KPK Tak Pernah Incar Calon Kepala Daerah Yang Akan Bertarung Pada Pilkada 2018 Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang membantah pihaknya telah mengincar calon kelada daerah untuk ditangkap sebelum bertarung di Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

Menurut Saut, pihaknya hanya fokus pada praktik politik uang yang kerap melibatkan calon kepala daerah. Pasalnya, politik uang mengakibatkan Pilkada menjadi tidak berkualitas.

‎"KPK tidak fokus pada pilkada 2018. ‎KPK tak fokus pada seseorang calon, tapi pada perilaku transactional-nya yang membuat pilkada tidak berkualitas, iya," kata Saut saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).

Diketahui belum genap dua bulan di tahun 2018, penyidik lembaga antirasuah sudah menjerat dua kepala daerah yang hendak kembali maju di Pilkada serentak 2018.

Adapun yang pertama yakni, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang terkena OTT KPK pada Sabtu (3/2) adalah bakal calon bupati Jombang.

Nyono diduga menerima suap dari pemotongan dana BPJS yang dialokasikan untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Uang tersebut diduga untuk membiayai iklannya pada salah satu media di Jombang terkait pencalonannya sebagai petahana.

Kemudian, KPK menangkap Bupati Ngada Marianus Sae yang merupakan bakal calon Gubernur NTT di Pilkada 2018 pada Minggu (11/2) kemarin.

‎Marianus diduga menerima suap dari Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu, ‎senilai Rp 4,1 miliar.‎ KPK menduga uang sebanyak itu digunakan Marianus sebagai modal kampanye maju cagub NTT 2018.‎

Meski mendapat informasi mengenai penggunaan uang suap akan dipakai maju Pilkada, namun Saut memastikan bukan karena hal tersebut pihaknya mencokok Marianus. Melainkan adanya tindak pidana korupsi penyelenggara negara.

"Jadi ‎KPK akan kerja terus sesuai kewenangan KPK," tegas Saut.‎ (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH