KPK Tahan Eks Bupati Bogor Rahmat Yasin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Rahmat Yasin ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi.

Rahmat Yasin yang merupakan mantan terpidana penerima suap dari mantan bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala terkait izin alih fungsi lahan hutan yang dikelola PT Bukit Jonggol Asri itu bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 1 September 2020 mendatang.

Baca Juga

KPK Periksa Pejabat Pemkab Bogor Terkait Kasus Korupsi Eks Bupati Rahmat Yasin

"Hari ini kami menahan tersangka RY (Rahmat Yasin), Bupati Bogor periode 2008-2014 selama 20 hari sejak tanggal 13 Agustus 2020 hingga 1 September 2020 di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi di Pomdam Jaya Guntur," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (13/8) malam.

Diketahui, lembaga yang dipimpin Firli Bahuri ini kembali menjerat Rahmat Yasin sebagai tersangka atas dua kasus korupsi sekaligus, yakni kasus dugaan pemotongan uang dan penerima gratifikasi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Foto: MP/Ponco

Rahmat Yasin yang baru bebas pada pertengahan tahun lalu diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar sekitar Rp 8,93 miliar.

Lili menjelaskan, uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Rahmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu. Selain itu, uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Sementara untuk kasus kedua, Rahmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dari seseorang untuk memuluskan perizinan pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri.

Baca Juga

KPK Cecar Mantan Bupati Bogor Nurhayanti Soal Pengumpulan Uang dari Rachmat Yasin

Tak hanya itu, KPK juga menduga Rahmat Yasin menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire. Mobil senilai sekitar Rp 825 juta itu diterima Rahmat Yasin dari seorang pengusaha rekanan Pemkab Bogor. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kota Wuhan Gelar Pameran Mobil Terbesar sejak Di-lockdown
Dunia
Kota Wuhan Gelar Pameran Mobil Terbesar sejak Di-lockdown

Otomotif merupakan salah satu pilar utama industri di Wuhan.

Cegah Kerumuman, Warga Yogyakarta Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH
Indonesia
Cegah Kerumuman, Warga Yogyakarta Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH

"Kalau bisa tahun ini dipotong di RPH Giwangan. Warga tinggal menunggu ambil hasil potong. Ini salah satu penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi penularan virus corona," kata Heroe

KPK Panggil Mahasiswi Sebagai Saksi Penyuap Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Panggil Mahasiswi Sebagai Saksi Penyuap Edhy Prabowo

Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Suharjito, Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP). Suharjito merupakan tersangka penyuap Edhy Prabowo.

Ketua DPRD DKI Tolak Penjualan Saham PT Delta, PKS: Mau Merusak Generasi Muda
Indonesia
Ketua DPRD DKI Tolak Penjualan Saham PT Delta, PKS: Mau Merusak Generasi Muda

"Jika saham ini menyumbang rusaknya generasi bangsa di masa yang akan datang, maka sudah selayaknya untuk dilepaskan segera," tegasnya.

DKI Jakarta dan Jawa Timur Sumbang Penambahan Kasus COVID-19
Indonesia
DKI Jakarta dan Jawa Timur Sumbang Penambahan Kasus COVID-19

Sedangkan kasus baru di Jawa Timur bertambah 418 sehingga total menjadi 26.979

Petugas Patroli Selamatkan Pria Asal Sudan yang Mau Lompat ke Tol Cibubur
Indonesia
Petugas Patroli Selamatkan Pria Asal Sudan yang Mau Lompat ke Tol Cibubur

Petugas sempat mengalami kesulitan saat membujuk BM lantaran mengalami kendala bahasa.

Laboratorium Vaksin Flu Burung Bakal Disulap Jadi Tempat Produksi PCR
Indonesia
Klaster Perkantoran Melonjak, Menaker Beri Peringatan Keras untuk Pengusaha
Indonesia
Klaster Perkantoran Melonjak, Menaker Beri Peringatan Keras untuk Pengusaha

Melonjaknya penyebaran COVID-19 di klaster perkantoran bak ironi di tengah upaya meredam penyebaran virus.

Berusia di Atas 45 Tahun Diwanti-wanti Tak Keluar dari Rumah
Indonesia
Berusia di Atas 45 Tahun Diwanti-wanti Tak Keluar dari Rumah

H ampir 80 persen kasus kematian akibat COVID-19 di tanah air berasal dari kelompok usia 45 tahun ke atas.

Dede Yusuf: AHY Gagalnya Dimana?
Indonesia
Dede Yusuf: AHY Gagalnya Dimana?

Pastinya kader-kader senior yang sudah lama di Partai Demokrat sudah paham aturan