KPK Sita Uang Rp12 Miliar Terkait Korupsi Proyek Fiktif PT Waskita Karya Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp12 miliar terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (Persero).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, selain menyita uang pihaknya juga telah memblokir puluhan aset, dan saat ini tim penyidik sedang memverifikasi aset-aset tersebut.

"KPK telah melakukan penyitaan beberapa dokumen, uang dan aset sebagai berikut, uang lebih kurang Rp12 M, 1 aset tanah di sita, serta puluhan aset telah diblokir dan saat ini sedang dilakukan verifikasi," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (22/10).

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi

Ali mengatakan, dalam penyidikan kasus ini, tim penyidik lembaga antirasuah juga telah memeriksa sekitar 200 orang saksi.

"Penyidik saat ini akan terus melengkapi berkas perkara dengan dugaan nilai kerugian negara Rp202 miliar ini dengan fokus pada upaya asset recovery," ujarnya.

Dalam kasus ini, Fathor Rachman dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Teranyar KPK menetapkan tiga tersangka baru terkait perkara ini. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani, Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana, serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Baca Juga

KPK Garap Eks Pejabat Pemprov DKI Terkait Kasus Korupsi Fiktif Waskita Karya

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pascagempa M 6,9, Bengkulu Diguncang Tujuh Kali Gempa Susulan
Indonesia
Pascagempa M 6,9, Bengkulu Diguncang Tujuh Kali Gempa Susulan

Tujuh kali gempa susulan menguncang Provinsi Bengkulu pascagempa bermagnitudo 6,9 yang melanda daerah tersebut pada Rabu (19/8) pukul 05.23 WIB.

UU ITE Sering Menyasar yang 'Berseberangan', BEM SI: Sarana untuk Membungkam
Indonesia
UU ITE Sering Menyasar yang 'Berseberangan', BEM SI: Sarana untuk Membungkam

Ia mendesak pemerintah bersama DPR untuk melakukan revisi UU ITE

Jawa Timur Dominasi Pertambahan Kasus Corona, Ini Alasannya
Indonesia
Jawa Timur Dominasi Pertambahan Kasus Corona, Ini Alasannya

Penambahan terjadi karena jumlah spesimen yang diperiksa juga semakin meningkat

Jutaan Buruh Terancam Terkena PHK Jika Indonesia Alami Resesi Ekonomi
Indonesia
Jutaan Buruh Terancam Terkena PHK Jika Indonesia Alami Resesi Ekonomi

"Dua kali minus saja itu berarti nanti akan terjadi resesi, PHK besar-besaran," kata Said Iqbal

 Warga Solo Digegerkan Kemunculan Ratusan Cacing Tanah, Pertanda Gempa Bumi?
Indonesia
Warga Solo Digegerkan Kemunculan Ratusan Cacing Tanah, Pertanda Gempa Bumi?

Prabang lebih percaya kejadian ini ada kaitanya dengan peristiwa fenomena banyaknya gunung berapi yang aktif secara bersamaan diantaranya Gunung Merapi dan Gunung Anak Krakatau.

Kerumunan Massa Rizieq Shihab Jadi Paradoks Kepemimpinan Jokowi Tangani COVID-19
Indonesia
Kerumunan Massa Rizieq Shihab Jadi Paradoks Kepemimpinan Jokowi Tangani COVID-19

Termasuk juga terkait dengan kasus-kasus hukum yang melibatkan Rizieq yang sampai saat ini prosesnya masih mandek di Kepolisian.

Imlek 2021, Anies Harap Warga Tionghoa Makin Sukses dan Berhasil
Indonesia
Imlek 2021, Anies Harap Warga Tionghoa Makin Sukses dan Berhasil

Semoga di tahun shio kerbau ini di proyeksikan kita semua bisa menjalani tahun 2021 dengan lancar

Usai Demo UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Meliburkan Diri
Indonesia
Usai Demo UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Meliburkan Diri

Sehari usai demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, sebagian besar PKL dan pedagang toko di sepanjang kawasan Malioboro tutup.

Anak Buah Harus Contoh Kekompakan Panglima TNI dan Kapolri
Indonesia
Anak Buah Harus Contoh Kekompakan Panglima TNI dan Kapolri

Menurut Dave, hubungan harmonis TNI dan Polri di tingkat elitnya, baik Panglima TNI, Kasad maupun Pangdam itu semua berjalan baik.

Begini Tahapan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Menurut LIPI
Indonesia
Begini Tahapan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Menurut LIPI

Paling tidak, saat ini sebanyak 27 kandidat vaksin dari 165 vaksin yang dikembangkan di dunia dan masuk dalam pra klinis dan uji klinis.