KPK Tetapkan Politisi Golkar Fayakhun sebagai Tersangka Suap Bakamla Politisi Partai Golkar Fayakhun Andriadi jadi tersangka suap Bakamla. Foto: dok Fayakhun Andriadi

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan politisi Partai Golkar Fayakhun Andriadi sebagai tersangka suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidik dan menetapkan seorang sebagai tersangka yaitu FA anggota DPR RI periode 2014-2019," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Menurut Alex, Fayakhun selaku anggota Komisi I DPR diduga menerima fee atas jasanya mengurus anggaran Bakamla senilai Rp 1,2 triliun. Dia diduga menerima fee sebesar Rp 12 miliar dan US$300 ribu.

Uang tersebut diterima Ketua DPD Golkar DKI itu dari Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah melalui anak buahnya Muhammad Adami Okta secara bertahap sebanyak empat kali.

"FA menerima fee atau imbalan atas jasa memuluskan anggaran pengadaan satelit monitoring di Bakamla pada APBN-P tahun anggaran 2016," jelasnya.

Atas perbuatan tersebut, Fayakhun disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH