KPK Terapkan WFO 25 Persen Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Langkah ini diambil menyikapi tren peningkatan kasus positif COVID-19 yang terus meningkat di wilayah ibu kota.

Sektor perkantoran yang ada di Jakarta, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu yang terdampak aturan ini. KPK menerapkan sistem 25 persen pegawai bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Baca Juga

PPKM Berlaku Mulai Hari Ini, Commuter Line Beroperasi Hingga Jam 10 Malam

"Terhitung tanggal 11 Januari 2021, diberlakukan ketentuan kehadiran fisik menggunakan proporsi 25% BDK (bekerja dari kantor) dan 75% BDR (bekerja dari rumah)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (10/1).

Ali mengatakan, jam bekerja pegawai KPK yang bekerja di kantor adalah 8 jam. Dengan ketentuan Senin sampai Kamis, pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Sedangkan Jumat, pukul 08.00 sampai 17.30 WIB.

"Jam kerja untuk pegawai yang bekerja di kantor adalah 8 jam," ujar Ali.

Ali fikri
Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri. Foto: ANTARA

Ali memastikan setiap pegawai lembaga antirasuah yang mendapatkan jadwal untuk bekerja dari kantor wajib mematuhi protokol kesehatan.

"Dengan memakai masker, melakukan physical distancing dalam pengaturan duduk pada saat di ruang kerja, ruang rapat maupun di dalam lift, rutin mencuci tangan serta tindakan protokol kesehatan lainnya guna mencegah penyebaran COVID-19," tutup Ali. (Pon)

Baca Juga

KPK Yakin Buronan Harun Masiku Masih Hidup

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Jawa-Bali Lakukan PSBB Ketat, Sri Mulyani: Pilihan Tidak Banyak
Indonesia
Jawa-Bali Lakukan PSBB Ketat, Sri Mulyani: Pilihan Tidak Banyak

Disiplin protokol kesehatan harus diterapkan untuk menekan angka positif virus corona dan jika memungkinkan dapat bekerja dari rumah.

PT MRT Jakarta Kantongi ISO 37001:2016 Anti Penyuapan
Indonesia
PT MRT Jakarta Kantongi ISO 37001:2016 Anti Penyuapan

Komitmen MRT Jakarta itu diharapkan dapat terus berjalan

Merasa Karakternya Direndahkan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun
Indonesia
Merasa Karakternya Direndahkan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Viani Limardi merasa pemecatan dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah sebuah kejahatan.

Hujan dan Gelombang Tinggi Terjang Beberapa Wilayah di Indonesia
Indonesia
Hujan dan Gelombang Tinggi Terjang Beberapa Wilayah di Indonesia

BMKG memberikan peringatan gelombang tinggi (2,5-4 meter) di area Samudra Hindia Selatan Jawa, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan Utara Halmahera, Samudera Pasifik Utara Papua Barat.

Atraksi Ratusan Drone Cahaya dari California dan Dubai Buka Peparnas XVI Papua
Olahraga
Atraksi Ratusan Drone Cahaya dari California dan Dubai Buka Peparnas XVI Papua

Ratusan drone dari California dan Dubai, dengan pilot yang didatangkan dari Eropa dan Singapura.

Peserta Aksi Hari Buruh Sukarela Ikuti Tes Usap Antigen
Indonesia
Peserta Aksi Hari Buruh Sukarela Ikuti Tes Usap Antigen

Polda Metro Jaya menyediakan dua tenda untuk tes usap antigen yakni di Silang Monas dan Patung Kuda tepatnya di depan gedung Indosa

Kantor di Zona Merah Wajib WFH 75 Persen
Indonesia
Kantor di Zona Merah Wajib WFH 75 Persen

Airlangga mengatakan kegiatan perkantoran atau tempat kerja, baik di kementerian/lembaga, BUMN/BUMD akan mengikuti Surat Edaran Kemenpan RB, yakni 75 persen bekerja dari rumah atau work from home (WFH), dan 25 persen bekerja dari kantor untuk wilayah zona merah.

MAKI Merasa Sanksi Dewas KPK Terhadap Dua Penyidik Kasus Bansos Tak Adil
Indonesia
MAKI Merasa Sanksi Dewas KPK Terhadap Dua Penyidik Kasus Bansos Tak Adil

Boyamin lantas membandingkan dengan putusan pelanggaran etik terhadap Ketua KPK Firli Bahuri

Harga Komoditas Naik, Indonesia Waspadai Melonjaknya Subsidi Energi
Indonesia
Harga Komoditas Naik, Indonesia Waspadai Melonjaknya Subsidi Energi

Selain krisis energi, setidaknya ada beberapa tantangan lainnya yang akan dihadapi Indonesia ke depannya, yakni COVID-19 dan varian barunya, ketidakpastian geopolitik.

AJI Tegaskan Upah Layak Wartawan di Jakarta Tahun 2021 Rp8,3 Juta
Indonesia
AJI Tegaskan Upah Layak Wartawan di Jakarta Tahun 2021 Rp8,3 Juta

Terdapat pula kebutuhan untuk menyicil ponsel pintar dan laptop sebesar Rp397.083 per bulan