Kasus Korupsi
 KPK Tahan Bos Dealer Mobil Mewah Terkait Kasus Restitusi Pajak Wahana Auto Ekamarga Komisaris Utama PT Wahana Auto Ekamarga (WAE), Darwin Maspolim ditahan KPK (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris Utama PT Wahana Auto Ekamarga (WAE), Darwin Maspolim. Dia ditahan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap atas restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016.

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer untuk mobil merek Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.

Baca Juga:

Suap Distribusi Pupuk, Perantara Suap Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Bui

Bos dealer mobil-mobil mewah itu keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.10 WIB dengan mengenakan rompi tahanan KPK. Darwin bungkam mengenai kasus suap yang menjeratnya. Dia memilih bergegas masuk mobil tahanan yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Jubir KPK Febri Diansyah akui bos PT WAE Darwin Maspolim ditahan selama 20 hari ke depan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Darwin ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Darwin bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari ke depan.

"Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama terhitung mulai 13 November sampai dengan 2 Desember 2019 di Rutan K4 KPK," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (13/11).

Dalam pemeriksaan hari ini, Darwin dicecar penyidik mengenai uang suap yang diberikannya kepada sejumlah petugas Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing.

"Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap DM sebagai tersangka. Diperdalam terkait dugaan penyerahan uang pada petugas pajak," ujar Febri.

Sebelumnya KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Kelima tersangka itu yakni Komisaris PT WAE Darwin Maspolim; Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Kanwil Jakarta Khusus, Yul Dirga.

Baca Juga:

Bos PTPN X Tutup Mulut Soal Peran Arum Sabil dalam Suap Distribusi Gula di PTPN III

Supervisor Tim Pemeriksa Pajak PT. WAE di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Hadi Sutrisno; Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT. WAE, Jumari dan Anggota Tim Pemeriksa Pajak PT. WAE, M Naim Fahmi.

Dalam perkara ini, Darwin selaku pemilik saham PT. WAE diduga memberi suap sebesar Rp1,8 miliar untuk Yul Dirga, Hadi Sutrisno, Jumari dan M. Naim Fahmi agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp2,7 miliar.(Pon)

Baca Juga:

KPK Garap Petinggi PT Hyundai Terkait Pencucian Uang Mantan Bupati Cirebon

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPP Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen
Indonesia
PPP Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Arsul Sani mengatakan ambang batas empat persen yang saat ini diterapkan sudah ideal

Medina Zein Resmi Jadi Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Penjara
Indonesia
Medina Zein Resmi Jadi Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Penjara

Barang buktinya yang ada adalah beberapa Hp yang dimiliki oleh yang bersangkutan

Dubes RI Percaya Korea Bisa Tangani Corona, WNI di sana Diminta Tenang
Indonesia
Dubes RI Percaya Korea Bisa Tangani Corona, WNI di sana Diminta Tenang

KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus COVID-19

 Warga Jabar Bisa Cek Kesehatan Lewat Fitur Periksa Mandiri
Indonesia
Warga Jabar Bisa Cek Kesehatan Lewat Fitur Periksa Mandiri

"Masyarakat jangan panik dulu, mesin canggih ini bisa menjawab di aplikasi ini (PIKOBAR)," kata Kang Emil

 Pemerintah Diminta Kirim Tim Identifikasi WNI Anggota ISIS di Suriah
Indonesia
Pemerintah Diminta Kirim Tim Identifikasi WNI Anggota ISIS di Suriah

"Keberadaan tim dan tugas identifikasi ini bukan hanya sekadar mendapatkan informasi siapa identitas mereka, akan tetapi juga profiling secara utuh atas mereka, termasuk sejauh mana kaitan, kedalaman interaksi, dan keterlibatan mereka dalam jaringan ISIS,"kata Halili

Anies Pastikan Sekolah di Jakarta Belum Dibuka Meski Zona Hijau
Indonesia
Anies Pastikan Sekolah di Jakarta Belum Dibuka Meski Zona Hijau

"Sampai kondisi wabah di DKI benar-benar terkendali dan aman untuk anak-anak. Jadi sampai dengan saat ini, kita belum melihat bahwa sudah aman, belum," terang dia.

Fakta Sidang: Sesmenpora Akui Dipalak Sespri Imam Nahrawi Rp500 Juta
Indonesia
Fakta Sidang: Sesmenpora Akui Dipalak Sespri Imam Nahrawi Rp500 Juta

Hal tersebut disampaikan Gatot saat bersaksi dalam sidang perkara suap dana hibah dari Kemenpora ke KONI

Pemkab Purworejo Tutup Keraton Agung Sejagat
Indonesia
Pemkab Purworejo Tutup Keraton Agung Sejagat

Pram menegaskan keberadaan keraton itu menimbulkan keresahan dan kerawanan. Selain itu, bangunan keraton juga disebut tidak memiliki izin.

Warga Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja, PKS: Keputusan Berisiko
Indonesia
Warga Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja, PKS: Keputusan Berisiko

Mardani berujar, bisa saja kebijakan ini malah memperluas penyebaran corona.

Bentrokan Dua Kelompok Ormas di Ciledug Diklaim Hanya Salah Paham
Indonesia
Bentrokan Dua Kelompok Ormas di Ciledug Diklaim Hanya Salah Paham

Kedua kubu ormas ini bentrok karena terjadi kesalahpahaman satu sama lain.