KPK Sita Dokumen Penting dan HP dari Kantor Hukum Adik Ipar Nurhadi Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen penting dari hasil penggeledahan kantor advokat Rakhmat Santoso and Partner di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (25/2).

Lembaga antirasuah juga menyita alat komunikasi berupa telepon genggam dari kantor hukum milik adik istri dari eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida.

Baca Juga:

Kasus Nurhadi, KPK Geledah Kantor Advokat Rakhmat Santoso & Partner

"Di dalam penggeledahan yang tadi sudah dilakukan, penyidik juga menemukan beberapa dokumen yang dianggap terkait dengan berkas perkara, serta alat komunikasi yang juga kemudian nanti dilakukan penyitaan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2).

Ali mengatakan, dokumen yang disita penyidik KPK untuk menguatkan bukti terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara yang diduga dilakukan Nurhadi. KPK berupaya menyelesaikan perkara tersebut meski Nurhadi tak koperatif.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. ANTARA FOTO/Sigid
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. ANTARA FOTO/Sigid

"Dokumen dan alat komunikasi itu disita untuk baik itu penambahan berkas perkara, ataupun nanti ada hubungannya dengan keberadaan para tersangka lebih lanjut yang akan ditindaklanjuti oleh penyidik KPK," ujar Ali.

Untuk diketahui, tersangka pengurusan kasus di MA Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono dan Hiendra Soejonto menjadi buronan KPK. Hingga kini, KPK belum juga menemukan keberadaan Nurhadi beserta dua tersangka lainnya.

Baca Juga:

Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Nurhadi Mencurigakan

KPK menerapkan tiga orang tersangka terkait pengurusan kasus di MA. Mereka adalah eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD), menantunya Rezky Herbiyono (RHE) dan Hiendra Soenjoto (HS). Diduga telah terjadi adanya pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT MIT melawan PT KBN (Persero) pada tahun 2010 silam.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan.

Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp 14miliar. (Pon)

Baca Juga:

Tepis Tuduhan Pengacara Nurhadi, KPK: Penyidik Selalu Hati-Hati


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH