KPK Sita Rp3,7 Miliar dari Penyidikan Kasus Korupsi DPRD Sumut Deputi Penindakan KPK Karyoto. (KPK)

Merahputih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita Rp3,7 miliar dalam penyidikan kasus suap terkait fungsi dan kewenangan Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

"Dalam proses penyidikan perkara ini telah dilakukan penyitaan uang pengembalian para tersangka dan saksi senilai total Rp Rp3.732.500.000," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/10).

Baca Juga

Miftahul Ulum Ungkap Aliran Duit ke Eks Jampidsus dan Anggota BPK

KPK hari ini baru saja menahan mantan Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014 Nurhasanah (NHS) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 13 mantan Anggota DPRD Sumut lainnya pada 30 Januari 2020.

Tersangka Nurhasanah ditahan selama 20 hari pertama terhitung mulai 14 Oktober 2020 sampai 2 November 2020 di Rutan Cabang KPK di Kavling K4 Gedung Merah Putih KPK.

Karyoto mengatakan penetapan 14 mantan Anggota DPRD Provinsi Sumut itu sebagai tersangka merupakan tahap yang keempat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 11 orang mantan anggota DPRD Sumatera Utara, Rabu (22/7) (MP/Kanugraha)

Sebelumnya, KPK juga telah memroses 50 unsur pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2004-2009 dan/atau 2014-2019.

"Lima puluh orang tersebut kini sedang menjalani pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor dengan hukuman rata-rata 4 hingga 6 tahun penjara," ujar Karyoto.

Baca Juga

Sambangi KPK, Ketua Komjak Periksa Ulum Soal Aliran Duit ke Eks Jampidsus

Para tersangka tersebut diduga menerima hadiah atau janji berupa uang yang diterima secara beragam antara Rp377.500.000 sampai dengan Rp777.500.000 dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Atas perbuatannya, 14 orang itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Juru Bicara Pemerintah Ungkap Risiko Terbesar Corona Jika Masyarakat Tak Mau Diatur
Indonesia
Juru Bicara Pemerintah Ungkap Risiko Terbesar Corona Jika Masyarakat Tak Mau Diatur

"Kita harus beradaptasi dengan mengubah pola hidup dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, displin, ini pola kehidupan baru. Ini harus dilaksanakan, diimplementasikan," ujar Yurianto.

Masa Pandemi, Tren Nikah Dini di Ponorogo Melonjak
Indonesia
Masa Pandemi, Tren Nikah Dini di Ponorogo Melonjak

Masa pandemi COVID-19, pernikahan di bawah umur makin tumbuh subur di Kabupaten Ponorogo.

Akhiri Polemik Kombinasi Obat COVID-19 Versi Unair
Indonesia
Akhiri Polemik Kombinasi Obat COVID-19 Versi Unair

"Ini wujud ikhtiar nyata yang seharusnya patut kita banggakan bersama,” kata Said

Prabowo Enggak Mau Ditanya Soal Ledakan di Monas
Indonesia
Prabowo Enggak Mau Ditanya Soal Ledakan di Monas

Ledakan terjadi di Monas pada pukul 07.15 WIB

Sultan HB X Tegaskan Yogyakarta Belum Lockdown, Tapi Calmdown
Indonesia
Sultan HB X Tegaskan Yogyakarta Belum Lockdown, Tapi Calmdown

Sri Sultan menegaskan dirinya belum memberlakukan lockdown di wilayah Yogyakarta.

Besok Polisi Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber
Indonesia
Besok Polisi Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber

Dalam rekonstruksi itu, polisi akan menghadirkan tersangka AA

Picu Kontroversi, DPR akan Koreksi Omnibus Law
Indonesia
Picu Kontroversi, DPR akan Koreksi Omnibus Law

Dalam pasal itu disebutkan Presiden bisa mengubah undang-undang melalui peraturan pemerintah (PP).

Bamsoet Minta Pria yang Ngeprank Lelang Motor Jokowi Dilepas
Indonesia
Cendikiawan Muslim Sebut Momen Natal Beri Kebahagian Agama Lain di Indonesia
Indonesia
Cendikiawan Muslim Sebut Momen Natal Beri Kebahagian Agama Lain di Indonesia

Sejumlah orang dari berbagai lintas etnis dan agama menyambangi Gereja Katolik Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/12).

Kasus COVID-19 Global Melebihi Angka 12 Juta, Berikut Negara-Negara Infeksi Tertinggi
Indonesia
Kasus COVID-19 Global Melebihi Angka 12 Juta, Berikut Negara-Negara Infeksi Tertinggi

Jumlah kasus tersebut tiga kali lipat dari penyakit influenza parah yang dicatat setiap tahunnya.