Kasus Korupsi
 KPK Tetapkan PT Merial Esa Milik Suami Inneke Sebagai Tersangka Korporasi Wakil Ketua KPK Alex Marwata didampingi Jubir KPK Febri Diansyah menyampaikan penetapan status tersangka korporasi di Jakarta (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan PT Merial Esa (ME) sebagai tersangka korporasi kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Setelah mencermati fakta persidangan, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru dan menetapkan korporasi PT ME sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/3).

Menurut Alex, perusahaan yang dipimpin Fahmi Darmawansyah, suami aktris Inneke Koesherawati itu diduga secara bersama-sama atau membantu memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada anggota DPR RI Fayakhun Andriadi.

Alex menjelaskan, pada 2016, Direktur PT Rohde dan Scwarz Indonesia yang juga komisaris PT ME, Erwin Syaaf Arief menghubungi Fayakhun untuk mengupayakan agar proyek satelit monitoring di Bakamla dapat dianggarkan dalam APBN-Perubahan tahun 2016.

Inneke Koesherawati istri dari Fahmi Damawangsa
Suami Inneke Koesherawaty Fahmi Darmawansyah pemilik PT ME yang ditetapkan jadi tersangka korporasi (ANTARA FOTO)

Adapun total commitment fee dalam proyek ini adalah tujuh persen. Dari tujuh persen tersebut, satu persen diperuntukkan untuk Fayakhun karena telah membantu meloloskan proyek tersebut di DPR.

"Sebagai realisasi commltment fee, Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT ME memberikan uang setara Rp 12 miliar sebanyak empat tahap melalui rekening di Singapura dan China," tandas Alex.

PT. ME disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsijuncto Pasa| 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

PT ME merupakan tersangka kedelapan dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK menjerat Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi, Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, serta dua anak buah Fahmi bernama Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta.

Keempatnya ditetapkan usai terjaring operasi tangkap tangan pada Desember 2016. Dalam perjalanan penyidikan, KPK kemudian menjerat tiga orang lainnya. Yakni Fayakhun Andriadi, Karo Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan, dan Manager Director PT Rohde & Schwarz Indonesia Erwin Sya'af Arief.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Terdakwa Kasus Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih Divonis Enam Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wali Kota Solo Kembali Temui Jokowi di Istana Negara, Terkait Rekomendasi Gibran?
Indonesia
Wali Kota Solo Kembali Temui Jokowi di Istana Negara, Terkait Rekomendasi Gibran?

Pertemuan Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo seolah mendinginkan suasana yang sedang memanas

Ratusan Calon Perwira Polri Positif COVID-19
Indonesia
Ratusan Calon Perwira Polri Positif COVID-19

Akan dilakukan uji SWAB pada mereka

Tiga Orang Positif COVID-19, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup
Indonesia
Tiga Orang Positif COVID-19, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup

Solo menutup Pasar Harjodaksino selama dua hari, dari tanggal 25 Oktober pukul 16.00 WIB sampai dengan 26 Oktober pukul 24.00 WIB.

Joe Biden Menang di Tengah Bangsa yang Terpecah
Dunia
Joe Biden Menang di Tengah Bangsa yang Terpecah

Kandidat partai Demokrat Joe Biden memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada Sabtu (8/11).

 Anies Akui Banyak Tanggul yang Sudah Retak Imbas Banjir Awal Tahun
Indonesia
Anies Akui Banyak Tanggul yang Sudah Retak Imbas Banjir Awal Tahun

"Kami sudah menemukan di banyak tempat potensi retak-retak yang bila ada tekanan besar, punya risiko," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Kasus Corona AS Terus Naik, Total 1.551.095 dengan Angka Kematian 93.061
Dunia
Kasus Corona AS Terus Naik, Total 1.551.095 dengan Angka Kematian 93.061

Terdapat peningkatan 22.860 kasus serta 1.397 kematian baru dibandingkan data sehari sebelumnya.

Ada 3 Klaster di Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Ada 3 Klaster di Kasus Djoko Tjandra

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut ada tiga klaster dalam kasus yang membelit Djoko Tjandra selama masih menjadi buronan interpol

Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja

Unggahan dari akun @TMCPoldaMetro soal UU Omnibus Law – Cipta Kerja membuat geger warganet.

Erick Thohir Geram Ada Rangkap Jabatan di BUMN
Indonesia
Pandemi COVID-19, Pasangan Muda Diminta Tunda Kehamilan
Indonesia
Pandemi COVID-19, Pasangan Muda Diminta Tunda Kehamilan

BKKBN tidak menyarankan penundaan kehamilan pada perempuan yang usianya sudah 34 tahun. karena kehamilan di atas usia tersebut lebih berisiko bagi kesehatan bagi ibu dan janin.