KPK Tangkap Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti Dokumentasi Ketua KPK, Firli Bahuri. ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Saat ini KPK sedang melakukan tangkap tangan di wilayah Yogyakarta," kata Ketua KPK, Firli Bahuri, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (2/6).

Baca Juga:

2 Tahun Tutup, KPK Buka Kembali Layanan Publik Tatap Muka

Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini meminta publik bersabar lantaran tim penindakan lembaga antirasuah saat ini masih bekerja.

"Sampai saat ini rekan-rekan kami masih bekerja dan tolong diberikan waktu untuk menuntaskannya. Pada saatnya nanti KPK akan menyampaikan ke publik dan rekan-rekan media," ujar Firli.

Lebih lanjut, Firli memastikan, KPK terus bekerja hingga Indonesia terbebas dari belenggu korupsi. "Mohon dukungan dari segenap anak bangsa untuk mewujudkan indonesia bebas dari korupsi," tutup orang nomor satu di komisi antirasuah itu.

Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. (MP/Teresa Ika)

Untuk diketahui, Haryadi Suyuti tercatat sebagai Wali Kota Yogyakarta selama dua periode sejak pertama kali dilantik pada 20 Desember 2011.

Saat Pilkada Kota Yogyakarta terakhir yang diikutinya pada 2017 silam, dia menang dengan diusung koalisi partai Golkar, PAN, PKS, Demokrat, Gerindra, dan PPP.

Haryadi diketahui memang baru saja mengakhiri masa jabatan sebagai Wali Kota Yogyakarta beberapa pekan lalu, tepatnya pada 22 Mei 2022. (Pon)

Baca Juga:

KPK Limpahkan Berkas Perkara Bupati Langkat ke Pengadilan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puluhan Warga Taman Sari Diisolasi, Kapolda Metro: Ini Warning
Indonesia
Puluhan Warga Taman Sari Diisolasi, Kapolda Metro: Ini Warning

Fadil mengapresiasi pihak-pihak terkait yang cepat mengambil langkah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19

Ahok Turut Berdukacita Atas Meninggalnya Haji Lulung
Indonesia
Ahok Turut Berdukacita Atas Meninggalnya Haji Lulung

Haji Lulung sempat bersitegang dengan Ahok

Pemerintah Serap Rp 19 Triliun dari 7 Surat Utang dengan Bunga Capai 6,8 Persen
Indonesia
Pemerintah Serap Rp 19 Triliun dari 7 Surat Utang dengan Bunga Capai 6,8 Persen

Dana terbanyak yang dimenangkan berasal dari lelang seri FR0091 yakni Rp 7,7 triliun dari penawaran masuk Rp 15,29 triliun.

Soal Usulan Duet Puan-Anies, PDIP Sindir Bahlil
Indonesia
Soal Usulan Duet Puan-Anies, PDIP Sindir Bahlil

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuryanto menyatakan usulan tersebut sah-sah saja, namun dia memastikan PDIP hingga saat ini belum mempunyai pasangan capres-cawapres.

Penembakan Pegawai Palapa Timur, DPR Duga Ada Upaya Halangi Pembangunan di Papua
Indonesia
Penembakan Pegawai Palapa Timur, DPR Duga Ada Upaya Halangi Pembangunan di Papua

Kekerasan yang menewaskan warga sipil di Papua tersebut merupakan tindakan biadab yang harus segera direspons secara tegas oleh pemerintah.

Kapolsek Sepatan Positif Nyabu Dijerat Pidana Umum
Indonesia
Kapolsek Sepatan Positif Nyabu Dijerat Pidana Umum

Kasus ini, diketahui setelah Brigadir RC seharusnya bertugas dalam tim pengamanan malam natal di Gereja Santa Maria di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mangkir dari tugas.

Tiga isu Prioritas DEWG Presidensi G20
Indonesia
Tiga isu Prioritas DEWG Presidensi G20

Melalui kedua pertemuan tersebut, telah dilakukan diskusi dan pertukaran informasi antar Negara Anggota G20 terkait tiga isu prioritas DEWG untuk mewujudkan percepatan transformasi digital secara global.

Badan Pengkajian MPR Lakukan Kajian Ubah Pilkada oleh Rakyat
Indonesia
Badan Pengkajian MPR Lakukan Kajian Ubah Pilkada oleh Rakyat

Djarot menilai pilkada tidak langsung dapat mengurangi beban pengeluaran negara maupun biaya yang digelontorkan calon kepala daerah

Bareskrim Sita Duit Rp 20,4 Miliar Milik Pinjol Ilegal
Indonesia
Bareskrim Sita Duit Rp 20,4 Miliar Milik Pinjol Ilegal

Helmy menyebut, tersangka JS juga berperan sebagai fasilitator WNA dan perekrut ketua atau direktur utama secara fiktif. Hal itu guna menghindari adanya kecurigaan dari pihak berwajib.

Olah TKP Polisi Adu Tembak di Rumah Kadiv Propam, 2 Brigjen Terlihat di Lokasi
Indonesia
Olah TKP Polisi Adu Tembak di Rumah Kadiv Propam, 2 Brigjen Terlihat di Lokasi

Olah TKP ini terkait kasus penembakan yang melibatkan dua anggota polisi pada pekan lalu.