KPK Sita Villa Milik Edhy Prabowo Dari Hasil Suap Izin Ekspor Benur Tanah dan Bangunan Villa dari dugaan suap izin ekspor benur milik Edhy Prabowo. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah villa berikut tanah seluas dua hektar di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/2).

Bangunan beserta tanah itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster atau benur yang menjerat bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Penyidik KPK hari ini (18/2) sekitar pukul 18.00 WIB melakukan penyitaan terhadap satu unit villa berikut tanah seluas kurang lebih dua hektar di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Baca Juga:

Karier Edhy Prabowo di Gerindra Tamat

Ali mengatakan, villa dan tanah itu diduga milik Edhy. Kedua aset tersebut diduga dibeli menggunakan uang dari para eksportir benur lobster yang telah mendapat izin ekspor oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Setelah dilakukan penyitaan, tim penyidik kemudian memasang plang penyitaan pada villa dimaksud," ujar Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

KPK Sita Vila Edhy Prabowo. (Foto: KPK)
KPK Sita Vila Edhy Prabowo. (Foto: KPK)

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton, serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

Terjerat Kasus Korupsi Benur, Segini Harta Kekayaan Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Catat! Mulai 1 Juli Perdagangan Sistem Elektronik Kena PPN 10 Persen
Indonesia
Catat! Mulai 1 Juli Perdagangan Sistem Elektronik Kena PPN 10 Persen

Penerapan PPN ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara

Tolak RUU HIP, Massa Ormas Islam Solo Demo di Gladak dan Bakar Bendera PKI
Indonesia
Tolak RUU HIP, Massa Ormas Islam Solo Demo di Gladak dan Bakar Bendera PKI

"Tolak Rancangan Undangan Undang Haluan Ideolagi Pancasila"

Pekan Depan, Polda Periksa Anji dan Hadi Pranoto
Indonesia
Pekan Depan, Polda Periksa Anji dan Hadi Pranoto

"Jadi kita akan panggil yang bersangkutan sementara ini sebagai saksi pemilik akun Dunia Manji maupun juga HP. Kita lakukan pemeriksaan," ucap Yusri.

Pelajar Rentan Kecanduan Gawai Akibat Pembelajaran Jarak Jauh
Indonesia
Pelajar Rentan Kecanduan Gawai Akibat Pembelajaran Jarak Jauh

"Kondisi pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa, yang mana mereka rentan sekali kecanduan gawai," ujar Natalina

KKP Sergap Kapal Ikan Asing Ilegal Berbendera Malaysia di Selat Malaka
Indonesia
KKP Sergap Kapal Ikan Asing Ilegal Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyergap satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, tepatnya di Selat Malaka.

Bandara Adi Soemarmo Solo Berlakukan Tes GeNose C19
Indonesia
Bandara Adi Soemarmo Solo Berlakukan Tes GeNose C19

Calon penumpang akan dikenakan biaya Rp 40.000 untuk sekali tes GeNose. Tarif ini sesuai dengan harga corporate,

Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, La Nyalla: Injak-injak Harga Diri RI
Indonesia
Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, La Nyalla: Injak-injak Harga Diri RI

Senator asal Dapil Jawa Timur itu pun meminta pemerintah mengirimkan nota keberatan kepada pihak Malaysia. La Nyalla menyebut, Malaysia juga harus melakukan penyelidikan mengingat pelaku membawa atribut negeri jiran.

Hiburan Malam Disebut Jadi Klaster COVID-19, Anak Buah Anies: Yang di Mana?
Indonesia
Bentuk Tim Siber, PDIP Siap Hadapi Kampanye Virtual di Pilkada 2020
Indonesia
Bentuk Tim Siber, PDIP Siap Hadapi Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Sebab ternyata, sejak 2015, PDIP sudah membentuk tim siber.

Tanpa Rieke Diah Pitaloka, PDIP Yakin Kinerja Baleg Makin Kuat
Indonesia
Tanpa Rieke Diah Pitaloka, PDIP Yakin Kinerja Baleg Makin Kuat

Pimpinan F-PDIP telah mengirimkan surat kepada Kesetjenan DPR