KPK Tahan Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Gedung KPK. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Kutai Timur, Ismunandar dan Ketua DPRD Kutai Timur Encek UR Firgasih. Keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di lingkungan Dinas PU dan Dinas Pendidikan Pemkab Kutai.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengatakan, KPK juga menahan lima tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu Kepala Bapenda, Musyaffa; Kepala Dinas PU, Aswandini; Kepala BPKAD, Suriansyah serta dua pihak swasta bernama Aditya Maharani dan Deky Aryanto.

Baca Juga:

Istri Bupati Yang Diciduk KPK Jabat Ketua DPRD Kutai Timur

Ketujuh tersangka ditahan di empat Rutan berbeda. Ismunandar bersama Musyaffa, Aswandini, dan Suriansyah ditahan di Rutan cabang KPK di Gedung KPK lama, Kavling C1. Kemudian Aditya Maharani ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dan Deky Aryanto ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"EU (Encek UR Firgasih) ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Nawawi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7) malam.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Nawawi melanjutkan, ketujuh tersangka bakal mendekam di sel tahanan masing-masing untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, Ismunandar dan istrinya serta lima tersangka lainnya bakal mendekam di sel tahanan hingga 22 Juli 2020.

"Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 3 Juli 2020 sampai dengan 22 Juli 2020," ujarnya.

Baca Juga:

OTT Bupati Kutai Timur, KPK Amankan Sejumlah Uang dan Buku Rekening

Penahanan para tersangka mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19. Sebelum dijebloskan ke sel tahanan, para tersangka menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Para tersangka terlebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari guna memenuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19," kata Nawawi. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH