KPK Tetapkan Bupati Malang Rendra Kresna Tersangka Suap dan Gratifikasi Bupati Malang, Rendra Kresna

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai tersangka atas dua kasus korupsi. Rendra dijerat atas kasus dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang dan kasus dugaan gratifikasi.

Untuk kasus dugaan suap, Rendra ditetapkan tersangka bersama pihak swasta Ali Murtopo Mantan Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu diduga menerima suap dari Ali sebesar Rp3,45 miliar.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan dua orang sebagai tersangka, RK selaku Bupati Malang dan AM selaku swasta," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

Bupati Malang, Rendra Kresna

Saut mengatakan Rendra bersama Ali menaruh perhatian pada proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, yang saat itu mendapat Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan di tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013, khususnya proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD serta SMP.

Atas perbuatannya, Rendra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Ali Murtopo dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Semantara dalam kasus gratifikasi, lembaga antirasuah menetapkan status tersangka terhadap Rendra dan pihak swasta bernama Eryk Armando Talla.

Bupati Malang, Rendra Kresna

Dalam kasus ini, Rendra selaku Bupati Malang periode 2010-2015 dan 2016-2021 bersama-sama Eryk diduga telah menerima gratifikasi setidaknya hingga saat ini sekitar Rp 3,55 miliar.

"RK diduga tidak pernah melaporkan penerimaan gratifikasi tersebut kepada KPK," pungkasnya.

Dalam kasus ini, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH