berikan Cuti Lebih Awal untuk Pegawainya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta perusahaan swasta agar memberikan jatah cuti mudik Lebaran lebih awal kepada para karyawannya.

Komisi XI Tunggu Fatwa MA Terkait Calon Anggota BPK
Indonesia
Dampak Besar Jika Nikah Siri Dicatat di Kartu Keluarga
Indonesia
Dampak Besar Jika Nikah Siri Dicatat di Kartu Keluarga

Kebijakan tentang pernikahan siri dapat dicatat di Kartu Keluarga (KK) menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Jangan Lupa, Hari Ini Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi SMP dan SMA
Indonesia
Jangan Lupa, Hari Ini Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi SMP dan SMA

Disdik DKI Jakarta mengingatkan kepada calon peserta didik baru (CPDB) atau orang tua untuk mendaftarkan masuk sekolah jalur zonasi jenjang SMP dan SMA.

Demokrat Ajukan Syarat untuk Bangun Koalisi di Pilpres 2024
Indonesia
Demokrat Ajukan Syarat untuk Bangun Koalisi di Pilpres 2024

Menyongsong gelaran Pilpres 2024 sejumlah elit partai politik sudah mulai menjalin komunikasi politik untuk membangun koalisi. Hal ini untuk memenuhi aturan presidential threshold sebesar 20 persen dalam mengusung capres-cawapres di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pemerintah Telah Gelontorkan Rp 10,8 Triliun Biayai Pembebasan Lahan Tol Sumatera
Indonesia
Pemerintah Telah Gelontorkan Rp 10,8 Triliun Biayai Pembebasan Lahan Tol Sumatera

Ruas jalan sepanjang 132 km yang menghubungkan kota Pekanbaru dengan Kota Dumai dan telah beroperasi sejak 2020 tersebut, telah memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera khususnya Provinsi Riau dan sekitarnya.

Ketua KONI Tangsel Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah
Indonesia
Ketua KONI Tangsel Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah

Penetapan Rita sebagai tersangka merupakan hasil penyelidikan tim Pidsus, menyusul salah seorang rekannya yang bernama Suharyo selaku Bendahara Umum telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus serupa pada 4 Juni 2021 lalu.