KPK Tetapkan Caleg PDIP Harun Masiku Jadi Buronan Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jakarta, Senin (20/1/2020). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku telah ditetapkan sebagai buronan alias masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Diketahui sejak ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun hingga kini belum juga menyerahkan diri.

Baca Juga

KPK Panggil Harun Masiku Sebagai Tersangka

"(Harun DPO), Sudah sudah. Belum lama, saya tidak tahu persis tapi sudah, yang pasti sudah (DPO)," kata Firli di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (20/1) malam.

Ditjen Imigrasi menyebut Harun kabur ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK mencokok Wahyu dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1).

Firli memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan aparat terkait untuk memburu Harun. Eks Kabareskrim Polri ini juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun untuk melaporkannya ke KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Ketua KPK Firli Bahuri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

"Kita sudah menerbitkan perintah penangkapan dan surat permintaan bantuan pada Polri dalam rangka mencari dan menangkap tersangka tersebut sudah kita layangkan dan sampai hari ini kita masih terus berusaha bekerja keras untuk melakukan penangkapan. Tolong kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka," ujarnya.

Baca Juga

KPK Bantah Buronan Politikus PDIP Harun Masiku Sudah di Indonesia

Jenderal bintang tiga ini menegaskan tim penyidik bakal menelusuri setiap informasi berkaitan dengan keberadaan Harun. Termasuk informasi yang menyebut Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 dan sempat terlihat di Gowa, Sulawesi Selatan.

"Kita akan telusuri, kita akan terima apapun informasinya dan tentu akan kita lakukan kroscek atas kebenaran seluruh informasi. Yang pasti adalah kami sungguh-sungguh berharap sumbangsih informasi dari seluruh rekan-rekan, seluruh anak bangsa, bahwa negara ini hrs bebas dari korupsi," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Firli kembali mengimbau Harun untuk menyerahkan diri. Harun harus bertanggung jawab atas suap yang diduga diberikannya kepada Wahyu untuk memuluskan proses PAW dirinya sebagai anggota DPR.

"Saya imbau kepada tersangka saudara HM (Harun Masiku) memberikan kontribusi untuk menyelesaikan persoalan ini karena sesungguhnya setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Orang per orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya," tutup Firli.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Wahyu dan Harun, KPK juga menjerat eks anggota Bawaslu sekaligus orang kepercayaan Wahyu Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri yang diduga Staf DPP PDIP sebagai tersangka.

Baca Juga

KPK Geledah Apartemen Caleg PDIP Harun Masiku

Wahyu bersama Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total sekitar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH