KPK Tangkap Ketum PPP, PDIP Optimistis Jokowi-Ma'ruf Menang 90 Persen di Solo Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo tetap optimistis Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi atas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy tidak mempengaruhi suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Solo.

Ia memprediksi Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu tanggal 17 April mendatang bisa meraup angka 90 persen di Solo.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (MP/Ismail)

"Saya tegaskan apa yang dilakukan Rommy itu kan personal, nggak ada hubungannya dengan Pilpres 2019," ujar Rudy sapaan akrabnya.

Rudy yang juga mantan Wakil Wali Kota Solo saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo ini menganalisis apa yang terjadi pada Romi tidak bakal terpengaruh secara signifikan suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Solo. TKD Jokowi-Ma'ruf Amin di Solo tetap yakin bisa menang telak atas pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi.

"Saya optimistis Pak Jokowi akan tetap menang dengan suara 90 persen," kata dia.

PPP sendiri diketahui memang merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga mengatakan, jika penangkapan terhadap Romi akan membuat elektabilitas Jokowi turun, mengingat selain partai pendukung, Romi diketahui juga dekat dengan Jokowi.

OTT KPK terhadap Ketua PPP ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa Pemerintah pimpinan Jokowi-JK tidak tebang pilih dalam hal penegakan hukum, khususnya korupsi di Indonesia.

"Karena yang namanya KPK kan tidak mengenal SP3 (dihentikan), sehingga apa yang dilakukan sudah pasti jalan terus. Sekali lagi kalau ditanya berpengaruh atau tidak, ya yang terpengaruh ya partainya (PPP) sendiri bukan Pak Jokowi," papar dia.

Rudy merasa prihatin dengan tertangkapnya Romi oleh KPK. Apalagi kasusnya terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) di wilayah Jatim.

Foto Desain Surat Suara Pilpres yang Diresmikan KPU bersama Timses. Foto: net

"Secara pribadi saya prihatin dengan penangkapan tersebut. Karena sejak dulu saya selalu sampaikan kepada kader atau PNS di Pemkot Solo, agar tidak main-main dalam jabatan. Lurus dalam pengabidan, ikhlas dalam pelayanan. Jabatan itu hanya sampiran,” kata dia.

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Baca juga artikel terkait dalam: Sekjen PDIP: Koalisi Prabowo Bagaikan Macan Ompong



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH