KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Terkait Kasus Suap Pajak Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung KPK Jakarta, Kamis (5/8/2021). ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbatra) Wawan Ridwan dan Fungsional Pemeriksa Pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II Alfred Simanjuntak sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu). Penetapan tersangka itu setelah KPK melakukan pengembangan kasus yang menjerat dua mantan pejabat Pajak lainnya, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani.

Baca Juga:

KPK Cokok Tersangka Baru Kasus Suap Pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno

"KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan pada sekitar awal November 2021 dengan menetapkan tersangka WT dan AS," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/11).

Wawan dan Alfred terlibat dalam pemeriksaan pajak terhadap wajib pajak PT Bank Panin Indonesia, PT Jhonlin Baratama, dan PT Gunung Madu Plantations. Mereka memeriksa ketiga perusahaan itu berdasarkan arahan dari Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani.

Baca Juga:

KPK Pastikan Usut Keterlibatan Bos Bank Panin Mu'min Ali dalam Kasus Suap Pajak

Dalam proses pemeriksaan tiga wajib pajak tersebut, diduga ada kesepakatan pemberian sejumlah uang agar nilai penghitungan pajak tidak sebagaimana mestinya.

Atas hasil pemeriksaan pajak yang telah diatur dan dihitung sedemikian rupa, Wawan dan Alfred diduga menerima uang yang selanjutnya diteruskan kepada Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani.

"Dari total penerimaan tersebut, WR diduga menerima jatah pembagian sejumlah sekitar sebesar SGD 625 ribu. Selain itu, diduga WR juga menerima adanya pemberian sejumlah uang dari beberapa wajib pajak lain yang diduga sebagai gratifikasi yang jumlah uangnya hingga saat ini masih terus didalami," ujar Ghufron.

Baca Juga:

MAKI: KPK Wajib Hadirkan Bos Bank Panin Mu'min Ali di Sidang Kasus Suap Pajak

Diketahui, dua mantan pejabat pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani didakwa menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan SGD 4 juta atau sekitar Rp 42 miliar.

Uang suap total sebesar Rp 57 miliar tersebut diterima pejabat pajak dari tiga konsultan dan satu kuasa pajak. Mereka yakni, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin, Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, serta Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Kehadiran Ade Armando Rekayasa Polisi agar Demo Mahasiswa Bubar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kehadiran Ade Armando Rekayasa Polisi agar Demo Mahasiswa Bubar

Beredar informasi berupa sebuah berita dengan logo kantor berita CNN Indonesia menjelaskan teka-teki kehadiran Ade Armando di Gedung DPR RI.

Sulitnya Pedagang Pasar Jual Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter
Indonesia
Sulitnya Pedagang Pasar Jual Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter

Muhammad Lutfi menggandeng Kapolri, untuk menjaga pasokan minyak goreng dan tidak memberi ampun kepada mafia yang menyebabkan minyak goreng langka.

Jampidum Kendalikan Langsung Kasus Dugaan KDRT di Karawang
Indonesia
Jampidum Kendalikan Langsung Kasus Dugaan KDRT di Karawang

Jaksa dinilai juga tidak mempedomani tujuh perintah harian Jaksa Agung

Begini Kondisi 21 Pasien Hepatitis Akut Misterius di Jakarta
Indonesia
Begini Kondisi 21 Pasien Hepatitis Akut Misterius di Jakarta

Telah ditemukan 21 kasus penyakit hepatitis akut misterius di Jakarta. 14 kasus menyerang anak usia di bawah 16 tahun dan 7 lainnya terjadi pada orang dengan usia lebih dari 16 tahun.

Hoaks Jembatan Tol Becakayu Ambles di Kalimalang, KCIC Beri Penjelasan
Indonesia
Hoaks Jembatan Tol Becakayu Ambles di Kalimalang, KCIC Beri Penjelasan

Viral video di media sosial sebuah rangkaian girder box Tol Becakayu ambles di Kalimalang pada hari ini, Selasa (14/6).

Sekjen DPR Klaim Anggaran Gorden Per Rumah Dinas Tembus Rp 90 Juta
Indonesia
Sekjen DPR Klaim Anggaran Gorden Per Rumah Dinas Tembus Rp 90 Juta

Polemik mengenai anggaran untuk Gorden sebesar Rp48 miliar di rumah dinas Anggota DPR dan Rp 11 miliar untuk pengaspalan di kompleks Parlemen akhirnya dijawab Sekjen DPR RI, Indra Iskandar.

[HOAKS atau FAKTA] Anies Baca Buku '101' Cara Ngeles
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Anies Baca Buku '101' Cara Ngeles

Akun Facebook bernama Sultan Salju memposting sebuah gambar Anies yang sedang duduk membaca buku.

Anies Revisi Kenaikan UMP, PDIP Pertanyakan Apa Kerjaan TGUPP
Indonesia
Anies Revisi Kenaikan UMP, PDIP Pertanyakan Apa Kerjaan TGUPP

PDIP tidak menegaskan sikap setuju atau menolak terhadap revisi kenaikan UMP DKI yang baru.

PKS Belum Pasti Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024
Indonesia
PKS Belum Pasti Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Menurut Aboe, keputusan partai besutan Ahmad Syaikhu ini dalam mendukung salah satu tokoh pada Pemilu 2024, akan diputuskan oleh Majelis Syuro.

Kehadiran Jokowi di Sirkuit Formula E Jadi Sinyal Dukung Anies di Pilpres 2024?
Indonesia
Kehadiran Jokowi di Sirkuit Formula E Jadi Sinyal Dukung Anies di Pilpres 2024?

Benarkah kehadiran Jokowi menjadi sinyal dukungannya untuk Anies pada panggung Pilpres 2024?