Kasus Korupsi
 KPK Tahan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB Ketua DPRD Muara Enim Aries HB ditahan KPK (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi, Senin (27/4). Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan intensif pasca ditangkap penyidik KPK pada Minggu (26/4) kemarin.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK, para tersangka saat ini telah dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan 16 Mei 2020 di Rutan Cabang KPK pada Gedung KPK Kavling C1,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/4).

Baca Juga:

KPK Tetapkan Ketua DPRD Muara Enim Tersangka, Diduga Terima Suap Rp3 Miliar

Alex menjelaskan, Aries HB dan Ramlan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim sejak 3 Maret 2020. Keduanya diduga menerima suap bernilai miliaran rupiah dari pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlevi.

Ketua DPRD Muara Enim Aries HB ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan KPK
Ketua DPRD Muara Enim Aries HB ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan KPK (Foto: Humas Pemkab Muara Enim)

Untuk Aries, ia diduga menerima Rp 3,03 miliar. Sementara Ramlan, diduga menerima Rp 1,115 miliar serta handphone Samsung Note 10.

Suap itu diduga terkait pengerjaan 16 proyek jalan dengan nilai total total Rp 130 miliar di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Penetapan tersangka terhadap Aries HB dan Ramlan ini merupakan pengembangan dari kasus suap yang telah menjerat Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani; Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar dan bos PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi.

Dalam proses pengembangan perkara, KPK sebelumnya telah mengirimkan tembusan informasi surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada para tersangka pada 3 Maret 2020.

Untuk mendalami perkara ini, penyidik KPK telah memeriksa sekitar 10 orang saksi dan melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Di antaranya rumah para tersangka dan kantor DPRD Muara Enim.

"KPK juga telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak dua kali, namun panggilan tersebut tidak dipenuhi, yaitu pada 17 April 2020 dan 23 April 2020," jelas Alex.

Setelah memastikan keberadaan para tersangka dan bekerjasama dengan Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, KPK melakukan penangkapan terhadap dua tersangka pada hari Minggu, 26 April 2020 kemarin.

Dalam perkara sebelumnya, KPK telah menetapkan pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi bersama Bupati Muara Enim Ahmad Yani dan Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar sebagai tersangka.

Baca Juga:

KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Tersangka Suap Proyek di Dinas PU

Penetapan tersangka terhadap tiga orang ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Palembang dan Muara Enim, Senin (2/9).

Yani melalui Elfin Muhtar diduga menerima suap sebesar USD 35 ribu dari Robi Okta Fahlefi. Suap ini merupakan bagian dari komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai setiap proyek yang digarap perusahaan Robi. PT Enra Sari milik Robi mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai total sekitar Rp 130 miliar.(Pon)

Baca Juga:

KPK Tangkap 2 Tersangka Baru Kasus Suap Bupati Muara Enim di Palembang

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Persiapan Pemberlakuan PSBB di Jabar Sudah 100 Persen
Indonesia
Persiapan Pemberlakuan PSBB di Jabar Sudah 100 Persen

"Persiapan PSBB Provinsi per hari ini sudah 100 persen, bahkan saya monitor Ciayumajakuning sudah rapat khusus di Majalengka," kata Kang Emil

KPK Periksa Bos KJPP Hari Purwanto di Kasus Suap Nurhadi
Indonesia
KPK Periksa Bos KJPP Hari Purwanto di Kasus Suap Nurhadi

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka

Kombes Heru Novianto Janji Lanjutkan Prestasi Gemilang Harry Kurniawan di Jakarta Pusat
Indonesia
Kombes Heru Novianto Janji Lanjutkan Prestasi Gemilang Harry Kurniawan di Jakarta Pusat

Menempati posisi barunya, Heru pun menyadari bahwa tugas di Jakarta Pusat ini tidak mudah.

15 Ribu Pendemo Penuhi Kantor Gubernur Jatim
Indonesia
15 Ribu Pendemo Penuhi Kantor Gubernur Jatim

Kembali kantor Gubernur Jawa Timur menjadi pusat berkumpul ribuan pendemo atas penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (27/10).

MUI Sebut Dosa Besar jika Tolak Pemakaman Jenazah COVID-19
Indonesia
MUI Sebut Dosa Besar jika Tolak Pemakaman Jenazah COVID-19

MUI mengingatkan umat muslim untuk menunaikan kewajiban terhadap jenazah pasien corona sesuai ajaran agama dan tidak menolak pemakamannya.

  Hasto: PDIP Bakal Bagikan Buku Mustika Rasa dan Minum Jamu Berjemaah Saat Rakernas
Indonesia
Hasto: PDIP Bakal Bagikan Buku Mustika Rasa dan Minum Jamu Berjemaah Saat Rakernas

"Jadi kalau Pak Jokowi minum temu lawak, kemudian beras kencur, itu jadi presiden. Kalau kami minum jamu setiap hari, kita bisa menjadi presiden di kelas kita masing-masing," kata Hasto.

Korupsi Pengadaan Tanah, KPK Periksa Eks Sekda Kota Bandung
Indonesia
Korupsi Pengadaan Tanah, KPK Periksa Eks Sekda Kota Bandung

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka

 Khawatir Lonjakan Arus Balik, Polisi Perketat Akses Menuju Jakarta
Indonesia
Khawatir Lonjakan Arus Balik, Polisi Perketat Akses Menuju Jakarta

"Kalau ada boleh masuk, kalau tidak putar balik tak bisa ke Jakarta sebelum dia punya ijin. Ini sesuai dengan Pergub DKI," kata Istiono

Panitia Formula E Belum Bersikap Soal Ancaman Batal Kegiatan akibat Virus Corona
Indonesia
Panitia Formula E Belum Bersikap Soal Ancaman Batal Kegiatan akibat Virus Corona

Saat ini kondisi di Ibu Kota sedang tak kondusif lantaran adanya serangan virus korona (COVID-19).

Banjir Bangdang Luwu Utara Akibat Galian di Hulu Sejak 2018
Indonesia
Banjir Bangdang Luwu Utara Akibat Galian di Hulu Sejak 2018

hingga 19 Juli 2020 total korban jiwa akibat banjir bandang yang terjadi Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan sebanyak 36 orang.