KPK Sita Mobil Pengacara Terkait Suap Benur Edhy Prabowo Tersangka suap ekspor benih lobster. (Foto: MP/Ponco).

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah mobil dari advokat Robinson Paul Tarru. Penyitaan dilakukan berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Mobil tersebut diduga milik tersangka Andreau Pribadi Misanta, stafsus Edhy Prabowo. Penyitaan dilakukan kala penyidik memeriksa Robinson dalam kapasitas sebagai saksi pada Jumat (19/3) kemarin.

Baca Juga:

Eks Caleg Gerindra Miftah Sabri Turut Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo

"Robinson Paul Tarru pemeriksaan telah dilakukan pada Jumat, pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan satu unit mobil yang diduga milik tersangka APM," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/3).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp

10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Edhy Prabowo. (Foto: MP/Ponco)
Edhy Prabowo. (Foto: MP/Ponco)

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton, serta baju Old Navy.

Sebelumnya, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset dengan total Rp89,9 miliar dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Aset tersebut berupa uang tunai, rumah, hingga berbagai barang mewah. Teranyar, pada Senin (15/3) kemarin, KPK menyita uang tunai Rp52,3 miliar yang diduga merupakan komitmen fee dari para eksportir benur. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa 2 Pejabat KKP Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia
Indonesia
Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia

Untuk memastikan resiliensi atau keterjaminan tersedianya vaksin, pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber.

Khofifah Minta Ridwan Kamil Jadi Arsitek Masjid Islamic Center Surabaya
Indonesia
Khofifah Minta Ridwan Kamil Jadi Arsitek Masjid Islamic Center Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengarsiteki pembangunan masjid di Islamic Center Surabaya.

Bertambah 1.624, Pasien Corona di Indonesia Jadi 59.394
Indonesia
Bertambah 1.624, Pasien Corona di Indonesia Jadi 59.394

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.624 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Olah Limbah Laundry, Mahasiswa ITS Ciptakan IPAL Berbasis 3R
Indonesia
Olah Limbah Laundry, Mahasiswa ITS Ciptakan IPAL Berbasis 3R

Tim Abdi Karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menciptakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk laundry berbasis reuse, recycle, dan recovery (3R).

Kejaksaan Agung Selidiki Adanya Foto Pengacara Djoko Tjandra dengan Kajari Jakarta Selatan
Indonesia
Kejaksaan Agung Selidiki Adanya Foto Pengacara Djoko Tjandra dengan Kajari Jakarta Selatan

Hari Setiyono menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terkait dalam video tersebut.

KPK Didorong Jerat Mensos Juliari dengan Pasal 2 UU Tipikor
Indonesia
KPK Didorong Jerat Mensos Juliari dengan Pasal 2 UU Tipikor

"Semoga penyerahan barang ini dapat mendorong KPK untuk menerapkan ketentuan perbuatan melawan hukum, menguntungkan diri sendiri atau orang lain, merugikan keuangan negara sebagaimana rumusan Pasal 2 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi," tutup Boyamin.

Saksi Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi Irfan Jaya ke Malaysia
Indonesia
Saksi Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi Irfan Jaya ke Malaysia

Sebelumnya Andi Irfan Jaya didakwa oleh JPU menjadi perantara suap terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Jaksel dan Jaktim Diperkirakan Hujan Lebat Disertai Petir
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Jaksel dan Jaktim Diperkirakan Hujan Lebat Disertai Petir

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang juga akan terjadi di daerah sekitar Jakarta seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang bagian Utara, dan Tangerang Selatan

Anies dan Riza Rutin Swab Test COVID-19
Indonesia
Anies dan Riza Rutin Swab Test COVID-19

"Beliau pasti melakukan swab setiap waktu," ujar Chaidir

Berbaju Jokowi, Relawan Satgas COVID-19 Ramai-Ramai Mundur Gegara Doni Monardo
Indonesia
Berbaju Jokowi, Relawan Satgas COVID-19 Ramai-Ramai Mundur Gegara Doni Monardo

Setelah menanggalkan rompinya, terlihat beberapa relawan aksi menggunakan kaos kampanye Jokowi-Amin dan GP Ansor