KPK Telusuri Aliran Duit Suap ke Nurdin Abdullah Arsip - Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/3/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aliran duit yang diterima Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melalui Edy Rahmat, Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin.

Penelusuran ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa dua saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel tahun anggaran 2020-2021, Selasa (6/4).

Kedua saksi itu yakni Fery Tandiady (wiraswasta) dan Muhammad Irham Samad (mahasiswa). Fery dan Irham diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Nurdin Abdullah.

Baca Juga:

KPK Periksa Anggota DPRD Makassar Terkait Kasus Nurdin Abdullah

"Para saksi didalami pengetahuannya, antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang, baik yang diterima oleh tersangka NA melalui tersangka ER," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Selain itu, kata Ali, tim penyidik juga mendalami aliran sejumlah uang dari Nurdin Abdullah ke berbagai pihak.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Sedianya, penyidik KPK juga memeriksa Idham Kadhir (PNS) dan Eric Horas (anggota DPRD dari Partai Gerindra). Namun, keduanya berhalangan hadir.

"Tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang kembali," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

Baca Juga:

KPK Periksa Eks Bupati Bulukumba Terkait Kasus Nurdin Abdullah

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu, dia juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Tiga Orang Swasta Terkait Suap Gubernur Nurdin Abdullah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkeu: Peningkatan Pajak Berjalan Secara Alamiah
Indonesia
Menkeu: Peningkatan Pajak Berjalan Secara Alamiah

Bea keluar tumbuh 844,6 persen didorong oleh peningkatan ekspor komoditi tembaga dan tingginya harga produk kelapa sawit.

Polri Minta Maaf Ada Anggotanya Lakukan Perkosaan di Polsek
Indonesia
Polri Minta Maaf Ada Anggotanya Lakukan Perkosaan di Polsek

Polri berjanji akan segera memecat oknum polisi bernama Briptu II

KPK Sebut Keterangan Robin yang Ingin Bongkar 'Borok' Lili Pintauli Tidak Kuat
Indonesia
KPK Sebut Keterangan Robin yang Ingin Bongkar 'Borok' Lili Pintauli Tidak Kuat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi keinginan mantan penyidiknya, AKP Stepanus Robin Pattuju, yang ingin membongkar keterlibatan Lili Pintauli Siregar, dalam sejumlah perkara di lembaga antirasuah.

Teman Anies Bakal Kumpulkan Tanda-tangan Dorong Anies 2 Periode di DKI
Indonesia
Teman Anies Bakal Kumpulkan Tanda-tangan Dorong Anies 2 Periode di DKI

Tagline “Maju Kotanya dan Bahagia Warganya” akan selalu ada sampai Ibu Kota menjadi wilayah yang akan menjadi percontohan daerah lain.

Ketua Wadah Pegawai KPK Masih Gantungkan Harapan ke Jokowi
Indonesia
Ketua Wadah Pegawai KPK Masih Gantungkan Harapan ke Jokowi

Menurut Yudi, Jokowi akan memberikan keterangan resmi dalam menyikapi pemecatan pegawai KPK. Terlebih, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Komnas HAM telah menyerahkan rekomendasi terkait sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan TWK.

KPK Segera Kembali Panggil Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Segera Kembali Panggil Azis Syamsuddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal segera memanggil kembali Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, terkait kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

[HOAKS atau FAKTA]: WHO Minta Vaksinasi COVID-19 di Seluruh Dunia Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WHO Minta Vaksinasi COVID-19 di Seluruh Dunia Dihentikan

Beredar sebuah narasi melalui pesan WhatsApp yang mengatakan bahwa terdapat informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahwa vaksinasi harus dihentikan di seluruh dunia.

 [HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Tunjuk Anies Sebagai Kepala IKN Nusantara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Tunjuk Anies Sebagai Kepala IKN Nusantara

Nama-nama kandidat Kepala Otorita IKN yang mencuat dan sudah menjadi sorotan publik.

Satgas COVID-19 Beberkan Kabar Baik Penanganan COVID-19 di Jawa dan Bali
Indonesia
Satgas COVID-19 Beberkan Kabar Baik Penanganan COVID-19 di Jawa dan Bali

Hal ini seiring dengan penurunan kasus konfirmasi serta kasus aktif secara signifikan.

Satgas Beberkan Empat Strategi Redam Penyebaran COVID-19 Varian Baru
Indonesia
Satgas Beberkan Empat Strategi Redam Penyebaran COVID-19 Varian Baru

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu upaya saja.