KPK Sita Duit Rp 200 Juta dari Ketua DPRD Bekasi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi.

Dalam mengusut kasus itu, tim penyidik kembali memeriksa Ketua DPRD Bekasi Chairoman J Putro. Lembaga antirasuah juga telah menyita uang Rp 200 juta dari Chairoman.

Baca Juga

Ketua DPRD Kota Bekasi Akui Dapat Uang Rp 200 Juta dari Anak Buah Rahmat Effendi

"Dilakukan penyitaan berupa uang yang diserahkan oleh saksi sebesar Rp200 juta kepada tim penyidik," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (31/1).

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK juga mencecar Chairoman terkait pengajuan anggaran sejumlah proyek di Pemkot Bekasi.

"Tim penyidik mengkonfirmasi kembali dan memperdalam pengetahuan saksi mengenai penganggaran lahan di Pemerintah Kota Bekasi," ujar Ali.

Baca Juga

Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Kota Bekasi

Sebelumnya politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku diserahkan uang senilai Rp200 juta oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi.

Hal tersebut disampaikan Chairoman usai diperiksa penyidik pada Selasa (25/1). Semula, Chairoman mengaku tak mengetahui secara persis jumlah uang yang diserahkan oleh anak buah, Rahmat Effendi tersebut.

Baca Juga

KPK Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Grand Kota Bintang Bekasi

Ia berinisiatif untuk melaporkan penyerahan tersebut ke KPK sesuai regulasi yang ada. Sesudah dihitung oleh petugas KPK, kata dia, uang tersebut baru diketahui berjumlah Rp200 juta.

Chairoman juga mengaku tidak mengetahui tujuan penyerahan uang tersebut. Ia menyatakan, Lutfi tidak memberikan penjelasan saat penyerahan dilakukan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
98 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM
Indonesia
98 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM

"Panitia Seleksi telah melakukan proses pemeriksaan serta verifikasi berkas pendaftar dan menyatakan sebanyak 96 orang pendaftar Calon Anggota Komnas HAM RI lolos seleksi administrasi," jelas Makarim.

Dokter Richard Jadi Tersangka Gegara Posting Pakai Akun yang Disita Polisi
Indonesia
Senator Minta Aspek Keamanan Jangan Jadi Acuan Utama Pemekaran di Papua
Indonesia
Senator Minta Aspek Keamanan Jangan Jadi Acuan Utama Pemekaran di Papua

Keputusan pemerintah bersama DPR RI yang akhirnya mengesahkan tiga draf RUU tentang Pembentukan DOB di Provinsi Papua mendapat sorotan dari anggota DPD RI asal Papua Barat Filep Wamafma.

Kasus Omicron di DKI Tembus 407 Pasien, Satgas Ingatkan Warga Jangan Lengah
Indonesia
Kasus Omicron di DKI Tembus 407 Pasien, Satgas Ingatkan Warga Jangan Lengah

Kasus Omicron di DKI Tembus 407 Pasien, Satgas Tak Henti-hentinya Ingatkan Warga Jangan Lengah

Demokrat Ingatkan Luhut Jangan Jerumuskan Jokowi
Indonesia
Demokrat Ingatkan Luhut Jangan Jerumuskan Jokowi

Demokrat menyarankan Luhut belajar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Jaksa Anggap Pembelaan Munarman Soal Perkara Terorisme Tak Berdasar
Indonesia
Jaksa Anggap Pembelaan Munarman Soal Perkara Terorisme Tak Berdasar

Mantan Sekretaris Umun FPI Munarman kembali menjalani persidangan lanjutan dalam perkara kasus terorisme.

BPS Catat Inflasi Juli 2022 Sebesar 0,64 Persen
Indonesia
BPS Catat Inflasi Juli 2022 Sebesar 0,64 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2022 berada di 0,64 persen.

Ketua KPK: Penangkapan Walkot Bekasi Jadi Bukti Praktik Korupsi Masih Ada
Indonesia
Ketua KPK: Penangkapan Walkot Bekasi Jadi Bukti Praktik Korupsi Masih Ada

Kepala daerah yang baru saja ditangkap menjadi bukti bahwa praktik korupsi masih ada.

Sekjen PDIP Tepis Kunjungan Lebaran Prabowo ke Rumah Megawati Bahas 2024
Indonesia
Sekjen PDIP Tepis Kunjungan Lebaran Prabowo ke Rumah Megawati Bahas 2024

Megawati didampingi kedua anaknya Prananda Prabowo dan Puan Maharani saat menerima Prabowo Subianto

Menkes Tertarik soal Inovasi Baru Cegah Penyebaran DBD
Indonesia
Menkes Tertarik soal Inovasi Baru Cegah Penyebaran DBD

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin tertarik dengan inovasi Wolbachia yang dikembangkan peneliti The World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta untuk menekan laju kasus penyakit dengue di Indonesia.