KPK Sita Duit Rp 130 Juta dari Rumah Kabid SDA Dinas PUPKP Yogyakarta Gedung KPK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp 130 juta saat menggeledah rumah Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Aki Lukman Nor Hakim.

"Di rumah saksi yang merupakan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Yogyakarta, dari lokasi ini kami menyita uang sekitar Rp 130 juta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/8) malam.

Menurut Febri, uang tersebut disita lantaran diduga terkait dengan kasus dugaan suap lelang proyek pada Dinas PUPKP yang telah menjerat tiga orang sebagai tersangka, termasuk dua Jaksa. "Uang ini kami duga masih terkait dengan proyek yang ada di dinas tersebut," ujar Febri.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri di Karanganyar

Tak hanya di rumah Aki Lukman Nor Hakim, tim penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi lain di Solo dan Yogyakarta pada Rabu (21/8) dan Kamis (22/8).

Sejumlah lokasi yang digeledah itu, yakni kantor PT Kusuma Chandra dan kantor PT Mataram Mandiri yang berada di Solo. Selain itu, tim penyidik juga menggeledah kantor Dinas PUPKP dan kantor Badan Layanan Pengadaan (BLP) Yogyakarta.

Dari penggeledahan di sejumlah lokasi selama dua hari tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting terkait proyek di Dinas PUPKP yang digarap kedua perusahaan tersebut. "Sebagian besar yang kami temukan adalah dokumen-dokumen terkait dengan proyek," kata Febri.

Tim penyidik bakal mendalami berbagai bukti yang telah disita, termasuk uang tunai. Pendalaman ini dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi terkait. "Tentu kami dalami secara lebih spesifik dalam proses pemeriksaan saksi," kata Febri.

febri
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga orang tersebut yakni, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Eka Safitra, Jaksa pada Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono dan Direktur Utama PT. Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana.

Eka dan Satriawan diduga membantu Gabriella memuluskan kepentingannya untuk mendapatkan proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta dengan pagu anggaran sebesar Rp10,89 miliar.

Proyek tersebut, diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).‎ Eka Safitra merupakan anggota TP4D dari Kejari Yogyakarta. Sementara, Satriawan merupakan Jaksa yang mengenalkan Gabriella ke Eka Safitra.

Baca Juga: KPK Bawa Dua Koper Usai Geledah Kantor Dirut PT Manira Arta Mandiri

Setelah dilakukan berbagai upaya, akhirnya PT Windoro Kandang ‎(WK) yang merupakan perusahaan Gabriella dengan cara pinjam bendera memperoleh proyek tersebut. Eka dan Satriawan diduga telah menyepakati komitmen fee 5 persen dari total proyek sebesar Rp8,3 miliar.

Uang suap tersebut diserahkan secara bertahap. Rinciannya, pada 16 April 2019 Rp10 juta, pada 15 Juni 2019 Rp100.870.000 atau realisasi 1,5 persen dari total komitmen fee, serta pada 19 Agustus 2019 Rp110.870.000 yang juga 1,5 persen dari komitmen fee. Sedangkan sisa fee 2 persen direncanakan akan diberikan setelah pencairan uang muka pada minggu keempat bulan Agustus 2019. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Diperiksa KPK, Prasetyo Edi Ngaku Hanya Sebatas Sahkan Anggaran
Indonesia
Usai Diperiksa KPK, Prasetyo Edi Ngaku Hanya Sebatas Sahkan Anggaran

"Di pembahasan-pembahasan itu langsung sampai ke Banggar besar. Nah, di Banggar besar, saya serahkan ke eksekutif. Nah, eksekutif yang punya tanggung jawab," ungkap Prasetyo.

Persis Promosi Liga 1 Setelah 14 Tahun Menanti, Ribuan Suporter Langsung Konvoi
Indonesia
Persis Promosi Liga 1 Setelah 14 Tahun Menanti, Ribuan Suporter Langsung Konvoi

Persis Solo dipastikan mendapatkan tiket promosi Liga 1 musim depan.

Gemura Siap Ciptakan 1.000 Wirausaha Muda Baru
Indonesia
Gemura Siap Ciptakan 1.000 Wirausaha Muda Baru

Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) siap menciptakan 1.000 wirausaha muda baru dalam lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Gemura Oktasari Sabil.

Viral Nurhayati Tersangka, Kabareskrim Perintahkan Polres Cirebon Terbitkan SP3
Indonesia
Viral Nurhayati Tersangka, Kabareskrim Perintahkan Polres Cirebon Terbitkan SP3

Rekomendasi Bareskrim merujuk hasil gelar perkara tersangka Nurhayati yang berlangsung Jumat (25/2).

Februari 2021 Terbentuk, BSI Sudah Diberi Penghargaan Bank Terbaik di Dunia
Indonesia
Februari 2021 Terbentuk, BSI Sudah Diberi Penghargaan Bank Terbaik di Dunia

hingga akhir Maret 2021 pembiayaan yang disalurkan BSI telah mencapai Rp159 triliun atau naik 14,47 persen (yoy) dengan diikuti terjaganya kualitas pembiayaan yang disalurkan BSI.

Survei Elektabilitas Capres 2024 Kalahkan AHY, Gibran: Ora Mungkin di Atas Mas Agus
Indonesia
Survei Elektabilitas Capres 2024 Kalahkan AHY, Gibran: Ora Mungkin di Atas Mas Agus

Gibran memiliki tingkat keterpilihan lebih tinggi daripada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hanya memiliki 4,1 persen.

Anies Dapat Ratusan Tabung Oksigen dari Pengungkapan Hasil Kejahatan
Indonesia
Anies Dapat Ratusan Tabung Oksigen dari Pengungkapan Hasil Kejahatan

138 tabung sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kementrian Kesehatan

Punya Legitimasi Kuat, DPD Berhak Ajukan Capres-Cawapres Non Partai Politik
Indonesia
Punya Legitimasi Kuat, DPD Berhak Ajukan Capres-Cawapres Non Partai Politik

Anggota DPD dipilih melalui pemilihan umum secara langsung oleh rakyat

BRIN Prediksi Perpolitikan Indonesia Tahun Ini Stabil, Akar Rumput 'Berbalas Pantun'
Indonesia
Jokowi Lapor SPT Lewat e-filing
Indonesia
Jokowi Lapor SPT Lewat e-filing

Pajak yang dibayarkan masyarakat sangat diperlukan bagi program-program pembangunan.